Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pena Politik

Putus Rantai Kemiskinan, PGK Banten Tekankan Pentingnya Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Pemuda

badge-check

Putus Rantai Kemiskinan, PGK Banten Tekankan Pentingnya Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Pemuda Perbesar

Serang, Penalutim.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Banten menggelar diskusi publik untuk merefleksikan dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Diskusi yang digelar di salah satu hotel di Kota Serang, Banten, Kamis (22/10/2026) tersebut menjadi ruang dialog bagi mahasiswa dan pemuda untuk menyoroti berbagai program prioritas pemerintah sekaligus memberikan rekomendasi pembangunan.

Ketua DPW PGK Banten Muhamad Syamsul Hidayat, menyampaikan dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo diwarnai oleh berbagai dinamika sosial, politik, dan ekonomi,baik di tingkat nasional maupun global.

“Presiden kita memimpin dalam kondisi global yang sangat dinamis. Kemudian kondisi dalam negeri juga masih memerlukan banyak perbaikan. Oleh karena itu, momentum dua tahun pemerintahan ini perlu menjadi bahan refleksi bersama,” kata Syamsul saat membuka kegiatan diskusi.

Syamsul menjelaskan,beberapa program prioritas pemerintah yang terus menjadi perhatian masyarakat antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta target swasembada pangan dan energi.

Menurutnya, program-program ini perlu terus dikawal agar tepat sasaran, terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Soroti Sekolah Rakyat dan Kemiskinan

Salah satu program yang menjadi sorotan utama dalam diskusi tersebut adalah Sekolah Rakyat. Program ini dinilai memiliki peran strategi dalam memutus rantai kemiskinan antar generasi melalui pemerataan akses pendidikan.

“Sekolah Rakyat ini didirikan untuk memutus mata rantai kemiskinan. Anak-anak dari keluarga miskin diberikan fasilitas pendidikan secara penuh oleh negara agar ke depan memiliki masa depan yang lebih baik dan mampu mengubah kondisi ekonomi keluarganya,” kata Syamsul.

Selain pendidikan, Syamsul menyinggung isu kemiskinan nasional. Meskipun data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya tren penurunan angka kemiskinan secara kuantitatif, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas kehidupan nyata di masyarakat.

“Kita tentu tidak berhenti pada angka kuantitatif penurunan kemiskinan. Jauh lebih dalam, kita harus melihat bagaimana kehidupan, terutama anak-anak muda, agar benar-benar bisa keluar dari jurang kemiskinan,” tuturnya.

Ia menambahkan,pemerintah perlu lebih fokus pada pemberdayaan generasi muda melalui pembukaan akses ekonomi,pelatihan keterampilan,dan penyelarasan kemampuan sesuai kebutuhan pasar kerja.

Libatkan Aktivis Mahasiswa

Diskusi publik ini juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan organisasi kepemudaan, pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), serta mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).

Melalui forum ini, PGK Banten berharap partisipasi kritis dan konstruktif dari kalangan pemuda dapat terus diperkuat sebagai fungsi pengawasan sosial terhadap kebijakan pemerintah.

“Melalui diskusi hari ini, teman-teman bisa menanyakan berbagai fenomena yang terjadi di republik ini. Harapannya, kita bisa menemukan solusi dan rekomendasi agar negara kita ke depan menjadi lebih baik. Kita kawal perbaikan-perbaikan tersebut di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pegiat Ekonomi Kreatif Bandung Apresiasi Program Prabowo, Dorong Kesempatan Kerja Anak Muda

22 Okt 2026 - 15:16 WITA

Pegiat Ekonomi Kreatif Bandung Apresiasi Program Prabowo, Dorong Kesempatan Kerja Anak Muda

Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Dendi Budiman Soroti Masih Adanya Kongkalikongnomic

22 Okt 2026 - 14:56 WITA

Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Dendi Budiman Soroti Masih Adanya Kongkalikongnomic

Pengamat Sebut Keputusan KPU Tak Tambah Anggaran Bukti Perhitungan Matang dan Realistis

16 Sep 2026 - 16:05 WITA

Pengamat Sebut Keputusan KPU Tak Tambah Anggaran Bukti Perhitungan Matang dan Realistis
Trending di Pena Politik