LUWU TIMUR, PENALUTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat upaya menjadikan Danau Matano sebagai Geopark Nasional. Berbagai dokumen pendukung dan persyaratan administrasi kini tengah dipersiapkan guna memenuhi tahapan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Luwu Timur, Muhammad Safaat DP, menegaskan pihaknya berkomitmen mengawal seluruh proses hingga Danau Matano memperoleh pengakuan sebagai Geopark Nasional.
“Pemerintah daerah akan berupaya melengkapi semua dokumen yang dibutuhkan dan mengikuti seluruh proses yang dipersyaratkan agar Danau Matano dapat menuju status Geopark Nasional,” ujar Safaat, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, Danau Matano memiliki kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta nilai budaya yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan geopark. Dengan status tersebut, Danau Matano diharapkan semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Safaat menjelaskan, penetapan Geopark Nasional bukan hanya soal pengakuan terhadap keunikan kawasan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui sektor pariwisata, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Danau Matano memiliki karakteristik yang sangat istimewa. Selain dikenal sebagai salah satu danau terdalam di dunia, kawasan ini juga menyimpan kekayaan alam dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Luwu Timur,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses menuju Geopark Nasional membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, komunitas, hingga masyarakat sekitar kawasan danau.
Karena itu, Disparpora Luwu Timur terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan seluruh aspek penilaian dapat terpenuhi sesuai standar yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Jika status Geopark Nasional dapat diraih, manfaatnya akan sangat besar bagi promosi daerah, peningkatan kunjungan wisatawan, hingga penguatan ekonomi masyarakat,” tambah Safaat.
Pemkab Luwu Timur optimistis dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Danau Matano dapat segera memenuhi persyaratan yang dibutuhkan dan menjadi salah satu kawasan geopark unggulan di Indonesia.






