Menu

Mode Gelap
Keren! Sabet 10 Medali, FORKI Luwu Timur Raih Peringkat 9 Besar di Kejuaraan Karate Internasional Dorong Transformasi Digital, Pemkab Luwu Belajar Sistem Absensi ASN di Luwu Timur Final Piala Dunia 2026: Pemkab Luwu Timur Gelar Nobar Serentak di 11 Kecamatan Dukung PSN, Bupati Irwan Tegaskan Hak Warga Terdampak Jadi Prioritas Matangkan Persiapan Lewat Raker, KONI Luwu Timur Bidik 10 Besar di Porprov Sulsel Dari Korban Kebakaran Hingga Pasien IGD, 79 Lansia Nuha Terima Kartu ATM Lansia

Pena Ekonomi

PT Vale dan Transformasi Tabarano dari Tertinggal Menuju Desa Mandiri Maju dan Sejahtera

badge-check


					PT Vale dan Transformasi Tabarano dari Tertinggal Menuju Desa Mandiri Maju dan Sejahtera Perbesar

Wasuponda, Penalutim.com – PT Vale Indonesia perusahaan tambang nikel terbesar dan terlama di Indonesia usianya telah 57 tahun, bagian dari MIND ID (Mining Industry Indonesia), telah berhasil membuktikan integrasi nilai-nilai keberlanjutan, kepemimpinan hijau, dan dampak sosial secara nyata dalam praktik bisnisnya.

Komitmen keberlanjutan tersebut dilakukan di wilayah sekitar operasional PT Vale Indonesia di Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi-selatan. Melalui program pemberdayaan Masyarakat (PPM), PT Vale Indonesia kolaborasi bersama Pemerintah Desa Tabarano melakukan inovasi lingkungan dan pemberdayaan komunitas secara transformatif.

Memanfaatkan lahan yang tadinya tandus, kritis dan sering terjadi bencana kebakaran menjadi Agrowisata Kebun Nanas. Lahan tersebut ditanami puluhan ribu nanas dan berhasil memberikan dampak positif secara ekonomi, lingkungan dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Desa Tabarano.

Direktur External Relations PT Vale Indonesia Tbk, Endra Kusuma mengatakan sinergi dan kolaborasi bersama Pemerintah Desa Tabarano mulai terlaksana pada tahun 2023. Sebelumnya Pemerintah Desa telah melakukan penanaman nanas di lahan tandus ini tapi gagal karena belum ada pendampingan dari PT Vale.

“Kami dari pihak PT Vale telah bekerjasama dengan Pemerintah Desa Tabarano itu sejak tahun 2023. Awalnya Desa Tabarano ini adalah Desa Tertinggal dan sekarang menjadi Desa Mandiri. Ada proses dan tahapan yang kami lalui hingga Agrowisata Kebun Nanas Ponda’ta di Desa Tabarano ini bisa berhasil seperti sekarang ini menjadi desa mandiri,” kata Endra.

Kepala Desa Tabarano, Rimal Manuk Allo sangat bersukur PT Vale hadir dan bersedia berkolaborasi dengan memberikan berbagai dukungan dan bantuan, sehingga Agrowisata Kebun Nanas Ponda’ta ini berhasil dan memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat sekitar.

“Kami sangat bersukur dengan adanya kemitraan Pemerintah Desa bersama PT Vale Indonesia. Kenapa kami bersyukur, karena tadinya lahan kritis ini sering kebakaran, karena di wilayah kebun nanas ini adalah wilayah silika. Kami sangat was-was kalau kebakaran itu terjadi di sini dan kami harus mengeluarkan anggaran untuk mengantisipasi kebakaran yang ada di lokasi ini,” Ujar Rimal dalam kegiatan media Visit PT Vale Indonesia, Minggu (27/7/2025).

Itulah, lanjut Rimal,  pihaknya bersyukur karena berkesempatan untuk bekerjasama dengan PT Vale yang juga tertuang dalam RPJMDES, acuan wajib untuk setiap kegiatan perencanaan.

Rimal menceritakan, di masa periode pertama menjabat sebagai Kepala Desa Tabarano, dirinya memiliki visi misi Desa BEREMPATI, berdaya saing, berbudaya, bersumber daya yang artinya ada sumber daya yang akan di bangun dan berekonomi.

“Nah ini yang harus kami lakukan bagaimana caranya melakukan pemberdayaan kepada masyarakat agar produktif, berekonomi dan berdaya saing,” bebernya.

Lanjut dia, awal mula kolaborasi bersama PT Vale berjalan di masa periode pertama sebagai Kepala Desa Tabarano. Dia memetakan potensi Desa Tabarano bersama PT Vale. Hasilnya, terdapat potensi Agroindustri Perkebunan, Agro Peternakan dan Agro Wisata Air.

