Menu

Otomatis
Breaking News

Daerah

Dampak Kemarau Panjang di Luwu Timur: Air Menipis,162 Kebakaran Terjadi

badge-check

Dampak Kemarau Panjang di Luwu Timur: Air Menipis,162 Kebakaran Terjadi Perbesar

Luwu Timur, Penalutim.com – Musim kemarau di Sulawesi Selatan tahun ini diprediksi akan berlangsung lama. BMKG memperkirakan kemarau masih berlangsung hingga Oktober – November 2026, lebih panjang dari biasanya karena pengaruh El Niño.

Puncaknya terjadi pada Agustus hingga September. Dampaknya sudah terasa sampai ke pelosok, termasuk Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.

Distribusi Air di Malili Terganggu

Perumdam Waemami melalui akun media sosial resminya mengumumkan, debit air di reservoir menurun drastis. Akibatnya distribusi air ke seluruh wilayah layanan Malili menjadi tidak normal.

Wilayah yang paling merasakan adalah daerah terjauh dan kawasan ketinggian.

“Untuk mengantisipasi ketidaklancaran distribusi, kami mengimbau seluruh pelanggan agar selalu menampung air,” tulis Perumdam Waemami.

Kebakaran Lahan Tembus 162 Kejadian

Selain krisis air, kemarau panjang juga memicu kebakaran. Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Luwu Timur mencatat 162 kejadian kebakaran terjadi sejak Januari hingga Agustus 2026.

Agustus menjadi puncaknya. Dalam sebulan saja tercatat 78 kejadian, atau hampir 48% dari total kejadian selama 8 bulan.

Untuk itu, Disdamkar Luwu Timur mengajak warga lebih waspada dengan 5 langkah:

1. Periksa instalasi listrik secara berkala.

2. Jangan tinggalkan kompor menyala saat tidak diawasi.

3. Jangan bakar sampah sembarangan.

4. Pastikan tabung gas dan selang dalam kondisi aman.

5. Segera laporkan jika terjadi kebakaran ke Layanan Darurat 112×24 jam.

Pemerintah daerah juga terus memantau titik-titik rawan agar api tidak muncul kembali.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat meninjau lokasi kebakaran di Desa Puncak Indah beberapa waktu lalu menekankan pentingnya kewaspadaan warga.

“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melakukan aktivitas pembakaran di lahan, mengingat kondisi cuaca dan angin dapat menyebabkan api maupun abu pembakaran mudah menyebar,” ujarnya.

Dengan prediksi kemarau yang masih akan berlangsung 2 bulan ke depan, warga diimbau menghemat air dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.(**)

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Fasilitas Belajar Memprihatinkan, Bupati Luwu Timur Minta Kepsek Percepat Isi One Data

2 Sep 2026 - 11:33 WITA

Fasilitas Belajar Memprihatinkan, Bupati Luwu Timur Minta Kepsek Percepat Isi One Data

Atasi Stunting, Dinas PPKB Luwu Timur Gelar Dapur Sehat di 53 Desa Lokus

2 Sep 2026 - 11:22 WITA

Atasi Stunting, Dinas PPKB Luwu Timur Gelar Dapur Sehat di 53 Desa Lokus

HUT Kejaksaan ke-81, Kajari Lutim Tekankan Pencegahan Sebelum Penindakan

2 Sep 2026 - 08:03 WITA

HUT Kejaksaan ke-81, Kajari Lutim Tekankan Pencegahan Sebelum Penindakan
Trending di Daerah