LUWU TIMUR, PENALUTIM.COM – Prestasi karateka muda Kabupaten Luwu Timur kembali mencuri perhatian. Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Luwu Timur sukses mengoleksi 8 medali emas dan 2 medali perak dalam ajang pertandingan karate.
Capaian tersebut tidak sekadar menambah daftar prestasi olahraga daerah, tetapi juga menjadi gambaran bahwa proses pembinaan atlet usia dini hingga junior di Luwu Timur mulai menunjukkan hasil.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Luwu Timur, Muhammad Safaat DP, menyambut positif capaian para karateka muda tersebut.
Menurutnya, prestasi atlet daerah merupakan bagian penting dari upaya membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan, khususnya dalam menyiapkan atlet sejak usia dini.
“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Luwu Timur. Yang tidak kalah penting adalah proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan sehingga anak-anak kita memiliki ruang untuk berkembang dan berprestasi,” ujar Muhammad Safaat DP.
Ia menilai keberhasilan atlet muda dalam sebuah kejuaraan tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diraih. Pengalaman bertanding, kedisiplinan, mental kompetisi dan konsistensi latihan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan atlet.
Karena itu, pembinaan olahraga di tingkat daerah perlu terus didorong dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari organisasi cabang olahraga, pelatih, sekolah hingga orang tua atlet.
“Regenerasi harus menjadi perhatian. Atlet-atlet yang sekarang berprestasi di usia dini dan junior ini diharapkan bisa menjadi bagian dari kekuatan olahraga Luwu Timur di masa mendatang,” katanya.
8 Emas dan 2 Perak dari Karateka Muda
Ketua INKAI Luwu Timur, Arman Amrullah, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang tampil membawa nama daerah.
Ia menyebut raihan 8 medali emas dan 2 perak merupakan buah dari proses latihan, kedisiplinan atlet serta dukungan pelatih dan orang tua.
“Alhamdulillah, INKAI Luwu Timur berhasil meraih 8 emas dan 2 perak. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pembinaan atlet,” ujar Arman.
Dari Dojo SMKN 1 Luwu Timur, sejumlah karateka yang turun pada kelas junior usia 16-17 tahun menunjukkan performa apik.
Aulia Jessica berhasil merebut emas pada nomor kata perorangan putri. Prestasi serupa juga diraih Alfira Kamsa.
Pada nomor kata perorangan putra, Haikal turut menyumbangkan medali emas untuk kontingen INKAI Luwu Timur.
Sementara Komang Rahayu tampil impresif dengan meraih emas pada nomor kata perorangan putri.
Komang kembali mempersembahkan emas melalui nomor kata beregu bersama Aulia Ramadhani dan Sarti. Kekompakan ketiganya semakin memperkuat perolehan medali Dojo SMKN 1 Luwu Timur.
Prestasi berikutnya datang dari Dojo Batara Guru, yang menurunkan karateka dari kelompok usia dini hingga pemula.
Pada kelas usia dini 8-9 tahun nomor kata perorangan putra, Andi Al-Quds Filistin MS, siswa SD IT Insan Rabbani, berhasil meraih emas.
Kemudian pada kelas pra-pemula usia 10-11 tahun nomor kata perorangan, Muh. Fathur Hajar, yang juga berasal dari SD IT Insan Rabbani, sukses merebut emas.
Dua karateka lainnya, Azzam Rajmal Maulana dan A. Muhammad Zaki Darajat M, masing-masing meraih medali perak. Keduanya merupakan siswa SDN 238 Mallaulu.
Sementara pada kelas pemula usia 12-13 tahun nomor kata perorangan, Muh. Fathir Hajar, siswa SMP Negeri 1 Malili, kembali menyumbangkan medali emas.
Arman mengatakan, raihan tersebut menunjukkan pembinaan karate di Luwu Timur telah berjalan dari kelompok usia dini hingga junior.
Menurutnya, keberhasilan tersebut harus dilihat sebagai bagian dari proses panjang membangun regenerasi atlet.
“Yang paling penting bukan hanya jumlah medalinya, tetapi bagaimana anak-anak ini mendapatkan pengalaman bertanding dan terus berkembang. Kami ingin pembinaan dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi pemacu semangat bagi karateka muda lainnya di Luwu Timur untuk lebih disiplin berlatih dan berani mengikuti berbagai kejuaraan.
Arman juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, orang tua dan seluruh pihak yang memberikan dukungan kepada atlet selama menjalani proses latihan hingga pertandingan.
Sementara itu, dari perspektif pembinaan olahraga daerah, Muhammad Safaat DP menegaskan bahwa munculnya atlet-atlet berprestasi sejak usia dini merupakan modal penting bagi masa depan olahraga Luwu Timur.
“Prestasi hari ini harus menjadi pijakan untuk pembinaan berikutnya. Kita berharap semakin banyak atlet muda yang muncul dan memiliki kesempatan untuk berkembang hingga ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Dengan raihan 8 medali emas dan 2 medali perak, INKAI Luwu Timur kini memiliki modal positif untuk memperkuat regenerasi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan karate di daerah.
Bagi Pemkab Luwu Timur, capaian tersebut juga menjadi pengingat bahwa investasi olahraga tidak hanya berbicara tentang podium dan medali, tetapi tentang membangun generasi muda yang disiplin, tangguh dan memiliki mental kompetitif.










Komentar ditutup.