“Karena di Desa Tabarano memiliki potensi yang sangat besar. Apalagi Desa Tabarano berada di wilayah pegunungan. Dan salah satu agro industri perkebunan yang berhasil ya ini Agrowisata Kebun Nanas Ponda’ta,” jelas Rimal.

Menurut Rimal, pengembangan Agrowisata Kebun Nanas Ponda’ta awalnya tidak berjalan mulus, bahkan terdengar banyak hujatan dan pesimisme terhadap kesuksesan program.

“Saat itu, kami banyak terima sindiran-sindiran bahwa menanam nanas di sini tidak akan berhasil. Sindiran itu, justru makin memotivasi kami, sehingga kami nekat langsung tanam nanas di tempat ini. Saat itu, kami tanam hanya modal nekat tidak ada pembinaan. Makanya sebagian tanaman nanas yang kami tanam di sini ada yang nampak kuning pohonnya, karena itu asal tanam. Belum ada pembinaan atau pendampingan dari pihak PT Vale Indonesia. Dan dari situlah saya jalin komunikasi dengan pihak PT Vale Indonesia agar mendampingi kami menanam nanas,” pungkas Rimal.

Dia pun mengungkapkan rasa syukur atas upaya PT Vale dalam membantu kesuksesan program Agrowisata Kebun Nanas Ponda’ta yang kini ramai dikunjungi sehingga berdampak pada penghidupan bagi masyarakat Desa Tabarano menjadi mandiri.

“Di Tahun 2023, PT Vale memberikan bantuan ribuan bibit Nanas, kemudian di tahun 2024, PT Vale  melakukan pelatihan kepada kami baik pelatihan budidaya Nanas maupun pengolahan Nanas. Terus dibantu juga pengadaan air bersih, memberdayakan masyarakat untuk bekerja dan masih banyak bantuan yang diberikan PT Vale dan di tahun 2025 ini, kami sangat bersyukur karena anggaran di Desa Tabarano dari PT Vale ditambah menjadi Rp600 juta,” ungkapnya.

“Kami bersukur sekali karena pihak PT Vale sangat antusias membantu Desa Tabarano,” sambung Rimal.

Endra Kusuma bilang, inovasi sosial Agrowisata Kebun Nanas Ponda’ta ini muncul dari ide cemerlang Pemerintah Desa Tabarano meskipun awalnya dihujat oleh sejumlah oknum.

“Di awal buah pertama nanas ini, ya kami terharu karena sebelumnya banyak yang meragukan ide ini, bahkan sampai ada yang mencaci kami, tapi ya itu semua kami jadikan tantangan dan Alhamdulillah inilah hasilnya,” ungkap Endra.

Kebun Nanas Ponda’ta ini telah membawa nama Wasuponda dan Luwu Timur dikenal hingga tingkat internasional melalui penghargaan yang diraih PT Vale di Bangkok. Selain itu, membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok perempuan serta sukses mencegah bencana kebakaran.

Kenapa Harus Nanas?

Nama Kecamatan Wasuponda berasal dari bahasa suku Padoe yang artinya nanas tumbuh di atas batu. Wasuponda terdiri dari dua kata yakni “Wosu” yang artinya adalah batu dan “Ponda” artinya adalah Nanas.

Menurut Rimal, Secara kearifan lokal dahulu wilayah Wasuponda ini hampir setiap rumah warga ada tanaman nanasnya. Bahkan menjadi pagar rumah warga pada saat itu. Seiring perkembangan zaman, Nanas tersebut mulai hilang dari permukaan.

Banyak orang yang datang di Wasuponda mencari Nanas. Karena menurut pengetahuan mereka Wasuponda sebagaimana penjelasan tadi bahwa Wasuponda adalah Nanas yang tumbuh di atas batu. Pengunjung yang datang di Wasuponda itu mencari Nanas tapi sudah mulai tidak ada.

Olehnya itu, kata Rimal, berangkat dari hal tersebut, saya selaku Kepala Desa Tabarano bersama masyarakat menginisiasi untuk menanam Nanas di lahan Tandus ini. Karena, menurut kajian ilmiah salahsatu tanaman yang cocok di lahan kritis seperti ini adalah tanaman Nanas. Nanas ini tidak butuh air yang banyak dan pemeliharaannya tidak terlalu ribet.

Pemerintah Desa Tabarano menyampaikan hal ini  kepada pihak PT Vale Indonesia untuk menjalin kolaborasi dan sinergi untuk memanfaatkan lahan kritis ini menjadi lahan yang memberi manfaat bagi masyarakat dengan tanaman Nanas.

