Menu

Mode Gelap
Hadiri Pelantikan KKLR Kepri, Wabup Luwu Timur Beri Pesan Moral ke Diaspora ‎Anti Mager! Gaya Kompak Gubernur Andi Sudirman dan Bupati Ibas di HUT Torut Pastikan Lansia Hidup Layak, 4.000 Kartu Lansia Tuntas Disalurkan Bukan Izin Baru, PT Tizar Tirzia Trizardi Tegaskan IUP 2025 Kelanjutan dari Izin 2011 PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi, Bina 50 Pelajar Luwu Timur Jadi Duta Lingkungan Ikuti Bimtek Aswakada, Wabup Puspawati Siap Terapkan Inovasi Baru untuk Luwu Timur

Nasional

Ketua MPR: Ini Tiga Cara Perkuat Koperasi

badge-check

Ketua MPR: Tiga Cara Perkuat KoperasiBandung, Penalutim.com – Keberadaan koperasi di Indonesia harus diperkuat sebab koperasi merupakan wujud sistem ekonomi Pancasila.

Hal itu ditegaskan Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam pembukaan semiloka Koperasi Pemuda Indonesia,  Senin (10/4) di Bandung.  Acara juga dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga.

Zulkifli mengatakan UUD 1945 dalam pasal 33 ayat 1 menyatakan Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.

“Oleh sebab itu, soku guru perekonomian kita yang paling tepat adalah koperasi. Koperasi jangan dibiarkan mengalami tarung bebas melawan liberalisme dan kapitalisme,” tegasnya.

Untuk itu, Zulkifli menyarankan agar  koperasi ikut dalam segala hal yang menguasai kebutuhan hidup orang banyak.  Hal itu akan menunjukkan keberpihakan negara terhadap koperasi.

Dia menuturkan ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk memperkuat koperasi,  yaitu 1. Mengembalikan pengelolaan sembilan bahan pokok ke Bulog, dan Bulog melakukan kerjasama dengan koperasi untuk sumber produksi dan dalam hal distribusi; 2. Melibatkan koperasi dalam semua proyek-proyek pemerintah daerah; dan 3. Membantu permodalan dan manajemen koperasi bekerjasama dengan bank.

“Jika ketiga hal ini dilakukan,  saya yakin koperasi akan tumbuh pesat sehingga kesejahteraan meningkat,” tegasnya.

Ketua MPR: Ini Tiga Cara Perkuat Koperasi

Menteri Puspayoga juga mengatakan koperasi merupakan amanat dari UUD 1945. Karena itu,  pemerintah melakukan koperasi pemberdayaan dan pembenahan melalui Reformasi Koperasi.

Dia menegaskan bentuk koperasi yang hendak dicapai pemerintah adalah koperasi yang sehat,  berkualitas dan berdaya saing.

“Pemerintah tidak mengarahkan sebanyak-banyaknya lembaga koperasi,  tetapi yang banyak harus anggotanya.  Itu indikator koperasi berkualitas. Dengan kualitas koperasi lebih mudah dibina dan diawasi, ” tegas Puspayoga.

Dengan keberpihakan juga, pemerintah melaksanakan reforma agraria dengan mendistribusikan lahan-lahan perkebunan bagi koperasi.  Tahun 2017 ditargetkan redistribusi lahan akan diterima 400 koperasi dengan luas lahan 590.000 ha.

Puspayoga melanjutkan,  untuk meningkatkan mutu koperasi,  pihaknya sedang memperbanyak Lembaga Sertifikasi Profesi Koperasi. Diharapkan LSP Koperasi akan berdiri di semua provinsi.  (RM/Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ikuti Bimtek Aswakada, Wabup Puspawati Siap Terapkan Inovasi Baru untuk Luwu Timur

24 Juli 2026 - 04:18 WITA

Tingkatkan Efektivitas GPM, Bupati Irwan Minta Jangkauan Diperluas ke Tingkat Desa

21 Juli 2026 - 11:26 WITA

Modern dan Ramah Lingkungan, Pelabuhan Balantang PT Vale Sabet Penghargaan ASRI 2026

17 Juli 2026 - 12:32 WITA

Trending di Business