LUWU TIMUR, PENALUTIM.COM – Upaya mencari dan mengembangkan bibit atlet tidak harus menunggu kompetisi berskala besar. Dari turnamen yang digelar di tingkat wilayah, potensi olahraga lokal justru dapat mulai dipetakan.
Semangat itu terlihat dalam pelaksanaan **Turnamen Bupati Cup II wilayah Loeha Raya** yang resmi dibuka di Lapangan Desa Bantilang, Kecamatan Towuti, Selasa (8/9/2026).
Turnamen yang berlangsung hingga 13 September 2026 tersebut mempertandingkan tiga cabang, yakni futsal, voli putri dan domino. Panitia menyiapkan total hadiah Rp20 juta bagi para peserta.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparmudora) Kabupaten Luwu Timur, **Muhammad Safaat DP**, mengatakan kompetisi tingkat wilayah seperti Bupati Cup memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar menentukan pemenang.
Menurutnya, turnamen dapat menjadi ruang awal untuk melihat potensi atlet yang tumbuh dari masyarakat, sekaligus memberikan pengalaman kompetisi kepada generasi muda.
“Kompetisi seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya olahraga. Dari kegiatan tingkat wilayah, kita bisa melihat potensi-potensi yang nantinya dapat dibina lebih lanjut,” ujar Muhammad Safaat DP.
Ia menilai pembinaan olahraga harus dilakukan secara berjenjang. Kompetisi lokal dapat menjadi tahap awal sebelum atlet potensial diarahkan mengikuti pertandingan pada tingkat kecamatan, kabupaten maupun level yang lebih tinggi.
Karena itu, Safaat mendorong agar kegiatan olahraga masyarakat tidak berhenti setelah turnamen berakhir.
Saat membuka kegiatan, Kepala Bidang Olahraga Disparmudora Luwu Timur, Mahyuddin, yang mewakili Kepala Disparmudora, mengingatkan peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan.
“Juara nomor kesekian, yang utama adalah sportivitas, karena ajang ini untuk mempererat tali silaturahmi antar masyarakat,” katanya.
Pesan tersebut menjadi salah satu nilai utama dalam pelaksanaan Bupati Cup II Loeha Raya.
Pertandingan tetap diharapkan berlangsung kompetitif, tetapi persaingan tidak boleh menghilangkan semangat kebersamaan masyarakat yang datang dari berbagai wilayah di Loeha Raya.
Safaat mengatakan nilai sportivitas juga merupakan bagian dari proses pembinaan atlet.
Menurutnya, atlet yang memiliki kemampuan teknis perlu dibarengi dengan karakter, kedisiplinan dan kemampuan menghargai lawan.
“Pembinaan atlet bukan hanya soal kemampuan bermain. Sportivitas dan karakter juga harus dibentuk sejak kompetisi di tingkat paling bawah,” ujarnya.
Bupati Cup II juga mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintah setempat.
Sejumlah pihak yang hadir antara lain Kepala Puskesmas Bantilang, Kepala Desa Loeha, Kepala SD 266 Bantilang dan Kepala SMPN 2 Towuti.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa aktivitas olahraga dapat menjadi ruang kolaborasi masyarakat sekaligus wadah kegiatan positif bagi generasi muda.
Disparmudora berharap turnamen seperti ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak anak muda memiliki kesempatan untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuan.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, pemain potensial yang muncul dari Loeha Raya diharapkan dapat diarahkan untuk memperkuat tim dan cabang olahraga Luwu Timur pada kompetisi yang lebih tinggi.
Bupati Cup II Loeha Raya akhirnya tidak hanya menjadi arena perebutan hadiah Rp20 juta. Lebih dari itu, turnamen tersebut menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan masyarakat, membangun sportivitas sekaligus membuka peluang bagi munculnya talenta olahraga dari wilayah Loeha Raya.










Komentar ditutup.