Menu

Mode Gelap
Di Balik Konflik Lahan Laoli, Petani Pilih Kesepakatan Demi Masa Depan Anak Cucu Bukan Penggusuran! Ini Alasan Pemkab Luwu Timur Lakukan Pengosongan Lahan di Laoli Picu Kebakaran 3 Rumah di Wewangriu, Kenali Cara Cegah Korsleting Listrik di Rumah Perkuat Keterbukaan Informasi, PT Vale Ajak Jurnalis Upskilling dan Tinjau ESG di Sorowako Harmoni dan Toleransi Nyata Warnai Penyambutan UAS di Luwu Timur Hadiri Pelantikan KKLR Kepri, Wabup Luwu Timur Beri Pesan Moral ke Diaspora

Daerah

Wabup Budiman Ikuti Resespi Penobatan Sulinggih di Pura Amertha Sari

badge-check


					Wabup Budiman Ikuti Resespi Penobatan Sulinggih di Pura Amertha Sari Perbesar

Penalutim.com, Luwu Timur – Wakil Bupati Luwu Timur, H. Budiman, didampingi Anggota DPRD Luwu Timur, Camat Angkona, dan Kepala Desa, menghadiri Acara Ngelinggihang Weda dan Resepsi Sulinggih yang dilaksanakan di Wantilan Pura Agung Amertha Sari Desa Taripa, Kecamatan Angkona, Jumat (02/04/2021).

Wabup Budiman mengucapkan Selamat atas penobatan Pandita atau Sulinggih yang telah melaksanakan penyucian diri tahap lanjut atau Madiksa. Menurutnya, semakin banyak Pandita atau Sulinggih di kalangan umat Hindu tentu di harapkan dapat berperan aktif memberikan pencerahan dan tuntunan kepada umat hindu dalam menjalankan swadharma di dunia ini.

Budiman juga menyampaikan permohonan maaf karena acara Ngelinggihang Weda dan Resepsi Sulinggih ini mesti dilakukan secara sederhana dan harus tetap mematuhi protokol kesehatan. “Kita semua tentu berharap resepsi sulinggih ini tidak menjadi salah satu sentra penyebaran virus covid-19,” jelasnya.

Lanjut Budiman, pelaksanaan ibadah umat Hindu sarat dengan upacara dan ritual yang tentunya memerlukan peran seorang wiku atau sulinggih untuk memimpin upacara keagamaan. “Sebagai orang suci yang bergelar sulinggih tentu akan mempunyai wewenang luas dan lengkap dalam pelaksanaan dan menyelesaikan beberapa upacara yadya, termasuk memberikan tuntunan dan pengetahuan dalam memaknai setiap upacara yadya untuk membawa umat hindu agar semakin kuat memahami ajaran agamanya,” tambahnya.

Dalam konteks bermasyarakat, kata Budiman, peran para pandita atau sulinggih juga sangat diharapkan untuk menjaga harmonisasi, toleransi dan kebersamaan di kalangan masyarakat Luwu Timur yang sangat majemuk.

“Keberhasilan pembangunan hanya akan terwujud dengan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, dengan bersatu padu dan dilandasi semangat kebersamaan sesulit apapun permasalahan akan menjadi ringan dan jangan lupa untuk selalu berkomunikasi dengan Pemerintah daerah niscaya apapun yang masyarakat butuhkan pasti terealisasi, kuncinya adalah kebersamaan,” jelasnya.

Mengakhiri sambutannya, Budiman mengatakan, melalui momentum Ngelinggihang Weda dan Resepsi Sulinggih hari ini, mari kita tingkatkan kebersamaan dan kesetiakawanan sosial yang merupakan perwujudan dari dharma santi umat hindu dalam menciptakan kedamaian dan kesejahteraan di bumi batara guru.

Sumber : Kominfo Lutim

Editor : Redaksi

Foto : Kominfo Lutim

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Di Balik Konflik Lahan Laoli, Petani Pilih Kesepakatan Demi Masa Depan Anak Cucu

30 Juli 2026 - 00:51 WITA

Bukan Penggusuran! Ini Alasan Pemkab Luwu Timur Lakukan Pengosongan Lahan di Laoli

29 Juli 2026 - 12:47 WITA

Picu Kebakaran 3 Rumah di Wewangriu, Kenali Cara Cegah Korsleting Listrik di Rumah

29 Juli 2026 - 05:22 WITA

Trending di Daerah