Menu

Mode Gelap
Bupati Irwan Tekankan Peran PKK Lutim Jadi Agen Perubahan Desa Pimpin Rakor Pandu Juara, Bupati Irwan Tegaskan Progres Nyata Pekan Depan Lepas Jenazah Kades Rinjani, Bupati Irwan Serahkan Santunan JKM Ke Ahli Waris Waspada! Penipu Catut Nama Kejari Luwu Timur Beraksi Lewat WhatsApp Pipa Interkoneksi Bocor! Pasokan Air untuk 10 Wilayah di Malili Dihentikan Sukses Digelar, Bupati Luwu Timur Pastikan Turnamen Voli Ibas Cup Jadi Piala Bergilir

Nasional

Ketua MPR: Ini Tiga Cara Perkuat Koperasi

badge-check

Ketua MPR: Tiga Cara Perkuat KoperasiBandung, Penalutim.com – Keberadaan koperasi di Indonesia harus diperkuat sebab koperasi merupakan wujud sistem ekonomi Pancasila.

Hal itu ditegaskan Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam pembukaan semiloka Koperasi Pemuda Indonesia,  Senin (10/4) di Bandung.  Acara juga dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga.

Zulkifli mengatakan UUD 1945 dalam pasal 33 ayat 1 menyatakan Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.

“Oleh sebab itu, soku guru perekonomian kita yang paling tepat adalah koperasi. Koperasi jangan dibiarkan mengalami tarung bebas melawan liberalisme dan kapitalisme,” tegasnya.

Untuk itu, Zulkifli menyarankan agar  koperasi ikut dalam segala hal yang menguasai kebutuhan hidup orang banyak.  Hal itu akan menunjukkan keberpihakan negara terhadap koperasi.

Dia menuturkan ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk memperkuat koperasi,  yaitu 1. Mengembalikan pengelolaan sembilan bahan pokok ke Bulog, dan Bulog melakukan kerjasama dengan koperasi untuk sumber produksi dan dalam hal distribusi; 2. Melibatkan koperasi dalam semua proyek-proyek pemerintah daerah; dan 3. Membantu permodalan dan manajemen koperasi bekerjasama dengan bank.

“Jika ketiga hal ini dilakukan,  saya yakin koperasi akan tumbuh pesat sehingga kesejahteraan meningkat,” tegasnya.

Ketua MPR: Ini Tiga Cara Perkuat Koperasi

Menteri Puspayoga juga mengatakan koperasi merupakan amanat dari UUD 1945. Karena itu,  pemerintah melakukan koperasi pemberdayaan dan pembenahan melalui Reformasi Koperasi.

Dia menegaskan bentuk koperasi yang hendak dicapai pemerintah adalah koperasi yang sehat,  berkualitas dan berdaya saing.

“Pemerintah tidak mengarahkan sebanyak-banyaknya lembaga koperasi,  tetapi yang banyak harus anggotanya.  Itu indikator koperasi berkualitas. Dengan kualitas koperasi lebih mudah dibina dan diawasi, ” tegas Puspayoga.

Dengan keberpihakan juga, pemerintah melaksanakan reforma agraria dengan mendistribusikan lahan-lahan perkebunan bagi koperasi.  Tahun 2017 ditargetkan redistribusi lahan akan diterima 400 koperasi dengan luas lahan 590.000 ha.

Puspayoga melanjutkan,  untuk meningkatkan mutu koperasi,  pihaknya sedang memperbanyak Lembaga Sertifikasi Profesi Koperasi. Diharapkan LSP Koperasi akan berdiri di semua provinsi.  (RM/Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lestarikan Budaya, Perkuat Ekonomi: PT Vale Pamerkan Produk Binaan di HUT Dekranas

11 Juli 2026 - 23:34 WITA

Dukung Penetapan LP2B Sulsel, Bupati Irwan Komit Lindungi Lahan Produktif

10 Juli 2026 - 02:54 WITA

Sinergi Pusat-Daerah: Luwu Timur Siap Sukseskan Program Strategis Kelautan

2 Juli 2026 - 13:25 WITA

Trending di Lutim