Tomoni Timur, Penalutim.com — Dua perpustakaan desa di Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menjadi sasaran penilaian Tim Juri Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan tingkat Kabupaten Luwu Timur, Senin, 14 September 2026. Dua perpustakaan yang dinilai adalah Perpustakaan Desa Alam Buana dan Perpustakaan Desa Cendana Hitam Timur.
Tim penilai dipimpin Kepala Bidang Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu Timur, Suliati. Tim melibatkan sejumlah unsur, yakni Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta pegiat literasi Luwu Timur
Penilaian pertama berlangsung di Desa Alam Buana. Tim disambut Kepala Desa Alam Buana, I Made Redo, bersama pengelola perpustakaan desa. Proses penilaian turut didampingi Sekretaris Kecamatan Tomoni Timur, Kepala Seksi Pemerintahan, Kepala Seksi Pelayanan, dan sejumlah staf kecamatan.
Dari Alam Buana, tim kemudian melanjutkan penilaian ke Perpustakaan Desa Cendana Hitam Timur. Tim diterima Penjabat Kepala Desa Cendana Hitam Timur, Duma, S.Pd., bersama pengelola perpustakaan. Camat Tomoni Timur, Yulius, turut mendampingi proses penilaian tersebut.
Penilaian tidak hanya melihat keberadaan fisik perpustakaan. Tim memeriksa dokumen dan bukti dukung berdasarkan instrumen serta kuesioner yang sebelumnya telah diberikan kepada pengelola perpustakaan. Data dalam dokumen kemudian dicocokkan dengan kondisi faktual di lapangan sebelum diberikan nilai.
Suliati mengatakan lomba tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mencari perpustakaan dengan nilai tertinggi. Menurut dia, kompetisi itu merupakan salah satu instrumen untuk mendorong perubahan fungsi perpustakaan desa agar lebih aktif dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
“Lomba Perpustakaan Desa bukan sekadar mencari perpustakaan terbaik, tetapi mendorong lahirnya perpustakaan yang hidup, aktif, inovatif, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kesejahteraan masyarakat desa,” kata Suliati.
Secara umum, proses penilaian terhadap dua perpustakaan desa di Tomoni Timur berlangsung lancar. Sebagian besar dokumen yang menjadi bukti dukung instrumen penilaian tersedia di kedua perpustakaan tersebut. Tim juga melakukan pencocokan antara kelengkapan administrasi dengan praktik pengelolaan perpustakaan di lapangan.
Camat Tomoni Timur Yulius mengapresiasi pelaksanaan lomba yang digelar Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi pemicu bagi pemerintah desa untuk mengoptimalkan perpustakaan sebagai ruang belajar dan pusat aktivitas literasi masyarakat.
“Perpustakaan desa jangan hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku. Perpustakaan harus menjadi ruang yang hidup, tempat masyarakat memperoleh pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan berinteraksi,” ujar Yulius.
Ia juga meminta tim penilai memberikan catatan dan rekomendasi perbaikan kepada masing-masing perpustakaan. Catatan tersebut, kata dia, penting agar proses penilaian tidak berhenti pada penentuan peringkat, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan secara berkelanjutan.
Bagi pemerintah kecamatan, keberadaan perpustakaan desa merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia. Ketika perpustakaan mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat, fungsi perpustakaan tidak lagi sebatas menyediakan buku, melainkan dapat berkembang menjadi salah satu simpul pembelajaran, literasi digital, pemberdayaan, dan penguatan kapasitas masyarakat desa. (*)













Komentar ditutup.