Menu

Otomatis
Breaking News

Pena Ekonomi

Kreativitas Pengelola Perpustakaan Desa Wasuponda Berhasil Ciptakan Perputaran Ekonomi Kreatif

badge-check

Kreativitas Pengelola Perpustakaan Desa Wasuponda Berhasil Ciptakan Perputaran Ekonomi Kreatif Perbesar

Wasuponda, Penalutim.com – Sebuah perpustakaan desa idealnya tidak lagi sekadar menjadi tempat berdebu yang menyimpan barisan buku. Di Desa Wasuponda, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, paradigma itu berhasil dipatahkan. Perpustakaan Harapan Bangsa menjelma menjadi ruang kreatif yang hidup, bahkan sukses mencuri perhatian tim juri Lomba Perpustakaan Desa tingkat kabupaten pada Jumat, 11 September 2026.Langkah kaki tim juri yang semula berniat melakukan penilaian administratif seketika terhenti saat memasuki ruangan. Pandangan mereka tidak tertuju pada tumpukan katalog atau kerapian administrasi, melainkan pada keindahan warna-warni bunga kerajinan tangan yang menghiasi setiap sudut ruangan.

Bunga-bunga tiruan yang tampak hidup tersebut merupakan buah kreativitas dari jemari Afni, sang pengelola perpustakaan. Keunikan dan kerapian estetikanya langsung memicu daya tarik ekonomi di mata para juri yang datang.

“Bagus sekali bunga ini. Kamu sendiri yang membuatnya, Dek?” tanya salah satu juri, terpikat oleh detail kerajinan tersebut. Afni tersenyum ramah dan mengangguk, “Iya, Bu.”

Interaksi profesional itu seketika berubah menjadi transaksi apresiatif ketika sang juri mulai menanyakan nilai ekonominya. “Apakah ini dijual? Berapa harganya?”

“Harganya beragam, Bu. Ada yang seharga 35 ribu rupiah, ada juga yang 70 ribu rupiah,” jawab Afni.

Bagi Afni, kerajinan tangan ini bukan sekadar pengisi waktu luang atau pemanis ruangan. Aktivitas ini adalah manifestasi nyata dari caranya menghidupkan Perpustakaan Harapan Bangsa. Melalui keterampilan yang ia asah, Afni berhasil menciptakan perputaran ekonomi mandiri demi menjaga napas literasi di desanya.

“Hasil dari penjualan bunga ini saya putar kembali. Uangnya digunakan untuk membeli bahan baku kerajinan baru dan membantu biaya operasional harian dalam mengelola perpustakaan ini,” ungkap Afni dengan nada optimis.

Fenomena inovatif di tingkat desa ini mendapat apresiasi khusus dari Aristu, Pustakawan Luwu Timur yang mendampingi tim juri selama proses penilaian. Menurut Aristu, apa yang dilakukan oleh Afni adalah contoh sempurna dari arah baru dunia perpustakaan modern.

“Produk kerajinan ini sudah sepenuhnya masuk dalam konsep Literasi Inklusi Sosial. Di sini kita melihat bahwa literasi tidak lagi berhenti pada aktivitas membaca, tetapi bertransformasi menjadi nilai ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan institusi itu sendiri,” tegas Aristu.

Melalui sentuhan kreativitas Afni, Perpustakaan Harapan Bangsa Wasuponda membuktikan bahwa keterbatasan anggaran operasional desa bukanlah penghalang untuk terus berkembang. Dari balik meja pustakawan, sebuah gerakan literasi berbasis inklusi sosial kini tengah mekar, seindah bunga-bunga yang menghiasi ruang baca mereka. (Rm)

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Di Desa Wanasari Angkona, Harga Jual Melon dan Semangka Rp 80 Juta

10 Sep 2026 - 13:27 WITA

Di Desa Wanasari Angkona, Harga Jual Melon dan Semangka Rp 80 Juta

Bapenda Lutim Genjot ETPD Lewat Rekonsiliasi Retribusi dan QRIS

3 Sep 2026 - 22:35 WITA

Bapenda Lutim Genjot ETPD Lewat Rekonsiliasi Retribusi dan QRIS

Kembangkan 5 Komoditas PANDU JUARA, Bupati Irwan Raih BDS Impact Award 2026

13 Agu 2026 - 12:28 WITA

Kembangkan 5 Komoditas PANDU JUARA, Bupati Irwan Raih BDS Impact Award 2026
Trending di Daerah