Luwu Timur, Penalutim.com – Beberapa hari terakhir, kabut asap pekat menyelimuti langit Bumi Batara Guru, Luwu Timur. Pegunungan yang biasanya gagah terlihat, kini hilang tertutup kabut. Matahari pagi pun seolah bersusah payah menampakkan cahayanya.
Kondisi ini membuat kualitas udara di ibu kota Luwu Timur memburuk drastis hingga masuk kategori darurat.
Masyarakat disekitarpun mulai mengeluhkan kondisi tersebut. Suminah, salah satu warga Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, mengaku mulai khawatir.
“Sudah berapa hari saya perhatikan ini kabut, saya kira kabut pagi,tapi kenapa sampai siang tidak hilang, jarak pandang kita jadi terganggu, kasian anak-anak yang pergi sekolah,jangan sampai kita seperti di kalimantan, banyak yang sesak nafas,batuk,” ucapnya.
Berdasarkan data AccuWeather terbaru, Rabu (14/10/2026) Indeks Kualitas Udara (AQI) di Malili, Sulawesi Selatan melonjak tajam ke angka 215 dengan kategori “Sangat Tidak Sehat”, Suhu udara tercatat 29°C.
Dengan AQI 215, udara di Malili sudah sangat berbahaya untuk dihirup. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh kelompok rentan, tetapi juga orang yang sehat sekalipun.
Gejala yang berpotensi muncul:
– Sesak napas dan nyeri dada
– Iritasi mata, hidung, dan tenggorokan
– Batuk berkepanjangan
– Memperparah asma dan penyakit jantung
– Sangat berbahaya bagi anak-anak, lansia, dan ibu hamil
Sumber utama kabut diduga kuat berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa titik, termasuk wilayah Towuti dan sekitar Padang Polisi, Desa Bantilang, serta asap kiriman dari karhutla Kalimantan dan Papua, yang terpantau Citra Satelit Himawari -9.
Untuk itu, di tengah kondisi darurat ini, warga diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra:
– Sebaiknya gunakan masker N95 jika harus keluar rumah
– Tutup rapat jendela, pintu, dan ventilasi rumah
– Tunda aktivitas olahraga dan kegiatan di luar ruangan
– Perbanyak minum air putih dan siapkan obat pribadi
– Jika mengalami sesak, segera ke fasilitas kesehatan terdekat
Hingga berita ini diturunkan, kabut asap masih menyelelimuti langit Luwu Timur, warga berharap kebakaran hutan dan lahan bisa segera usai, sehingga kualitas udara kembali normal.










Komentar ditutup.