2 PLTA PT Vale di Wasuponda, Risal Mujur : Masyarakat Wasuponda Berhak Diberikan Gratis Air Bersih dari PT Vale

Daerah, Lutim220 views

Penalutim.com, Luwu Timur – Masyarakat Wasuponda, Eks Karyawan bersama Vendor lokal PT Petra Energy  gelar aksi Unjuk Rasa (UNRAS) kepada PT Vale dengan poin tuntutan salahsatunya Gratis Air Bersih. Aksi UNRAS ini dibawah komando Himpunan Pengusaha Wasuponda (HIPWAS) yang diketuai oleh Suaib Rahman. UNRAS ini digelar di pertigaan depan Tugu Nanas, Wasuponda, Rabu (25/10/2023).

Risal Mujur mengatakan UNRAS yang dilakukan bersama rekanannya ini suda yang kedua kalinya.

“UNRAS ini yang kedua kalinya kami lakukan. Sebelumnya kami telah melakukan mediasi berulang kali namun tidak menemukan titik temu. Pasalnya, terkait tuntutan Vendor dan Eks karyawan PT Petra menjadi kebingungan semua pihak, sebab penanggung Jawab PT Petra kini keberadaannya tidak diketahui,”jelas Risal Mujur, Pemuda yang dikenal sebagai aktivis pemerhati masyarakat terdapak tambang PT Vale.

Menurut Risal Mujur, PT Vale telah memutus kontrak kerjasama dengan PT Petra. Namun demikian, eks karyawan PT Petra dan Vendor PT Petra pun juga tidak pasrah begitu saja untuk mendapatkan haknya. Masih terus berjuang hingga hak mereka diberikan.

Vendor Nasional PT Vale Sengsarakan Buruh dan Kontraktor Lokal, Pemkab Lutim Turun Tangan

Selain tuntutan Kontraktor lokal dan eks karyawan PT Petra, lanjut Risal Mujur, Kami juga memperjuangkan fasiltas geratis air bersih untuk masyarakat kecamatan Wasuponda. Hal ini didasari karena menurut masyarakat air PDAM tidak layak konsumsi dan harganya mahal. Sementara di wilayah Kecamatan Nuha dan Towuti kabarnya telah menikmati geratis air bersih dari PT Vale.

Lanjut Risal Mujur, Olehnya itu, kami masyarakat Kecamatan Wasuponda menuntut agar masyarakat Wasuponda juga merasakan geratis air bersih yang diberikan oleh PT Vale. Alasan mendasar Kecamatan Wasuponda layak diberikan gratis air bersih, karena PT Vale memiliki 2 aset besar di Kecamatan Wasuponda yakni PLTA milik PT Vale yang berada di Desa Balambano. Airnya digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga air untuk operasional tambang Nikel PT Vale.

Hal ini direspon baik oleh PT Vale dan bersedia memberikan fasiltas gratis air bersih kepada masyarakat Kecamatan Wasuponda.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Penalutim dari Facebook Risal Mujur

“Pada tanggal 3 Oktober tim PT Vale dengan menunjukan keseriusannya langsung ke lapangan dengan maksud cek lokasi sumber air. Hanya saja entah faktor apa saat itu pemerintah Kecamatan kabarnya  menolak dalam artian menunda. Hal ini juga sempat kami bahas di mediasi aksi demo kami yang pertama pada tgl 9 Oktober menurut camat Wasuponda saat kuajukan pertanyaan terkait tindakan lanjut keseriusan pemerintah menerima itikad baik PT Vale memberikan fasilitas gratis air bersih. Pak camat mengatakan nanti ya setelah saya tidak sibuk dan kita adakan pertemuan dengan kepala desa di wikayah Kecamatan Wasuponda. Hingga saat ini tanggal 25 Oktober 2023 belum ada tindak lanjut tersebut,”papar Risal Mujur dalam Facebooknya , Rabu (25/10/2023).

