Menu

Mode Gelap
Bukan Penggusuran! Ini Alasan Pemkab Luwu Timur Lakukan Pengosongan Lahan di Laoli Picu Kebakaran 3 Rumah di Wewangriu, Kenali Cara Cegah Korsleting Listrik di Rumah Perkuat Keterbukaan Informasi, PT Vale Ajak Jurnalis Upskilling dan Tinjau ESG di Sorowako Harmoni dan Toleransi Nyata Warnai Penyambutan UAS di Luwu Timur Hadiri Pelantikan KKLR Kepri, Wabup Luwu Timur Beri Pesan Moral ke Diaspora ‎Anti Mager! Gaya Kompak Gubernur Andi Sudirman dan Bupati Ibas di HUT Torut

Nasional

Krisis Pendidikan Karakter Di Sekolah, Kemendikbud Hidupkan Kesenian

badge-check


www.penalutim.comJakarta, Penalutim.com –
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus mencari alternatif dan gagasan dalam memperbaiki mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia, Kemendikbud mencetuskan kesenian sebagai media yang dapat dijadikan sebagai arena pembentukan karakter peserta didik.

Kesenian yang dianggap telah lama mati dari dunia pendidikan, menurut Hilmar Faid, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, ketersediaan pendidikan karakter di Sekolah perlu dihidupkan kembali.

“Ini merupakan agenda yang perlu dikerjakan bersama-sama,” ucap Hilmar, Minggu (30/10).

Salah satu indikator yang menyebabkan sepinya pendidikan kesenian di Sekolah ialah minimnya tenaga pengajar di bidang kesenian. Hal tersebut dikarenakan tidak tidak mudahnya untuk menjadi guru kesenian.

“Setelah lulus sarjana di institusi seni, masih membutuhkan dua tahun untuk mendapatkan akta mengajar. Keadaan tersebut masih membuat upaya untuk meningkatkan pendidikan kesenian menjadi terbatas,” jelas Hilmar.

Menyikapi hal tersebut, Kemendikbud berencana mengeluarkan kebijakan dengan merubah metode menjadi lebih mudah, yaitu dengan model sertifikasi calon tenaga pengajar yang tidak berlatar belakang kesenian untuk dapat memberikan pelatihan dan pelajaran kesenian.

“Kami berharap, proses sertifikasi itu ada. Nanti akan ada kelas tutorial bagi mereka, bagaimana cara mengajarkan musik di Sekolah,” kata Hilmar.

Peserta didik di Sekolah nantinya akan mendapatkan pendidikan karakter melalui kesenian. Meskipun masih belum detail, apakah akan dirumuskan sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler atau kurikuler. Hal tersebut masih membutuhkan riset lebih lanjut, untuk mengetahui kaitan kesenian dengan mata pelajaran yang lain. (RM/Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ikuti Bimtek Aswakada, Wabup Puspawati Siap Terapkan Inovasi Baru untuk Luwu Timur

24 Juli 2026 - 04:18 WITA

Sekolah Rakyat Dimulai, Luwu Timur Kirim 6 Siswa Pertama ke Makassar

14 Juli 2026 - 02:43 WITA

ITH dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sulawesi Selatan Jalin Kerja Sama Strategis untuk Penguatan Pendidikan dan Profesi Arsitektur

10 Juli 2026 - 07:37 WITA

Trending di Pena Pendidikan