Luwu Timur, Penalutim.com – Hadir untuk memberikan kontribusi melalui program Pendampingan Teknis, PT Vale berharap bisa menumbuhkan kemandirian masyarakat lewat sektor pertanian. Pendampingan teknis yang dimulai dari budidaya tanaman sayur, penggunaan teknologi pertanian sederhana, penguatan manajemen kelompok, hingga strategi pemasaran yang diberikan PT Vale telah berhasil membawa para Ibu Rumah Tangga di Luwu Timur menjadi Kelompok Wanita Tani (KWT) yang produktif.
Salah satu KWT yang berhasil mengimplementasikan hasil pendampingan Teknis Pertanian dari PT Vale adalah KWT Anggrek Desa Pasi-Pasi, Kecamatan Malili. Berawal dari budidaya cabai, KWT Anggrek yang terdiri dari sebelas orang ibu rumah tangga ini kini sudah memiliki pasar tetap untuk produk sayuran organiknya.
“Permintaan pasar sangat tinggi, tetapi kemampuan produksi kami belum mampu memenuhi permintaan. Jadi seringkali setiap penjualan selalu kurang terus (produknya), meskipun harganya agak lebih tinggi daripada sayuran biasa, karena sayuran kami organik,” ungkap Rahmayanti, Ketua KWT Anggrek dalam kegiatan Gerakan Menanam Cabai di Demplot KWT Anggrek Desa Pasi-Pasi, Rabu (9/7/2025).
Ia juga mengungkapkan bahwa KWT Anggrek yang baru berjalan satu tahun tersebut sudah mampu memberikan penghasilan atau upah kepada para anggota yang awalnya hanya berjumlah tujuh orang, kini menjadi sebelas orang.
“Setelah ada pendapatan yang awalnya sekitar Rp300 ribu per minggu dari satu komiditi atau per bulan sekitar Rp 1 juta sampai Rp1,5 juta, akhirnya anggota pun bertambah,” tutur Rahmayanti.
Bahkan menurut Rahmayanti, banyak dari anggotanya yang mengaku sangat terbantu dari penghasilan berkebun di KWT Anggrek tersebut. Karena, selain mendapatkan penghasilan tambahan, para anggota juga bisa menikmati hasil panennya untuk konsumsi harian.
“Bagi kami di PT Vale, kegiatan seperti ini bukan hanya tentang menanam komoditas, tetapi tentang menanam harapan, menumbuhkan kemandirian, dan memanen manfaat jangka panjang untuk masyarakat. Program ini adalah bagian dari kolaborasi berkelanjutan kami dalam mendukung visi Luwu Timur Maju dan Sejahtera,” ujar Direktur External Relation PT Vale, Endra Kusuma.
Endra juga menjelaskan bahwa serangkaian proses telah dilakukan PT Vale bersama pemerintah dan masyarakat, termasuk evaluasi program dan perancangan skema pemberdayaan yang lebih strategis dan tepat sasaran.
“Hal ini agar setiap inisiatif benar-benar menjawab kebutuhan lokal. Tujuan akhirnya tentu agar kelompok tani, khususnya ibu-ibu KWT, dapat menjadi pelaku ekonomi produktif yang berdaya dan mandiri,” tegasnya.
Saat ini, PT Vale telah mendampingi 29 Kelompok Wanita Tani (KWT) di seluruh Luwu Timur, termasuk 5 KWT di Kecamatan Malili, yang salah satunya adalah KWT Desa Pasi-Pasi.
“Kami ingin mendorong agar KWT tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga menjadi pusat inovasi keluarga, penguatan ekonomi rumah tangga, serta teladan dalam produksi pangan sehat dan ramah lingkungan,” ujar Endra.
Endra bilang, Program yang dijalankan PT Vale sebagai bentuk komitmen untuk keberlanjutan penghidupan masyarakat di area operasional.
Untuk detail informasi laporan keberlanjutan PT Vale dapat diakses di https://vale.com/documents/44618/1373270/Laporan+Keberlanjutan+Sustainability+Report+PT+Vale+Indonesia+Tbk+2024+-+Bahasa.pdf/6edce02c-d46f-108a-7cab-de7c36317ab3?version=1.1&t=1745588348623&download=false. (Rm)






