Menu

Mode Gelap
Jemput Bola! Petugas Antar Bantuan Lansia ke Rumah Nenek 84 Tahun di Angkona Tingkatkan Efektivitas GPM, Bupati Irwan Minta Jangkauan Diperluas ke Tingkat Desa Resmi Cair! 138 Lansia Towuti Terima Bantuan Rp3 Juta Kemenag Lutim Ganti Pimpinan, Bupati Irwan Harap Pelayanan Keagamaan Makin Baik Keren! Sabet 10 Medali, FORKI Luwu Timur Raih Peringkat 9 Besar di Kejuaraan Karate Internasional Dorong Transformasi Digital, Pemkab Luwu Belajar Sistem Absensi ASN di Luwu Timur

Daerah

Petani Tambak Wewangriu Keluhkan Kemunculan Buaya di Empang

badge-check


					Petani Tambak Wewangriu Keluhkan Kemunculan Buaya di Empang Perbesar

Penalutim.Com, Malili – Petani tambak di desa Wewangriu, kecamatan Malili, kabupaten Luwu Timur, keluhkan keberadaan peredator buaya yang dianggap menjadi hama bagi usaha pertambakan.

ABD Israfil salah seorang petani tambak di desa Wewangriu, kepada media ini Sabtu (21/9/2024) mengatakan, dengan kemunculan banyaknya buaya di area tambaknya, menjadi hama serta berpengaruh pada hasil panen tambak yang tidak sesuai dengan harapan.

“Di sini pak banyak buaya mulai dari yang ukuran kecil, sampai yang berukuran 4 meter panjangnya, bahkan ada beberapa buaya yang berukuran kecil tertangkap dalam empang,” ucapnya.

Untuk itu ia meminta kepada instansi terkait bisa mencarikan solusi, untuk mengatasi peredator buaya karena dapat mengganggu pendapatan dan hasil tambak mereka.

Ia juga mengingatkan, sebelum ada korban jiwa secepatnya pihak pemerintah mengambil langkah penyelamatan, terutama bagi buaya yang menjadi hewan di lindungi.

Sementara itu kepala dinas Kelautan Perikanan dan Pangan (Diskan) Lutim Alimuddin Natsir, yang di konfirmasi Penalutim melalui via WhatsApp mengatakan, pihaknya akan mencarikan solusi untuk mengatasi keluhan para petani tambak dengan predator buaya tersebut.

Dia juga menuturkan akan mengambil langkah-langkah tepat agar tidak merugikan satu dan lainya, sehingga petani tambak dapat merasa aman dan nyaman dalam berusaha, juga populasi buaya yang berada di daerah tersebut juga dapat terlindungi.

Alimuddin juga menuturkan, akan berkordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Luwu Timur, untuk mencarikan solusi yang baik.

“Kami akan berkoordinasi dengan BKSDA Lutim, untuk mencarikan jalan keluar dalam mengatasi predator buaya yang dianggap menjadi hama bagi para petani tambak, kita berharap agar penanganan predator buaya dapat teratasi dengan aman dan lancar” harapnya. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jemput Bola! Petugas Antar Bantuan Lansia ke Rumah Nenek 84 Tahun di Angkona

21 Juli 2026 - 11:53 WITA

Tingkatkan Efektivitas GPM, Bupati Irwan Minta Jangkauan Diperluas ke Tingkat Desa

21 Juli 2026 - 11:26 WITA

Resmi Cair! 138 Lansia Towuti Terima Bantuan Rp3 Juta

21 Juli 2026 - 11:03 WITA

Trending di Daerah