Luwu Timur, Penalutim.com – Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, mengimbau masyarakat mewaspadai modus penipuan online yang mengatasnamakan dirinya melalui aplikasi WhatsApp.
Imbauan itu muncul setelah akun WA mengatasnamakan Wabup diduga disadap atau diambil alih. Dalam pesan yang beredar, pelaku meminta pinjaman uang Rp2 juta dengan alasan akan dikembalikan keesokan harinya.
Tidak hanya itu, pelaku juga mengirimkan nomor rekening Allo Bank atas nama Puspawati. Hal ini berpotensi membuat penerima pesan percaya bahwa komunikasi tersebut benar-benar berasal dari Wabup.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya apabila menerima pesan WhatsApp yang mengatasnamakan saya atau meminta sejumlah uang. Sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu melalui komunikasi langsung, karena saat ini modus penipuan online semakin beragam,” ujar Hj. Puspawati Husler.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital masyarakat.
“Masyarakat juga harus semakin cerdas dan melek digital. Jangan hanya melihat nama atau foto profil, tetapi pastikan terlebih dahulu siapa yang mengirim pesan dan ke mana uang akan ditransfer. Jangan sampai karena percaya, kita justru menjadi korban penipuan,” lanjutnya.
Wabup juga mengingatkan agar tidak memberikan informasi penting seperti kode OTP, PIN, kata sandi, maupun data pribadi kepada pihak lain.
“Kalau ada yang menghubungi dan meminta uang atas nama saya, jangan langsung ditanggapi. Silakan dikonfirmasi terlebih dahulu,” tegasnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penipuan digital kini semakin beragam. Pelaku tak hanya memakai cara konvensional, tetapi juga memanfaatkan identitas pejabat, akun media sosial, hingga layanan perbankan digital.
Karena itu, masyarakat diminta menerapkan prinsip “cek dan verifikasi sebelum transfer”, terutama saat menerima permintaan uang secara tiba-tiba melalui WhatsApp.











Komentar ditutup.