Menu

Mode Gelap
Perkuat Keterbukaan Informasi, PT Vale Ajak Jurnalis Upskilling dan Tinjau ESG di Sorowako Harmoni dan Toleransi Nyata Warnai Penyambutan UAS di Luwu Timur Hadiri Pelantikan KKLR Kepri, Wabup Luwu Timur Beri Pesan Moral ke Diaspora ‎Anti Mager! Gaya Kompak Gubernur Andi Sudirman dan Bupati Ibas di HUT Torut Pastikan Lansia Hidup Layak, 4.000 Kartu Lansia Tuntas Disalurkan Bukan Izin Baru, PT Tizar Tirzia Trizardi Tegaskan IUP 2025 Kelanjutan dari Izin 2011

Pena Ekonomi

Kemenkop dan UKM Nilai Ponpes Cukup Strategis Sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat

badge-check


					Kemenkop dan UKM Nilai Ponpes Cukup Strategis Sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat Perbesar

Tanggerang, Penalutim.co.id -Kementerian Koperasi dan UKM menilai potensi pondok pesantren (ponpes) cukup strategis sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat, karena jumlahnya cukup besar. Berdasarkan data dari Kementerian Agama jumlah ponpes saat ini mencapai 27.290 unit dengan tenaga pendidik 160.793 orang dan santri 3.876.696 orang.

Hal itu dikemukakan Deputi Bidang Pembiayaan, Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati saat mewakili Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga dalam acara silahturahmi dan sarasehan internasional Forum Pesantren Alumni Gontor di Pondok Pesantren Daar el Qolam, Pasir Gintung, Tanggerang, Minggu (21/1/2018). Narasumber lain yang ikut hadir yaitu Ketua MPR RI Zulkifi Hasan, CEO Balimuda Group Heppy Trenggono, Ketua Forum Alumni Gontor Zulkifli Muhadli, dan Ahmad Sahidudin Pengasuh Pompres Daar el Qolam.

Yuana mengatakan pesantren dapat dikembangkan untuk memiliki 3 (tiga) peran strategis. Pertama yaitu sebagai lembaga bisnis pesantren yang melaksanakan usaha di sektor produksi, konsumsi, pemasanan, jasa atau simpan pinjam untuk memenuhi kebutuhan dan kemandirian pesantren serta pengembangan bisnis dalam sekala nasional maupun internasional.

Kedua, peran strategis pesantren dapat dilakukan melalui inkubasi bisnis santri. Dimana nantinya diharapkan bisa menjadi laboratorium bisnis santri guna melahirkan wirausaha muslim yang tangguh di dalam mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia.

“Ketiga, sebagai sentra bisnis lokal dengan melibatkan masyarakat mengembangkan sumberdaya dan kearifan lokal untuk membuat produk unggulan daerah,” kata Yuana.

Karena itu, menurut Yuana program-program strategis Kemenkop dan UKM dapat disinergikan dengan pesantren. Antara lain penguatan kelembagaan melalui Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) dan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK), peningkatan kualitas SDM KUMKM melalui pendidikan dan pelatihan kewirausahaan (entrepreneurship), promosi dan pemasaran produk pesantren melalui Lembaga Layanan Pemasaran KUMKM (Smesco UKM).

Selain itu, sinergi peningkatan akses pembiayaan melalui Program Kredit Usaha Rakyat (KUR), program pembiayaan Kredit Ultra Mikro (Umi), bantuan Wirausaha Pemula, serta bantuan pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUMKM.

Yuana melanjutkan bahwa peran strategis pondok pesanten dapat diwujudkan nelalui pengembangan kurikulum yang tidak saja dalam bidang keilmuan umum dan keagamaan tetapi mulai diperkenalkan kurikulum yang berbasis kewirausahaan atau entrepreneurship, sehingga alumni pesantren tidak berorentasi dalam mencari pekerjaan tetapu sudah diarahkan penciptaan lapangan kerja.

“Dengan menerapkan sistem manajemen modern yang dilengkapi dengan kurikulum kewirausahaan, diharapkan pesantren dapat mengembangkan ekonomi syariah diseluruh pelosok Indonesia, mengingat para santri juga berasal dari seluruh penjuru tanah air,” ujar Yuana

Untuk diketahui Pesantren Darusalam Gontor dalam usianya ke 90 Tahun telah membuka  21 unit pesantren dengan 25.000 orang alumni. Dari alumni tersebut telah berkembang 1.000 pesantren dengan jumlah total santri aktif yang mengikuti pendidikan sebanyak 600.000 santri.

Penulis : Risal
Editor : Redaksi
Foto : Risal

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tingkatkan Efektivitas GPM, Bupati Irwan Minta Jangkauan Diperluas ke Tingkat Desa

21 Juli 2026 - 11:26 WITA

Modern dan Ramah Lingkungan, Pelabuhan Balantang PT Vale Sabet Penghargaan ASRI 2026

17 Juli 2026 - 12:32 WITA

Lestarikan Budaya, Perkuat Ekonomi: PT Vale Pamerkan Produk Binaan di HUT Dekranas

11 Juli 2026 - 23:34 WITA

Trending di Daerah