Luwu Timur, Penalutim.com – Halaman Rumah Jabatan Camat Angkona, menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi, pada Jumat malam 11 September 2026.
Tidak ada sekat antara pemerintah dan warga. Satu per satu aspirasi disampaikan langsung kepada Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam yang didampingi Anggota Komisi III DPRD Luwu Timur Bidang Pembangunan, Muhammad Iwan.
Dialog ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, untuk mendengar lebih dekat kebutuhan masyarakat sekaligus mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Berbagai isu muncul dalam pertemuan tersebut, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, organisasi keagamaan, hingga sektor perkebunan.
Dari sektor pendidikan, Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI menyampaikan usulan pelaksanaan program Pejuang Subuh serta kebutuhan peningkatan infrastruktur sekolah.
Menurut mereka, dukungan terhadap lingkungan pendidikan penting untuk membentuk generasi yang berkualitas.
Dari sektor kesehatan, tenaga kesehatan Puskesmas Angkona mengungkap kondisi rumah dinas dokter yang kerap terdampak banjir. Mereka juga menyampaikan kebutuhan pembenahan selasar yang berfungsi sebagai jalur evakuasi, serta sejumlah infrastruktur penunjang pelayanan kesehatan.
Dari organisasi kemasyarakatan, DPC Prajaniti Kabupaten Luwu Timur menyampaikan rencana pelaksanaan pelatihan dasar kepemimpinan bagi para pengurus. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas kepemimpinan dalam organisasi.
Aspirasi turut disampaikan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Luwu Timur melalui Putu Susilawati. Ia menyampaikan usulan dukungan pendanaan untuk kebutuhan jasa adat di Bali Rejo, Desa Wanasari.
Sementara itu, dari sektor perkebunan, perwakilan PT. Teguh Wira Pratama (TWP) menyampaikan konsultasi terkait mekanisme penerimaan buah kelapa sawit milik masyarakat.
Mendengar berbagai aspirasi tersebut, Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan pemerintah daerah membutuhkan masukan langsung dari masyarakat agar persoalan diketahui secara utuh.
“Dialog seperti ini penting karena kita bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Setiap persoalan yang disampaikan akan kita lihat bersama OPD terkait untuk dicarikan solusi sesuai kewenangan dan kemampuan daerah,” jelasnya.
Irwan juga meminta agar komunikasi antara masyarakat dan pemerintah terus dibangun. Menurutnya, pembangunan tidak hanya soal program yang telah direncanakan, tetapi juga bagaimana pemerintah mampu merespons kebutuhan yang muncul langsung dari masyarakat.
Dialog berlangsung terbuka dan interaktif. Selain menjadi tempat menyampaikan keluhan, forum ini juga menjadi ruang membangun kesamaan pemahaman antara pemerintah, masyarakat, organisasi, dan dunia usaha. (bkr/ikp-humas/kominfo-sp)












Komentar ditutup.