PT Vale Indonesia merespon dengan baik dan langsung melakukan kajian di lahan kritis Tabarano tersebut. PT Vale Indonesia langsung kelapangan meninjau langsung apakah yang dilakukan Pemerintah desa bersama masyarakatnya itu suda tepat ataukah ada metode lain yang harus kita lakukan dan akhirnya kolaborasi mulai berjalan.

“PT Vale Indonesia awalnya membentuk kelompok pertanian kemudian dilatih dan berdasarkan penelitian PH tanah di lahan tandus tersebut, rendah. Dan ahli dari pertanian yang didatangkan PT Vale Indonesia memberikan pendampingan dan pengetahuan kepada kelompok tani yang telah dibentuk,” papar Rimal.

Setelah itu, kata Rimal, dirinya menilai ada titik terang dan harapan bahwa tanaman Nanas akan tumbuh baik di lahan ini. Maka dibentuklah lagi kelompok pengelola yang memiliki peran strategis dalam penjualan hasil kebun nanas.

“Karena kalau kita panen Nanas ini mungkin satu atau dua hari rusak. Olehnya itu, kita bentuk kelompok pengelola untuk mengelola produk turunan Nanas ini, karena kita ketahui bahwa produk turunan nanas ini banyak yang minati. Seperti, Selai, Sirup, Kue, Manisan dan lain sebagainya,” jelasnya.

Menurut dia, kebun nanas seluas 5 hektar yang dulunya adalah lahan kritis yang mudah terbakar dan longsor kini bisa ditanami hingga 30 ribu pohon. Kebun itu telah dua kali panen yang menghasilkan masing-masing lebih dari 300 buah.

“Itu nilai jualnya per kilogram Rp15.000, satu buah itu kisaran empat sampai lima kilogram,” terang Rimal.

Membuka Lapangan Kerja Bagi Perempuan, Kepala Keluarga, Janda, dan Lansia

Pengelola yang melakukan budidaya di kebun nanas ada 5. Masing-masing diberikan intensif Rp1,5 juta per bulan.

“Akan tetapi ketika kami menghadapi akses yang lebih besar, biasanya kami memberdayakan warga yang notabenenya rentan, ada janda, lansia, pengangguran, dan ibu-ibu. Nah alhamdulilah, ada ibu-ibu yang merasakan pemberdayaan ini mengatakan bersyukur sekali karena diberikan kesempatan untuk bekerjasama ikut membudidayakan Nanas yang ada di Desa Tabarano ini. Karena ada pendapatan yang mereka hasilkan,” ujar Rimal.

Menurut Rimal, saat ini ada lima orang warga sebagai tenaga inti yang melakukan budidaya, dibantu satu pengawas dan satu local hero. Ketika kebutuhan meningkat, hingga 15 warga sekitar yang masuk kategori rentan turut dilibatkan.

“Kami dulu tidak punya apa-apa. Sekarang, bukan hanya tanah yang berubah, tapi hidup kami juga. Kami bisa menanam, menjual, bahkan belajar mengelola hasil panen. Ini bukan sekadar proyek, tapi harapan yang nyata,” ujar Gilda, salah satu anggota Kelompok Pengelola Produk Turunan Nenas Binaan PT Vale.

“Saya dulu hanya bantu orang panen, kadang kerja kadang tidak. Sekarang saya bisa bantu mengelola pengiriman produk, bahkan kami mulai belajar cara pemasaran digital. Rasanya, kami punya masa depan,” Kata Gilda.

Produk UMKM Nanas Ponda’ta Tabarano Binaan PT Vale Indonesia

Dua kali panen raya, Kelompok pengelola berhasil menghasilkan produk turunan buah Nanas Ponda’ta yang dikemas menjadi produk UMKM desa Tabarano diantaranya :

Selai
keripik,
sirup,
sambal asin, dan
dodol,

Produk UMKM tersebut di pasarkan melalui media sosial, di area Agrowisata Perkebunan Nanas Ponda’ta dan masyarakat lokal Luwu Timur. Produk UMKM unggulan dari buah nanas ini adalah dodol.

Dodol ini adalah inovasi baru memiliki citarasa yang unik yang tentu berbeda dengan dodol pada umumnya yang kita ketahui terbuat dari ketan. Dodol Nanas ini belum ada saingannya, karena dodol Nanas ini hanya ada di Kebun Nanas Ponda’ta desa Tabarano.

Kebun Nanas Ponda’ta Tabarano, Antarkan PT Vale Raih Penghargaan di Tingkat Internasional

Dalam ajang Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2025 yang diselenggarakan di Bangkok, PT Vale Indonesia, meraih penghargaan bergengsi sekaligus: Green Leadership dan Social Empowerment category.

Sebagai platform ESG paling prestisius di Asia, AREA memberikan penghargaan kepada perusahaan yang berhasil membuktikan integrasi nilai-nilai keberlanjutan, kepemimpinan hijau, dan dampak sosial secara nyata dalam praktik bisnisnya. Dalam hal ini, PT Vale Indonesia dinilai unggul dalam menggabungkan inovasi lingkungan dengan pemberdayaan komunitas secara transformatif.

