Menu

Mode Gelap
Ditinggal ke Kantor, Satu Rumah di Desa Puncak Indah Hangus Terbakar Peringati HAN 2026, Sekda Luwu Timur Dorong Gerakan Lindungi Anak Jadi Rujukan Hilirisasi Berkelanjutan, Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Morowali Tangis Haru di Tomoni: Kartu Lansia Jadi Penyelamat Biaya Berobat dan Kebutuhan Hidup Gunakan DBH Sawit untuk Lindungi Pekerja, Bupati Irwan Bawa Inovasi di Jamsostek Award Sulsel Jemput Bola! Petugas Antar Bantuan Lansia ke Rumah Nenek 84 Tahun di Angkona

Daerah

Peringati HAN 2026, Sekda Luwu Timur Dorong Gerakan Lindungi Anak

badge-check


					Peringati HAN 2026, Sekda Luwu Timur Dorong Gerakan Lindungi Anak Perbesar

Luwu Timur, Penalutim.com – Setiap anak berhak tumbuh dan berkembang dalam rasa aman, baik di lingkungan keluarga, sekolah, hingga ruang publik dan digital. Dari rasa aman inilah akan lahir generasi yang tangguh, cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di pelataran Kantor Bupati Luwu Timur, Malili, Kamis pagi (23/7/2026).

Peringatan yang dilaksanakan setiap 23 Juli ini diikuti oleh seluruh ASN dan pelajar sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan lingkungan yang ramah bagi anak.

 

Tema HAN ke-42 ini, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, menjadi penegasan bahwa setiap anak adalah pribadi yang berharga. Anak bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek yang harus dihormati, didengar pendapatnya, dan diberi ruang untuk berpartisipasi sesuai usia serta tingkat kematangannya.

Lanjut Sekda Ramadhan Pirade membacakan pidato Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, yang menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan.

“Momentum ini adalah pengingat bagi kita semua, pemerintah, keluarga, masyarakat, dan dunia usaha, bahwa perlindungan dan pemenuhan hak anak adalah tanggung jawab bersama,” tegas Sekda Ramadhan.

Ia menuturkan bahwa perlindungan anak juga berarti memastikan mereka memiliki keberanian untuk bersuara ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman.

“Jika merasa takut atau mengalami hal yang tidak menyenangkan, jangan ragu melapor kepada orang dewasa yang dipercaya atau melalui layanan SAPA 129. Negara, pemerintah, dan masyarakat akan selalu hadir melindungi,” ujarnya.

Sekda Ramadhan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam Gerakan BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) agar perlindungan anak menjangkau hingga ke desa dan ruang digital.

“Mari kita pastikan semangat ini bergema dari kota hingga pelosok desa, dari ruang kelas hingga ruang digital, agar setiap anak tumbuh dengan rasa aman dan dihargai,” terangnya.

Menurutnya, perlindungan anak hari ini menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045, dengan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Di akhir amanat, ia kembali menekankan kolaborasi lintas sektor melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA), agar Luwu Timur terus menjadi daerah yang ramah dan aman bagi anak. (asn/ikp-humas/kominfo-sp)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ditinggal ke Kantor, Satu Rumah di Desa Puncak Indah Hangus Terbakar

23 Juli 2026 - 13:14 WITA

Jadi Rujukan Hilirisasi Berkelanjutan, Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Morowali

23 Juli 2026 - 07:14 WITA

Tangis Haru di Tomoni: Kartu Lansia Jadi Penyelamat Biaya Berobat dan Kebutuhan Hidup

23 Juli 2026 - 00:25 WITA

Trending di Daerah