Menu

Mode Gelap
Bukan Penggusuran! Ini Alasan Pemkab Luwu Timur Lakukan Pengosongan Lahan di Laoli Picu Kebakaran 3 Rumah di Wewangriu, Kenali Cara Cegah Korsleting Listrik di Rumah Perkuat Keterbukaan Informasi, PT Vale Ajak Jurnalis Upskilling dan Tinjau ESG di Sorowako Harmoni dan Toleransi Nyata Warnai Penyambutan UAS di Luwu Timur Hadiri Pelantikan KKLR Kepri, Wabup Luwu Timur Beri Pesan Moral ke Diaspora ‎Anti Mager! Gaya Kompak Gubernur Andi Sudirman dan Bupati Ibas di HUT Torut

Nasional

21 Staf OJK Sabet Beasiswa Dari Pemerintah Belanda

badge-check


					21 Staf OJK Sabet Beasiswa Dari Pemerintah Belanda Perbesar

Penalutim.com, Jakarta – Untuk mengembangkan kurikulum program sertifikasi pengawas lembaga keuangan, 21 staf Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendapatkan beasiswa StuNed dari Pemerintah Belanda untuk mengikuti pelatihan. Penyerahan beasiswa secara daring disampaikan oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, kepada R. Moh. Numan Rizal, Direktur Pengembangan dan Asesmen Sumber Daya Manusia (SDM) OJK, bersamaan dengan pembukaan pelatihan yang dihadiri oleh Profesor Remco Zwinkels, Direktur Program Master Bidang Keuangan, Vrije University, pada hari Selasa (26/1/2021).

Fungsi utama OJK adalah mendorong dan menyelenggarakan sistem regulasi dan pengawasan yang terintegrasi ke dalam keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan di Indonesia, yang meliputi perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank. Saat ini OJK sedang mengembangkan program sertifikasi pengawas untuk meningkatkan dan memperbarui keterampilan dan pengetahuannya.

“Sebagai pengawas lembaga keuangan, OJK perlu menyesuaikan kecepatan pengembangan kompetensi SDM dengan industri keuangan yang bergerak cepat,” tutur Nu’man Rizal saat acara pembukaan pelatihan.

Vrije University dari kota Amsterdam memiliki keahlian di bidang pengawasan perbankan, pasar modal, serta sektor keuangan non-bank. Selain itu, VU Amsterdam memiliki rekam jejak yang panjang dalam mengembangkan kurikulum dan metodologi pengajaran bagi para profesional seperti staf OJK.

“VU memiliki jejaring kerja yang luas di sektor keuangan, sehingga dalam pelatihan juga ada studi banding secara virtual, ke Bank Sentral Belanda dan Otoritas Pasar Keuangan Belanda,” ungkap Profesor Remco dalam kesempatan yang sama.

Mengingat situasi pandemi, pelatihan ini diselenggarakan secara daring. Total ada 32 sesi, dengan setiap sesi membutuhkan waktu setengah hari pelatihan. Dengan menyesuaikan waktu kerja staf OJK, pelatihan ini akan berlangsung sampai bulan Juli 2021.

Dalam kesempatan yang sama, Peter van Tuijl mengutarakan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk kerja sama Belanda dan Indonesia di bidang peningkatan ekonomi. “Ini kerja sama yang strategis, mengingat OJK merupakan instansi penting bagi pilar ekonomi Indonesia” pungkasnya.

Untuk diketahui, StuNed, singkatan dari Studeren in Nederland, atau studi di Belanda, adalah program beasiswa yang merupakan bagian dari kebijakan kerjasama pembangunan pemerintah Belanda. Kerangka kerjasama bilateral tersebut tercantum dalam Multi-Annual Policy Framework, yang memiliki beberapa bidang prioritas, termasuk diantaranya Perdagangan Internasional, Keuangan dan Ekonomi (International Trade, Finance and Economics), Keamanan dan Penegakan Hukum (Security and Rule of Law), serta Agro-Pangan dan Hortikultura (Agro-Food and Horticulture).

 

Penulis : Redaksi

Editor : Ning Rahayu

Foto : Redaksi

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ikuti Bimtek Aswakada, Wabup Puspawati Siap Terapkan Inovasi Baru untuk Luwu Timur

24 Juli 2026 - 04:18 WITA

Tingkatkan Efektivitas GPM, Bupati Irwan Minta Jangkauan Diperluas ke Tingkat Desa

21 Juli 2026 - 11:26 WITA

Modern dan Ramah Lingkungan, Pelabuhan Balantang PT Vale Sabet Penghargaan ASRI 2026

17 Juli 2026 - 12:32 WITA

Trending di Business