Menu

Mode Gelap
Lepas Jenazah Kades Rinjani, Bupati Irwan Serahkan Santunan JKM Ke Ahli Waris Waspada! Penipu Catut Nama Kejari Luwu Timur Beraksi Lewat WhatsApp Pipa Interkoneksi Bocor! Pasokan Air untuk 10 Wilayah di Malili Dihentikan Sukses Digelar, Bupati Luwu Timur Pastikan Turnamen Voli Ibas Cup Jadi Piala Bergilir Sekolah Rakyat Dimulai, Luwu Timur Kirim 6 Siswa Pertama ke Makassar Dari Sopir Pete-Pete ke Kursi Pemimpin,”Setir Kehidupan” Bupati Irwan Resmi Diluncurkan

Pena Ekonomi

Kemenkop-UKM Fasilitasi Ribuan UMKM Daftarkan Hak Cipta

badge-check


					Kemenkop-UKM Fasilitasi Ribuan UMKM Daftarkan Hak Cipta Perbesar

Kemenkop-UKM Fasilitasi Ribuan UMKM Daftarkan Hak Cipta

Jakarta, Penalutim.comKementerian Koperasi dan UKM telah memfasilitasi sebanyak 2.550 UMKM yang bergerak di berbagai bidang untuk mendapatkan hak cipta bagi kelangsungan  usahanya.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga di Jakarta, Selasa, (6/6/2017)

“Sejak diluncurkan pada 2014 sampai Mei 2017, kami telah memfasilitasi sebanyak 2.550 UMKM yang bergerak di bidang usaha pakaian dan batik, perhiasan dan aksesoris, handycraft, tas dan sepatu, serta songket dan tenun untuk mendapatkan hak cipta,” kata Puspayoga.

Ia mengatakan, selama ini mereka yang mendapatkan fasilitas hak cipta adalah UMKM yang mampu memproduksi karya seni dan hasil kreativitas yang mencakup seni rupa, seni gambar, seni lukis, seni patung, seni motif, karya rekaman suara, dan komposisi musik.

Menurut Puspayoga, standarisasi dan sertifikasi produk merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk KUMKM baik di pasar internasional dan dalam negeri.

“Hak cipta dan hak merek adalah salah satu bentuk sertifikasi produk yang merupakan bagian dari Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Kekayaan intelektual inilah yang akan menjadi aset yang sangat berharga bagi UMKM dalam berinovasi dan berkreasi,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Puspayoga, pemerintah memberi perlindungan terhadap kekayaan intelektual, khususnya terhadap produk-produk yang diperdagangkan.

“Waktu pendaftaran hak cipta yang semula selambat-lambatnya tiga bulan berubah menjadi selambat-lambatnya 11 hari. Bahkan, secara online apabila dokumen lengkap dapat diselesaikan dalam waktu satu hari,” ungkap Puspayoga.

Produk KUMKM yang strategis memiliki daya saing yang diprioritaskan diberi HKI, antara lain, pakaian dan batik, perhiasan dan aksesoris, kerajinan tangan, furniture, tas dan sepatu, serta songket dan tenun.

Sedangkan untuk hak merek produk UMKM diprioritaskan pada produk UMKM yang telah memiliki pasar potensial.

“Sehingga, produk UMKM memiliki perlindungan karena memiliki merek dagang sendiri,” katanya.

Puspayoga menambahkan, sejalan dengan  amanat UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM, dalam rangka meningkatkan promosi dagang produk UMKM, perlu dilakukan fasilitasi pemilikan hak atas kekayaan intelektual (hak cipta dan hak merek) atas produk dan desain UMKM untuk kegiatan dalam negeri dan luar negeri.

“Penerima fasilitasi hak merek dan hak cipta tersebar di seluruh Indonesia,” katanya.

Editor : Novita Dewi 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lestarikan Budaya, Perkuat Ekonomi: PT Vale Pamerkan Produk Binaan di HUT Dekranas

11 Juli 2026 - 23:34 WITA

Dukung Penetapan LP2B Sulsel, Bupati Irwan Komit Lindungi Lahan Produktif

10 Juli 2026 - 02:54 WITA

Sinergi Pusat-Daerah: Luwu Timur Siap Sukseskan Program Strategis Kelautan

2 Juli 2026 - 13:25 WITA

Trending di Lutim