LUWU TIMUR, PENALUTIM – Lapangan desa tidak hanya menjadi tempat bertanding. Di Desa Balantang, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, olahraga mulai didorong menjadi ruang untuk menemukan dan membina potensi generasi muda.
Hal itu terlihat dalam pertandingan Mini Soccer se-Desa Balantang yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Palopo (UMP) di Lapangan Birawa, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN UMP selama menjalankan pengabdian di Desa Balantang.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Luwu Timur, **Muhammad Safaat DP**, mengatakan kegiatan olahraga yang tumbuh dari tingkat desa memiliki nilai strategis karena tidak hanya berkaitan dengan aktivitas fisik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pembinaan generasi muda.
Menurutnya, kegiatan olahraga seperti mini soccer dapat menjadi wadah bagi anak-anak dan pemuda untuk mengembangkan bakat sekaligus membangun karakter melalui kedisiplinan, kerja sama dan sportivitas.
“Pembinaan olahraga tidak selalu harus dimulai dari kompetisi besar. Kegiatan di tingkat desa seperti ini justru menjadi ruang awal untuk melihat potensi anak-anak muda yang nantinya dapat dikembangkan lebih lanjut,” kata Muhammad Safaat DP.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa KKN dalam menginisiasi kegiatan olahraga juga memberikan manfaat ganda bagi masyarakat. Selain menjalankan program pengabdian, mahasiswa turut mendorong munculnya aktivitas positif yang melibatkan generasi muda di desa.
Pertandingan tersebut diikuti warga dan generasi muda Desa Balantang. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan itu dimanfaatkan sebagai momentum mempererat hubungan antarwarga.
Sekretaris KONI Luwu Timur, Irwan, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengingatkan para peserta agar tetap menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan.
“Tetap jaga sportivitas. Dari kegiatan seperti inilah kita bisa melihat dan mencetak generasi-generasi yang memiliki potensi,” kata Irwan.
Ia mengatakan KONI Luwu Timur akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga berbasis desa sebagai salah satu bagian dari jalur pembinaan atlet muda.
Pemerintah Desa Balantang berharap kegiatan olahraga yang lahir dari program KKN tersebut tidak berhenti setelah mahasiswa meninggalkan desa.
Pj Kepala Desa Balantang, Hasimning, mengatakan keberlanjutan kegiatan menjadi penting agar minat generasi muda terhadap olahraga dapat terus terwadahi.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Mudah-mudahan ke depan terus ada kegiatan olahraga yang dapat menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk mengembangkan bakat dan prestasinya,” ujar Hasimning.
Harapan serupa disampaikan Ketua BPD Desa Balantang yang mengapresiasi pertandingan tersebut sebagai momentum memperkuat kebersamaan warga, terutama di kalangan generasi muda.
Pertandingan turut dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda dan warga yang menyaksikan langsung jalannya pertandingan dari sisi lapangan.
Bagi pemerintah daerah, kegiatan semacam ini menunjukkan bahwa pembinaan olahraga dapat tumbuh dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat.
Dari lapangan desa, talenta-talenta baru dapat ditemukan. Tantangannya kemudian adalah memastikan potensi tersebut mendapat ruang latihan, kompetisi dan pembinaan secara berkelanjutan.










Komentar ditutup.