Hal ini juga diungkapkan oleh pihak PT Vale di pertemuan mediasi di Pujasera Wsuponda, Rabu (25/10/2023). Menurut penyampaian pihak PT Vale. Pemerintah Kecamatan mengatakan bahwa terkait air bersih dari PT Vale kita tunda dulu. Karena masyarakat Wasuponda airnya masih lancar.

“Kami saat itu telah dating di Wasuponda dengan maksud untuk cek lokasi sumber air di Kecamatan Wasuponda. Tapi saat itu, pak Camat Wasuponda menunda dan mengarahkan untuk focus dengan permasalahan PT Petra. Karena menurut pak camat Wasuponda Air Bersih di Kecamatan Wasuponda maih lancer,” Ungkap Jemmy

Terpisah dengan penjelasan pemerintah Kecamatan Wasuponda yang mewakili Andrie juga membenarkan bahwa benar tim PT Vale pada tanggal 3 Oktober 2023 telah datang dan bermaksud tinjau lokasi sumber air di Kecamatan Wasuponda.

“Iya benartim PT Vale pada tanggal 3 Oktober 2023 datang kesini hanya saja pada saat itu kami tunda bukan kami tolak tapi kami cari waktu yang pas dan akan melibatkan kepala desa dan masyarakat Wasuponda,”kata Andrie

Andrie juga mengatakan aspirasi teman-teman yang disampaikan pada pertemuan ini terkait air Bersih akan kami sampaikan kepada pimpinan kami, yakni pak Camat Wasuponda. Kami akan upayakan untuk menyegerakan tindak lanjut pengadaan Gratis Air Bersih dari PT Vale ini.

Mendengar penjelasan tersebut, Risal Mujur kembali berkomentar

“Mohon maaf Pak. Air di Wasuponda benar masih lancar. Hanya saja pembayarannya dikeluhkan masyarakat karena harganya mahal. Kemudian menurut masyarakat air PDAM ini tidak layak konsumsi. Olehnya itu jangan tunda pengadaan fasilitas gratis air bersih dari PT Vale ini. Segerakan. Masyarakat Wasuponda berhak mendapatkan air bersih gratis,” tegas Risal Mujur

Selain itu, Lanjut Risal Mujur,  Saya juga mengingatkan bawah wilayah kecamatan Wasuponda itu. Bukan hanya yang ada di wilayah kota kecamatan Wsuponda. Tapi Desa Balambano juga merupakan bagian dari Kecamatan Wasuponda dan kondisi masyarakatnya saat ini mengalami krisis air bersih. Ingat pak PLTA PT Vale itu berada di Desa Balambano. Tapi saat ini masyarakat mengalami krisis air bersih bahkan mereka harus beli dengan harga yang lumayan mahal. Hingga saat ini tidak ada upaya pemerintah setempat maupun upaya PT Vale untuk membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih.

Dikesempatan itu juga Risal Mujur mengatakan,  Bahwa daerah kita ini kaya. Kita banyak anggaran. Mana pajak Water Levy, Bantuan dana BKK (Program Bupati Lutim), CSR PT Vale dan semua Vendornya. Sumber air kita melimpah. Daerah kita tercinta ini tidak mengalami krisis air bersih sebab, kita punya 3 Danau Besar, Sejumlah mata air dan sungai. Jika kita serius dan berniat mulia dan tindakan kita benar menggunakan anggaran yang ada. Kita tidak mengalami krisis air bersih.

Menanggapi komentar Risal Mujur dalam pertemuan Mediasi pada tanggal 25 Oktober 2023. PT Vale yang diwakili oleh Jemmy perwakilan dari External PT Vale mengatakan “Terimakasih atas kritik dan masukannya, hal ini akan kami sampaikan kepada rekan kami tim SDP PT Vale untuk segera menindak lanjuti yang tentu juga berkordinasi dengan pemerintah kecamatan Wasuponda.

“De Mujur, om Iskandar dari tim SDP yang di assign akan mulai kordinasinya untuk  Assessment nantinya,”jelas Jemmy (Rs)