Menu

Mode Gelap
Perkuat Keterbukaan Informasi, PT Vale Ajak Jurnalis Upskilling dan Tinjau ESG di Sorowako Harmoni dan Toleransi Nyata Warnai Penyambutan UAS di Luwu Timur Hadiri Pelantikan KKLR Kepri, Wabup Luwu Timur Beri Pesan Moral ke Diaspora ‎Anti Mager! Gaya Kompak Gubernur Andi Sudirman dan Bupati Ibas di HUT Torut Pastikan Lansia Hidup Layak, 4.000 Kartu Lansia Tuntas Disalurkan Bukan Izin Baru, PT Tizar Tirzia Trizardi Tegaskan IUP 2025 Kelanjutan dari Izin 2011

Nasional

Tidak Hanya Covid-19, Ini Penyakit Mematikan Yang Juga Berbahaya

badge-check


					Ilustrasi (Dok : Detik) Perbesar

Ilustrasi (Dok : Detik)

Penalutim.com, Kendari – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau seluruh warganya untuk menjaga kebersihan di musim penghujan demi mencegah terkenanya penyakit demam berdarah dengue (DBD).

“Masyarakat Kota Kendari kini tengah dihadapkan berbagai penyakit mematikan. Tak hanya corona virus disease atau COVID-19, namun penyakit mematikan yang tak kalah berbahaya adalah demam berdarah dengue (DBD),” ungkap Kepala Dinkes Kendari, dr. Rahminingrum di Kendari, Selasa (16/6/2020).

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, pihaknya mencatat sebanyak 288 kasus DBD ada di Kota Kendari, dengan angka kematian sebanyak lima kasus.

“Mudah-mudahan masyarakat sadar, bahwa saat ini Kota Kendari bukan hanya berperang melawan COVID-19, tapi ada penyakit lain yang lebih berisiko setiap saat mengancam masyarakat kita, yaitu DBD,” tutur Rahminingrum.

Adapun, daerah yang rawan terkena DBD di kota Kendari disampaikan Rahminingrum, yaitu Kecamatan Poasia, Lepolepo, dan Puuwatu. menurutnya, ketiga daerah itu merupakan langganan yang sering terjangkit DBD dari tahun ke tahun.

“Penyebabnya bermacam-macam bisa karena kebersihan wilayahnya dari genangan air, dan kesedaran masyarakatnya akan 3 M yaitu menguras, menutup, dan mengubur masih kurang,” ungkapnya.

Rahminingrum mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah kekurangan bubuk  abate atau racun pembasmi larva sehingga sedikit memperhambat kegiatan membasmi atau mengontrol penyakit demam berdarah, malaria, ataupun penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.

“Abate cukup lama, sepertinya tahun ini belum ada abate, Karena biasanya kalau kita mau dapatkan abate harus dari Kementerian. Tapi sampai sekarang pun belum ada dan masih kosong,” jelasnya.

 

Penulis : Redaksi

Editor : Ning Rahayu

Foto : Ilustrasi

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ikuti Bimtek Aswakada, Wabup Puspawati Siap Terapkan Inovasi Baru untuk Luwu Timur

24 Juli 2026 - 04:18 WITA

Bersama Wabup Puspawati, Ratusan Lansia Luwu Timur Tebar Inspirasi Hidup Sehat di HLUN ke-30

27 Juni 2026 - 11:47 WITA

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Luwu Timur Berhasil Kumpulkan 40 Kantong Darah Lewat Aksi Sosial

24 Juni 2026 - 01:45 WITA

Trending di Daerah