Luwu Timur, Penalutim.com – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengajak pejabat, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta karyawan PT Vale Indonesia (PTVI) untuk beralih menggunakan tabung gas LPG non-subsidi ukuran 5 dan 12 kilogram.
Langkah itu dilakukan untuk menekan potensi kelangkaan LPG 3 kilogram sekaligus memastikan distribusi gas bersubsidi tepat sasaran, bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (Dagkop UKMP) Luwu Timur, Senfry Oktavianus, saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Luwu Timur, Kamis (17/9/2026)
Senfry menyampaikan, penggunaan LPG non-subsidi oleh kalangan mampu merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah, dalam menjaga ketersediaan LPG 3 kilogram di masyarakat.
Menurutnya, LPG 3 kilogram merupakan gas bersubsidi yang peruntukannya harus tepat sasaran.
Karena itu, ia mengajak seluruh pejabat dan ASN di lingkungan Pemkab Luwu Timur, termasuk karyawan PT Vale, untuk turut beralih menggunakan LPG non-subsidi.
“Langkah ini diharapkan dapat membantu memperlancar distribusi LPG 3 kilogram sekaligus mengurangi tekanan terhadap kebutuhan gas bersubsidi di lapangan,” ujarnya.
“Penggunaan LPG non-subsidi oleh masyarakat yang mampu merupakan salah satu bentuk dukungan untuk membantu pemerintah memastikan LPG 3 kilogram tepat sasaran,” tambah Senfry.
Pemkab Luwu Timur berharap ajakan tersebut menjadi gerakan bersama, sehingga ketersediaan LPG 3 kilogram tetap terjaga dan masyarakat yang berhak memperoleh subsidi dapat mengaksesnya dengan lebih mudah. (rhj/ikp-humas/kominfo-sp)










Komentar ditutup.