Malili, Penalutim.com – Sebagai salah satu bentuk persiapan Sensus Ekonomi 2026 yang matang, BPS Kabupaten Luwu Timur gelar audiensi dengan Dinas Pariwisata serta Diskoperindag, Rabu (29/04/2026).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS)Kabupaten Luwu Timur, Abdullah Pannu, S.Si., M.Si. menyampaikan, pertemuan ini bertujuan memperkuat koordinasi teknis dan validasi data pelaku usaha di Bumi Batara Guru.
Abdullah Pannu mengungkapkan, ada berapa poin penting untuk mensukseskan Sensus Ekonomi 2026 yakni:
– Waktu Pelaksanaan: 1 Mei – 31 Agustus 2026.
– Tujuan: Menyediakan data dasar struktur ekonomi, karakteristik usaha, serta perkembangan ekonomi digital dan informal untuk kebijakan pemerintah.
– Cakupan: 18 jenis lapangan usaha (usaha mikro-kecil hingga besar).
– Metode: Wawancara tatap muka oleh petugas dan pengisian mandiri (self-enumeration) untuk usaha menengah-besar.
“Kami dari BPS yang tersebar di seluruh Indonesia mengerahkan lebih dari 100 ribu petugas untuk melakukan pendataan,” jelas Abdullah Pannu.
Selain itu pelaku usaha diimbau untuk menerima petugas guna memberikan data yang benar dan jujur. Jika belum didatangi hingga akhir Agustus 2026, pelaku usaha diharapkan melapor.
“Dari hasil pendataan ini akan menjadi acuan pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi selama 10 tahun ke depan, untuk Luwu Timur Juara,” tutupnya.
Disisi lain, jejak Kolaborasi Statistik ini mendapat apresiasi dari kepala Dinas Koperindag dan UMKP, serta Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Luwu Timur.
“Ini bertujuan memperkuat koordinasi teknis dan validasi data para pelaku usaha di Bumi Batara Guru. Kami siap dukung Sensus Ekonomi 2026,” ungkap Kadis Koperindag dan UMKP Kabupaten Luwu Timur, Senfry Oktavianus.










Komentar ditutup.