Menu

Mode Gelap
Bukan Penggusuran! Ini Alasan Pemkab Luwu Timur Lakukan Pengosongan Lahan di Laoli Picu Kebakaran 3 Rumah di Wewangriu, Kenali Cara Cegah Korsleting Listrik di Rumah Perkuat Keterbukaan Informasi, PT Vale Ajak Jurnalis Upskilling dan Tinjau ESG di Sorowako Harmoni dan Toleransi Nyata Warnai Penyambutan UAS di Luwu Timur Hadiri Pelantikan KKLR Kepri, Wabup Luwu Timur Beri Pesan Moral ke Diaspora ‎Anti Mager! Gaya Kompak Gubernur Andi Sudirman dan Bupati Ibas di HUT Torut

Pena Politik

DPRD Lutim Tolak Copot Kapolri

badge-check


					DPRD Lutim Tolak Copot Kapolri Perbesar

Malili, Penalutim.com – Semua anggota DPRD kabupaten Luwu Timur, menolak menadatangani, pada berita acara tuntutan masa aksi Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat Luwu Timu copot Kapolri, saat demo di DPRD Lutim, Senin ( 01/09/2025).

Fraksi PDIP Luwu Timur yang pertama kali, menolak membubuhkan tanda tangan pada berita acara dalam poin tuntutan dari Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat Luwu Timu, untuk mencopot Kapolri Jenderal polisi Listyo Sigit Prabowo.

Ketua Fraksi PDIP, Muh. Nur, mengatakan sebelum menandatangani berita acara tersebut, dirinya sepakat bahwa gerakan tersebut tidak ditunggangi oleh oknum yang memiliki kepentingan tersendiri.

“Kita tidak tahu di tubuh Polri ada yang bermain atau tidak, jadi saya berharap dalam poin itu tidak ada kata Copot Kapolri, tapi setuju dengan kata reformasi total di tubuh Polri,”ujarnya.

Lebih lanjut Muh.Nur menuturkan, Jika tidak ada kata copot, dirinya setuju tandatangani berita acaranya, Alasannya jika ada kata Copot Kapolri berarti mengarah pada personal, untuk itu Fraksi PDIP kabupaten Luwu Timur tidak mau terseret dalam person, tetapi jika menyoroti atau melakukan reformasi di tubuh lembaga polri kita dukung, makanya seharusnya bunyi tuntutannya bukan copot Kapolri tetapi Reformasi total di tubuh Polri.

Menyusul fraksi golkar, fraksi PAN, Fraksi Nasdem dan Fraksi GPR juga ikut menolak kata Copot Kapolri, serta bersedia bertandatangan jika kata Copot Kapolri di hapus.

Setelah berdiskusi dengan massa aksi akhirnya muncul kesepakatan dengan massa aksi demo sepakat, menghapus kata Copot Kapolri, alasannya yang berhak mencopot Kapolri hanya Presiden.

Massa aliansi mahasiswa yang menggelar demo di kantor DPRD Lutim hanya berjumlah puluhan orang, namun dihadiri Bupati Irwan Bachri Syam, Forkopimda, Ketua DPRD, dan Wakil Ketua I DPRD dan Wakil Ketua II DPRD serta para ketua Fraksi. (Udin).

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Parlemen Desak Kemenhub Prioritaskan Keselamatan Transportasi Darat di Tengah Keterbatasan Fiskal

13 Juli 2026 - 11:00 WITA

Gerindra Minta Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis Tidak Dipolitisasi

26 Mei 2026 - 16:27 WITA

Siapkan Generasi Pemilih Pemula Cerdas, Pemkab Lutim Gelar Sosialisasi Pendidikan Politik

4 Mei 2026 - 10:57 WITA

Trending di Daerah