Menu

Mode Gelap
Ditinggal ke Kantor, Satu Rumah di Desa Puncak Indah Hangus Terbakar Peringati HAN 2026, Sekda Luwu Timur Dorong Gerakan Lindungi Anak Jadi Rujukan Hilirisasi Berkelanjutan, Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Morowali Tangis Haru di Tomoni: Kartu Lansia Jadi Penyelamat Biaya Berobat dan Kebutuhan Hidup Gunakan DBH Sawit untuk Lindungi Pekerja, Bupati Irwan Bawa Inovasi di Jamsostek Award Sulsel Jemput Bola! Petugas Antar Bantuan Lansia ke Rumah Nenek 84 Tahun di Angkona

Daerah

Tetap Pertahankan Nilai Lokal, Bupati Irwan Ajak Guru Tingkatkan Metode Pembelajaran AI

badge-check


					Tetap Pertahankan Nilai Lokal, Bupati Irwan Ajak Guru Tingkatkan Metode Pembelajaran AI Perbesar

Sorowako, Penalutim.com – ‎Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, secara resmi membuka Seminar dan Workshop Nasional yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Luwu Timur di Gedung Matano Player, Sorowako, Kecamatan Nuha, Rabu (06/05/2026).

‎Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (6-7 Mei 2026) ini mengangkat tema “Transformasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi AI untuk Generasi Berkarakter Unggul di Era Revolusi Industri 5.0”.

Acara tersebut turut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, dan Ketua PGRI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Hasnawi Haris.

‎Dalam sambutannya, Bupati Irwan menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan integritas dan akhlak mulia di era disrupsi teknologi.

‎”Pemerintah daerah berkomitmen membantu anak-anak Luwu Timur bersekolah karena kami percaya pendidikan bertujuan mencetak generasi cerdas yang memiliki karakter kuat untuk menghadapi tantangan zaman dengan bijak,” ujar Irwan.

‎Irwan berharap para guru dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kompetensi dalam menghadirkan metode pembelajaran yang adaptif terhadap teknologi Kecerdasan Buatan (AI), tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal.

‎Ia juga meminta pengurus PGRI memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna memastikan kebijakan pendidikan berjalan efektif di lapangan.

‎Sementara itu, Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, mendorong para pendidik untuk bersikap asertif dan terus meningkatkan kualitas diri agar tetap relevan di tengah perubahan teknologi yang masif.

‎Senada dengan hal tersebut, Ketua PGRI Sulsel, Prof. Dr. H. Hasnawi Haris menilai seminar ini sebagai ruang krusial bagi guru untuk berdiskusi sekaligus menyalurkan aspirasi profesi.

‎Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua II PGRI Sulsel beserta rombongan; Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII; Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Yusuf Pombatu; Wakapolres Luwu Timur, Kompol Hajriadi; Ketua PGRI Luwu Timur, H. Sunarto; Ketua PGRI dari wilayah Luwu Utara, Luwu, dan Palopo; Perwakilan Direktur External PT Vale Indonesia; serta Camat Nuha, Arief Fadillah Amier.

‎Seminar ini diikuti oleh seluruh perwakilan anggota PGRI se-Kabupaten Luwu Timur sebagai upaya mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan daerah, serta memperkuat peran guru dalam mencetak generasi unggul. (fir/ikp-humas/kominfo-sp)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ditinggal ke Kantor, Satu Rumah di Desa Puncak Indah Hangus Terbakar

23 Juli 2026 - 13:14 WITA

Peringati HAN 2026, Sekda Luwu Timur Dorong Gerakan Lindungi Anak

23 Juli 2026 - 07:24 WITA

Jadi Rujukan Hilirisasi Berkelanjutan, Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Morowali

23 Juli 2026 - 07:14 WITA

Trending di Daerah