Menu

Mode Gelap
Keren! Sabet 10 Medali, FORKI Luwu Timur Raih Peringkat 9 Besar di Kejuaraan Karate Internasional Dorong Transformasi Digital, Pemkab Luwu Belajar Sistem Absensi ASN di Luwu Timur Final Piala Dunia 2026: Pemkab Luwu Timur Gelar Nobar Serentak di 11 Kecamatan Dukung PSN, Bupati Irwan Tegaskan Hak Warga Terdampak Jadi Prioritas Matangkan Persiapan Lewat Raker, KONI Luwu Timur Bidik 10 Besar di Porprov Sulsel Dari Korban Kebakaran Hingga Pasien IGD, 79 Lansia Nuha Terima Kartu ATM Lansia

Daerah

Hadapi Tantangan Industri Tambang Nikel, Yusuf Politisi PAN : Bangun Industri Lada, Padi dan Rumput Laut

badge-check


					Hadapi Tantangan Industri Tambang Nikel, Yusuf Politisi PAN : Bangun Industri Lada,  Padi dan Rumput Laut Perbesar

Sorowako, Penalutim.com – Selamat Hari Jadi  Luwu Timur ke22 tahun. Usia menuju kedewasaan banyak harapan dan tantangan kedepannya, di Usia ini Luwu Timur akan memasuki era industri sektor pertambangan nikkel. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Luwu Timur, Yusuf Pombatu dari Dapil kecamatan Nuha-Towuti, Selasa (6/5/2025).

Menurut Politisi Fraksi PAN ini, Tambang Nikel akan berdampak positif pada pembangunan di daerah, dengan harapan Luwu timur semakin maju dan masyarakatnya sejahtera.

“Disamping hal itu ada tantangan di depan yang harus dikelola dengan baik, khusunya bagi pemerintah daerah dalam menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi pertambangan dengan perlindungan Lingkungan, gejolak sosial, kesempatan kerja, kontraktor lokal, UMKM lokal dan sektor pertanian,” Ucap Yusuf Pombatu

  1. Isu lingkungan menjadi hal yang umum terjadi pada sektor pertambangan. Dampak umum terjadi pengundulan hutan dan limbah akibat pengolahan nikkel. Komitmen
    perusahaan tambang terhadap kelestarian lingkungan dan pengawasan pemerintah daerah di harapkan akan mengurangi dampak tersebut. Dengan melakukan reklamasi berkesinambungan pada daerah pasca tambang dan penggunaan teknologi untuk mengurangi limbah pengolahan Nikkel.
  2. Masyarakat lokal bisa saja merasakan tidak mendapatkan manfaat dari proses pertambangan, isu tenaga kerja kadang menjadi isu sentral. Perlu ada perhatian serius dari pemerintah melalui Perda dan komitmen dari perusahaan. Perda perlindungan tenaga kerja lokal perlu segera direalisasiakan yang memberikan kesempatan kepada TK lokal untuk dilatih menjadi tenaga terampil bersetifikat. Kesempatan Kerja diatur dengan prosentase lebih tinggi/maksimal untuk tenaga kerja lokal dari pada tenaga kerja dari luar.
  3. Tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR adalah konsep dimana perusahaan tambang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar yang berkelanjutan bidang pendidikan, kesehatan ataupun bantuan UMKM dalam bentuk pembinaan dan modal untuk tumbuh berkembang.
  4. Pada era industri tambang Nikkel maka Luwu Timur akan kedatangan ribuan tenaga kerja dari luar dan akan terkonsentrasi pada wilayah tertentu. Banyak budaya dan prilaku baru akan saling berbenturan yang akan berimbas pada ketertiban dan kemananan.
  5. Sektor pertanian adalah mata pencaharian terbesar di Luwu Timur sehingga perlu ada perhatian serius. disamping program-program keberpihakan pada petani yang akan dicanangkan pemerintah. Mungkin sudah saatnya program hilirisasi sektor pertanian, pengolahan padi, pengolahan rumput laut atau Lada yang menjadi salah satu primadona pertanian di Luwu Timur dengan mendirikan Industri pegolahan Lada bubuk. Hal ini akan menambah pendapatan masyarakat dan akan menyerap tenaga kerja. (Rm)
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Keren! Sabet 10 Medali, FORKI Luwu Timur Raih Peringkat 9 Besar di Kejuaraan Karate Internasional

20 Juli 2026 - 12:14 WITA

Dorong Transformasi Digital, Pemkab Luwu Belajar Sistem Absensi ASN di Luwu Timur

20 Juli 2026 - 10:01 WITA

Final Piala Dunia 2026: Pemkab Luwu Timur Gelar Nobar Serentak di 11 Kecamatan

19 Juli 2026 - 07:31 WITA

Trending di Daerah