Luwu Timur, Penalutim.com – Sejumlah persoalan infrastruktur dan kebutuhan dasar warga menjadi sorotan dalam dialog Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam bersama masyarakat Kecamatan Wotu, Sabtu malam (12/92026).
Dialog yang berlangsung sekitar tiga jam di salah satu rumah warga Desa Arolipu itu dihadiri langsung Bupati bersama sejumlah Kepala OPD. Warga berkesempatan menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Dua Kepala Desa yang mendampingi warga, yakni Kepala Desa Bawalipu Wahyuddin dan Kepala Desa Lampenai M. Zainal Bachrie.
Beragam kebutuhan disampaikan warga, mulai dari penerangan jalan, kondisi infrastruktur desa, penanganan sampah, rumah tidak layak huni, hingga insentif bagi perangkat desa dan keagamaan.
Warga meminta pemerintah daerah menambah dan memperbaiki lampu penerangan di sejumlah ruas jalan desa. Mereka juga mengusulkan bantuan perbaikan bagi rumah yang kondisinya sudah tidak layak huni.
Menanggapi aspirasi tersebut, Irwan menjelaskan pemerintah daerah akan menanganinya secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan anggaran.
Mengenai masalah sampah, Bupati meminta pemerintah desa dan masyarakat ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
“Persoalan sampah di sini ada Pak Kadis DLH. Tentunya kita juga penting untuk lebih proaktif mengedukasi warga, utamanya kepala desa untuk terus mengingatkan warganya. Kesadaran kita terhadap lingkungan yang sehat perlu disampaikan secara masif. Kita saling mengingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan,” pesan Bupati.
Sementara soal infrastruktur dan penerangan jalan, Irwan mengatakan saat ini pemerintah masih memprioritaskan pembenahan jalan poros. Untuk kebutuhan jalan desa akan diupayakan melalui penganggaran tahun berikutnya.
“Yang saat ini diprioritaskan adalah lampu jalan di jalan poros dulu. Soal jalan desa tetap kita usahakan penganggarannya pada tahun berikutnya. Ini penting karena kita benahi satu per satu terlebih dahulu,” jelasnya.
Adapun mengenai rumah tidak layak huni, Irwan meminta agar segera dibuatkan laporan ke Dinas Tata Ruang dan Permukiman atau Perkimtan Kabupaten Luwu Timur untuk ditindaklanjuti melalui program bedah rumah.
“Segera buat laporannya ke Dinas Perkimtan untuk dibuatkan bedah rumah,” pintanya.
Bupati menegaskan, dialog langsung dengan masyarakat merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendekatkan pelayanan. Dengan pola ini, masyarakat tidak perlu selalu datang ke Malili untuk menyampaikan persoalan.
“Ini kita permudah masyarakat. Kita yang menjemput apa yang menjadi persoalan. Termasuk infrastruktur, jalan di Wotu kita usahakan tidak ada lagi yang tidak diaspal,” tegas Irwan.
Setiap aspirasi yang disampaikan akan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah.
Dialog ini menjadi ruang bagi pemerintah daerah memetakan kebutuhan masyarakat secara langsung, sekaligus memilah persoalan yang bisa segera ditangani dan yang membutuhkan proses penganggaran.
Pemerintah daerah selanjutnya akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan OPD terkait untuk menindaklanjuti aspirasi warga Wotu secara bertahap.(nor/ikp-humas/kominfo-sp)












Komentar ditutup.