Pineapple Pathways for Sustainability dengan program Agrowisata Perkebunan Nanas Ponda’ta berhasil mengubah lahan yang semula tandus, rawan kebakaran dan longsor, menjadi pusat pertanian produktif berbasis agrowisata.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa ketika kita memilih untuk mendengar dengan empati, bertindak dengan tanggung jawab, dan berkolaborasi dengan tulus, maka dampak yang tercipta bisa sangat besar. Semakin besar kapasitas yang kita miliki, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk melayani hari ini dan membangun masa depan yang lebih baik,” Kata Endra.

Keberhasilan Vale Indonesia di panggung AREA 2025 bukan hanya kemenangan perusahaan, melainkan menjadi bukti bahwa industri nikel Indonesia mampu menyeimbangkan kebutuhan energi masa depan dunia dengan perlindungan lingkungan dan keadilan sosial.

Dengan pendekatan berbasis kolaborasi, sirkularitas, dan dampak nyata, program seperti Agrowisata Kebun Nanas Ponda’ta, membuka jalan bagi terciptanya model industri tambang nasional yang inklusif, adil, dan hijau.

Transformasi Desa Tabarano dan Komitmen Keberlanjutan PT Vale Indonesia

PT Vale Indonesia komitmen mendukung dan berkontribusi secara berkelanjutan. Pertama, PT Vale akan mendatangkan tenaga ahli yang paham dengan teknik pertanian atau pembibitan tanaman. Selain itu, PT Vale juga akan mendatangkan dan membangun rumah kompos atau pengelolaan pupuk kompos dari sampah.

Seperti yang ada di Segretation PT Vale Indonesia di Sorowako. Nantinya akan ada  rumah maggot, nursery, dan area pembibitan,  Harapannya, hal tersebut bisa digunakan masyarakat dan manfaatnya dirasakan masyarakat di Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda.

Selain itu, PT Vale juga akan donasikan Krikil yang bersumber dari limbah sleg dan juga Paving blok yang juga hasil olahan limbah sleg PT Vale. Material tersebut nantinya akan digunakan sebagai pengerasan jalan dan bahan bangunan di area Agrowisata Kebun Nanas Ponda’ta Tabarano.

“Jadi proses pemurnian nikel PT Vale itu menghasilkan sleg. Sleg itu sendiri memiliki karakteristik keras dan daya tahannya kuat. Mampu menahan tekanan yang berat, sehingga baik digunakan sebagai material konstruksi sperti paving Blok dan krikil,” Ucap Riski

Jumlahnya saat ini ada sekitar 4 Ton dan itu akan kita kerjasamakan dalam bentuk donasi. Dari sisi regulasi PT Vale telah memiliki ijin pemanfaatan sleg untuk pengerasan jalan, sehingga proses tersebut bisa dilakukan.

Tidak hanya itu, PTVI juga akan donasikan ban bekas dan Kayu Palet Bekas yang masih bisa difungsikan dengan kreasi pemerintah desa Tabarano bersama masyarakatnya. Seperti fasilitas tempat duduk dan sarana lainnya yang dihasilkan oleh kreasi tangan masyarakat bersama pemerintah desa kolaborasi dengan PT Vale.  Selain itu, PT Vale juga memberi bantuan dana sebesar 600 juta di tahun 2025.

Sementara itu, Pemerintah Desa Tabarano menyiapkan lahan hampir 6 hektar, lahan ini dipersiapkan khusus untuk peternak sapi dan kambing. Hal ini dilakukan pemerintah desa agar perputaran ekonomi dapat meningkat di desa Tabarano dan pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

“Karena selama ini kotoran yang kita gunakan sebagai bahan campuran pupuk kompos itu kami ambil dari luar daerah, hal itu kami lakukan karena di wilayah Luwu Timur tidak mencukupi kebutuhan yang kita butuhkan. Hal inilah yang mendasari kami menyiapkan lahan kurang lebih 6 hektar untuk peternakan sapi dan kambing agar kotorannya bisa kita manfaatkan jadi bahan pupuk kompos,” tutur Rimal.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Modern dan Ramah Lingkungan, Pelabuhan Balantang PT Vale Sabet Penghargaan ASRI 2026

17 Juli 2026 - 12:32 WITA

Lestarikan Budaya, Perkuat Ekonomi: PT Vale Pamerkan Produk Binaan di HUT Dekranas

11 Juli 2026 - 23:34 WITA

Dukung Penetapan LP2B Sulsel, Bupati Irwan Komit Lindungi Lahan Produktif

10 Juli 2026 - 02:54 WITA

Trending di Daerah