Menu

Mode Gelap
Bupati Irwan Tekankan Peran PKK Lutim Jadi Agen Perubahan Desa Pimpin Rakor Pandu Juara, Bupati Irwan Tegaskan Progres Nyata Pekan Depan Lepas Jenazah Kades Rinjani, Bupati Irwan Serahkan Santunan JKM Ke Ahli Waris Waspada! Penipu Catut Nama Kejari Luwu Timur Beraksi Lewat WhatsApp Pipa Interkoneksi Bocor! Pasokan Air untuk 10 Wilayah di Malili Dihentikan Sukses Digelar, Bupati Luwu Timur Pastikan Turnamen Voli Ibas Cup Jadi Piala Bergilir

Opini

Pendidikan Politik Untuk Demokrasi Berkualitas

badge-check


					Ir. Zakaria Bakrie, M. Si.
(Pemerhati Sosial) Perbesar

Ir. Zakaria Bakrie, M. Si. (Pemerhati Sosial)

Penalutim.com, Luwu Timur – Dalam tataran konseptual Pendidikan Politik diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada seseorang dan atau masyarakat untuk memahami persoalan politik dalam pengertian yang luas, termasuk pengakuan dan penghargaan terhadap keragaman nilai sosial politik yang dianut seseorang dan kelompok (Komunitas).

Dalam spektrum yang lebih dalam, Pendidikan Politik akan menumbuhkan keterlibatan seseorang dalam diskusi politik dengan banyak orang; melakukan deliberasi tentang persoalan-persoalan kehidupan lainnya (luas). Pendidikan Politik juga membuat seseorang mampu memberi pengaruh terhadap orang-orang tentang persoalan-persoalan politik (Adelabu dan Akinsolu: 2009; Clarke: 2007; Davies: 2005).

Selanjutnya dalam tataran operasional, tugas mencerdaskan masyarakat pemilih dalam partisipasi politiknya adalah tugas seluruh elemen bangsa dan masyarakat yang dihela oleh lokomotif pemerintah dan Partai Politik (Parpol). Sayangnya belum semua Parpol melaksanakan dan menjalankan tugas dan fungsi Pendidikan Politik sebagai prioritas program dengan memanfaatkan dana bantuan Parpol yang diberikan oleh pemerintah secara proporsional sesuai Permendagri No. 36 Tahun 2018.

Padahal Pemilihan Umum (Pemilu) ataupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang berkualitas diyakini hanya akan efektif bisa dicapai atau terlaksana dengan kecerdasan konstituen dalam menentukan pilihannya. Jika kondisi seperti ini, bisa tercipta atau dan diciptakan juga akan mereduksi praktek politik Transaksional (Pokitik Uang) yang menciptakan “Demokrasi Biaya Mahal”.

Ini yang terus harus digaungkan secara konsisten dan terstruktur. Karen jika tidak, maka kaum atau mereka yang mempunyai kapasitas dan kapabilas yang cukup baik tetapi termarjinalkan secara finansial, seterusnya akan tidak punya “kans” utuk berpatisipasi menawarkan diri dan program dalan kapasitas sebagai kontestan Pemilu mapun Pilkada.

Akibatnya Pemilu dan Pilkada hanya menjadi ajang orang” berUANG dengan kapasitas atau kapabilitas dan atau tanpa kapasitas kapabilitas yang mumpuni.

Kita harus berubah, Indonesia harus berubah, kita harus terus menggelorakan semangat demokrasi bersih, demokrasi jujur dengan menyadarkan masyarakat, bahwa melilih pemimpin bukan masalah memenangkan kontestasi di ajang pemilihan saja (belaka). Tetapi lebih dari itu..! Yaitu, bagaimana penyelenggaraan pemerintahan tercapai dengan baik, efektif, adil, transparan dan akuntabel, setelah keterpilihan. Karena pemimpin yang terpilih bukan lagi hanya menjadi pemimpin kelompoknya, api akan memjadi pemimpin buat semua elemen, kelompok, dan golongan yang ada dalam wilayah otoritasnya.

Dalam filosofi pendidikan, belajar merupakan sebuah proses panjang seumur hidup artinya Pendidikan Politik perlu dilaksanakan secara berkesinambungan agar masyarakat dapat terus meningkatkan pemahamannya terhadap dunia politik yang selalu mengalami perkembangan.

Dalam pandangan perbaikan dan penyempurnan tatanan demokrasi, Pendidikan Politik juga merupakan konsep dari proses perubahan kehidupan politik yang sedang dilakukan dewasa ini dalam rangka usaha menciptakan suatu sistem politik yang benar-benar demokratis, stabil, efektif dan efisien.

 

Penulis : Ir. Zakaria Bakrie, M. Si.

Editor : Redaksi 

Foto : Hamka Bob

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Melesat Dua Digit lewat Sektor Non-Ekstraktif, Afrianto: Luwu Timur Kurangi Ketergantungan Pada Tambang

13 Juni 2026 - 09:35 WITA

Luwu Timur di Antara Isu Negatif dan Fakta Pembangunan

18 Mei 2026 - 01:34 WITA

Polisi Merangkul Bukan Memukul, Kasat Intel Aswan Pamit dengan Warisan Ketulusan di Luwu Timur

13 April 2026 - 11:43 WITA

Trending di Opini