Menu

Mode Gelap
Lestarikan Budaya, Perkuat Ekonomi: PT Vale Pamerkan Produk Binaan di HUT Dekranas Tampil di HUT Dekranas ke-46, Luwu Timur Pamerkan Pesona Kain Tenun hingga Kriya Taipa ITH dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sulawesi Selatan Jalin Kerja Sama Strategis untuk Penguatan Pendidikan dan Profesi Arsitektur Terima 3 Titik JIAT dari BBWS, Bupati Irwan Usulkan 6 Lokasi Baru Dukung Penetapan LP2B Sulsel, Bupati Irwan Komit Lindungi Lahan Produktif Dorong Regenerasi Pengrajin Teduhu, Produk Binaan PT Vale Tampil di Dekranas 2026

Nasional

Kapolri : Aksi 25 November Ada Upayah Kuasai DPR dan Menggulingkan Pemerintahan

badge-check

Kapolda Metro Akan Keluarkan Larangan Pergerakan MassaJakarta, Penalutim.com – Terkait isu akan adanya unjuk rasa pada 25 November 2016 mendatang, membuat jajaran Polri dan TNI akan memperketat pengaman gedung parlemen menjelang aksi demonstrasi tersebut.

Pengamanan tersebut buntut dari terdengarnya kabar akan ada sekelompok orang yang ingin masuk untuk menguasai gedung DPR di Senayan, Jakarta.

“Info yang kami terima nanti pada 25 November akan ada aksi unjuk rasa. Namun ada upaya-upaya tersembunyi dari beberapa kelompok yang ingin masuk ke dalam DPR dan berusaha menguasai DPR,” kata Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Mabes Polri, Senin (21/11), usai bertemu dengan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Menurut Kapolri rencana tersebut dimaksudkan untuk menguasai DPR dan menggulingkan pemerintahan, maka hal tersebut termasuk perbuatan makar dan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Sejumlah massa dari ormas Islam berencana melakukan aksi unjuk rasa pada 25 November dan aksi gelar sajadah dan doa pada 2 Desember 2016 untuk meminta Polri menahan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T. Purnama alias Ahok atas kasus dugaan penistaan agama di Kepulauan Seribu beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu hingga kini, Gubernur non aktif itu tidak ditahan pihak Kepolisian karena ada beberapa faktor, diantaran tidak semua penyidik menyetujui Calon Gubernur nomor urut 2 itu ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada Senin melakukan komunikasi melalui konferensi video dengan para kapolda dan pangdam di seluruh Indonesia untuk melakukan koordinasi terkait pengamanan menjelang aksi demonstrasi di Jakarta pada 25 November dan 2 Desember 2016. (RI/Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ubah Tantangan Menjadi Kemajuan, Perjalanan ESG PT Vale Menguat di 2025

1 Mei 2026 - 07:10 WITA

Capai Kinerja Keuangan Yang Solid di Triwulan Pertama, PT Vale Tetap Membangun Fondasi Pertumbuhan di Masa Depan

30 April 2026 - 02:26 WITA

Dukung Penuh Program Ketahanan Pangan di Luwu Timur, Kementerian Transmigrasi Jadwalkan Berkunjung ke Mahalona

6 Maret 2026 - 01:26 WITA

Trending di Nasional