Menu

Mode Gelap
Lestarikan Budaya, Perkuat Ekonomi: PT Vale Pamerkan Produk Binaan di HUT Dekranas Tampil di HUT Dekranas ke-46, Luwu Timur Pamerkan Pesona Kain Tenun hingga Kriya Taipa ITH dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sulawesi Selatan Jalin Kerja Sama Strategis untuk Penguatan Pendidikan dan Profesi Arsitektur Terima 3 Titik JIAT dari BBWS, Bupati Irwan Usulkan 6 Lokasi Baru Dukung Penetapan LP2B Sulsel, Bupati Irwan Komit Lindungi Lahan Produktif Dorong Regenerasi Pengrajin Teduhu, Produk Binaan PT Vale Tampil di Dekranas 2026

Nasional

Krisis Pendidikan Karakter Di Sekolah, Kemendikbud Hidupkan Kesenian

badge-check


www.penalutim.comJakarta, Penalutim.com –
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus mencari alternatif dan gagasan dalam memperbaiki mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia, Kemendikbud mencetuskan kesenian sebagai media yang dapat dijadikan sebagai arena pembentukan karakter peserta didik.

Kesenian yang dianggap telah lama mati dari dunia pendidikan, menurut Hilmar Faid, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, ketersediaan pendidikan karakter di Sekolah perlu dihidupkan kembali.

“Ini merupakan agenda yang perlu dikerjakan bersama-sama,” ucap Hilmar, Minggu (30/10).

Salah satu indikator yang menyebabkan sepinya pendidikan kesenian di Sekolah ialah minimnya tenaga pengajar di bidang kesenian. Hal tersebut dikarenakan tidak tidak mudahnya untuk menjadi guru kesenian.

“Setelah lulus sarjana di institusi seni, masih membutuhkan dua tahun untuk mendapatkan akta mengajar. Keadaan tersebut masih membuat upaya untuk meningkatkan pendidikan kesenian menjadi terbatas,” jelas Hilmar.

Menyikapi hal tersebut, Kemendikbud berencana mengeluarkan kebijakan dengan merubah metode menjadi lebih mudah, yaitu dengan model sertifikasi calon tenaga pengajar yang tidak berlatar belakang kesenian untuk dapat memberikan pelatihan dan pelajaran kesenian.

“Kami berharap, proses sertifikasi itu ada. Nanti akan ada kelas tutorial bagi mereka, bagaimana cara mengajarkan musik di Sekolah,” kata Hilmar.

Peserta didik di Sekolah nantinya akan mendapatkan pendidikan karakter melalui kesenian. Meskipun masih belum detail, apakah akan dirumuskan sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler atau kurikuler. Hal tersebut masih membutuhkan riset lebih lanjut, untuk mengetahui kaitan kesenian dengan mata pelajaran yang lain. (RM/Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

ITH dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sulawesi Selatan Jalin Kerja Sama Strategis untuk Penguatan Pendidikan dan Profesi Arsitektur

10 Juli 2026 - 07:37 WITA

Targetkan Tingkat Nasional, Luwu Timur Lepas 20 Atlet Terbaik ke O2SN Sulsel  2026

6 Juli 2026 - 12:28 WITA

Borong 3 Medali Emas, Gema Nada Nurul Junaidiyah Lauwo Juara Umum MIMFEST 2026

6 Juli 2026 - 12:21 WITA

Trending di Daerah