Menu

Mode Gelap
Jemput Bola! Petugas Antar Bantuan Lansia ke Rumah Nenek 84 Tahun di Angkona Tingkatkan Efektivitas GPM, Bupati Irwan Minta Jangkauan Diperluas ke Tingkat Desa Resmi Cair! 138 Lansia Towuti Terima Bantuan Rp3 Juta Kemenag Lutim Ganti Pimpinan, Bupati Irwan Harap Pelayanan Keagamaan Makin Baik Keren! Sabet 10 Medali, FORKI Luwu Timur Raih Peringkat 9 Besar di Kejuaraan Karate Internasional Dorong Transformasi Digital, Pemkab Luwu Belajar Sistem Absensi ASN di Luwu Timur

Pena Ekonomi

Sistem Online Pemasaran Smesco Bakal Dikembangkan

badge-check


					Sistem Online Pemasaran Smesco Bakal Dikembangkan Perbesar

Sistem Online Pemasaran Smesco Bakal Dikembangkan

Semarang, Penalutim.com – Pemasaran via sistem online yang selama ini dijalankan Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) Kementerian Koperasi dan UKM di Galeri Indonesia WOW akan dikembangkan.

“Bila selama ini kita membidik hanya pasar lokal, ke depan website kita akan lebih diarahkan untuk menggaet buyer di luar negeri. Intinya, kita akan meluaskan pangsa pasar,” ungkap Dirut LLP Kemenkop dan UKM Ahmad Zabadi usai mendampingi Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga bertemu dengan Wakil Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Semarang Irwan Malik dan eksportir UKM furnitur asal Jepara, Ponco Suhirno, di Semarang, Minggu (23/4/2017).

Menurut Zabadi, tujuan dari pertemuan itu untuk bertukar pikiran dengan eskportir yang sudah berpengalaman di bisnis online untuk menembus pasar global, khususnya Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Australia. “Kita memiliki ribuan UKM dengan ratusan ribu item produk unggulan dan berkualitas. Di sistem online ini, bila ingin menembus pasar luar, kita harus sedikit mengubah spesifikasi produknya. Dimana kategori per produknya harus jelas,” jelas Zabadi.

Zabadi mengakui, sebenarnya sistem pemasaran online yang selama ini dijalani sudah mengarah kesana. Hanya saja, masih sebatas menyasar pasar dalam negeri saja. “Nah, dengan bantuan dari teman-teman eksportir ini kita akan menyasar juga ke pasar luar. Kita akan minta masukan hal-hal apa saja yang musti diubah agar lebih bisa diterima buyer di pasar luar, khususnya AS, Eropa, dan Australia,” tandas Zabadi.

Dalam kesempatan yang sama, Irwan Malik menjelaskan bahwa pasar tiga kawasan tersebut lebih berminat produk furnitur berupa kayu solid (jati dan mahoni) asal Indonesia, ketimbang furnitur berbahan kayu plywood asal China. “Bagi orang AS, Eropa, dan Australia, produk furnitur asal Indonesia itu menyangkut cita rasa tinggi. Bagi mereka, membeli furnitur asal Indonesia itu karena dianggap barang berharga, untuk investasi, sekaligus gaya hidup. Sedangkan produk dari China lebih banyak diserap pasar lokal,” kata Irwan.

Sedangkan Ponco Suhirno yang biasa ekspor furnitur ke Prancis dan Inggris mengatakan bahwa saat ini sudah muncul pesaing baru di bisnis furnitur untuk pasar Eropa. Yaitu, dari negara-negara Eropa Timur seperti Rumania, Bulgaria, dan Polandia.

“Dengan harga lebih murah karena faktor kedekatan geografis, dengan bahan baku kayu pinus, ceri, dan sebagainya. Itulah pesaing kita saat ini di Eropa. Hanya saja, produk furnitur itu masih unggul karena unik dan mahal. Produk furnitur kita di Eropa masuk ke dalam kelas Masterpiece,” pungkas Ponco.

Editor : Rager

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tingkatkan Efektivitas GPM, Bupati Irwan Minta Jangkauan Diperluas ke Tingkat Desa

21 Juli 2026 - 11:26 WITA

Modern dan Ramah Lingkungan, Pelabuhan Balantang PT Vale Sabet Penghargaan ASRI 2026

17 Juli 2026 - 12:32 WITA

Lestarikan Budaya, Perkuat Ekonomi: PT Vale Pamerkan Produk Binaan di HUT Dekranas

11 Juli 2026 - 23:34 WITA

Trending di Daerah