Menu

Mode Gelap
Wujudkan Program PPM, PT CLM Gelar Pelatihan PKD Sembilan Desa Binaan Di Balik Konflik Lahan Laoli, Petani Pilih Kesepakatan Demi Masa Depan Anak Cucu Bukan Penggusuran! Ini Alasan Pemkab Luwu Timur Lakukan Pengosongan Lahan di Laoli Picu Kebakaran 3 Rumah di Wewangriu, Kenali Cara Cegah Korsleting Listrik di Rumah Perkuat Keterbukaan Informasi, PT Vale Ajak Jurnalis Upskilling dan Tinjau ESG di Sorowako Harmoni dan Toleransi Nyata Warnai Penyambutan UAS di Luwu Timur

Pena Politik

Dihadapan Wakil Direktur Perum Bulog Komisi II DPRD Perjuangkan Petani Luwu Timur 

badge-check


					Dihadapan Wakil Direktur Perum Bulog Komisi II DPRD Perjuangkan Petani Luwu Timur  Perbesar

Jakarta, Penalutim.com– Anggota DPRD Luwu Timur, Firman Udding, mengungkapkan bahwa setiap musim panen, luas area panen di Luwu Timur mencapai 24.000 hektare. Hal ini terungkap saat Komisi dua DPRD Luwu Timur audiensi bersama Perum Bulog di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

“Namun sekitar 60% gabah petani diserap oleh pengusaha dari luar daerah akibat terbatasnya fasilitas pascapanen,” Kata Firman di hadapan Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI Marga Taufik, bersama jajarannya.

Selain itu, Firman juga memaparkan kondisi kapasitas penyimpanan saat ini:

  1. Gudang Bulog Maleku: 4.000 ton (penuh)
  2. Gudang SRG Mangkutana (sewa pemda): 1.200 ton (penuh)
  3. Seluruh gudang penggilingan: ±2.000 ton (penuh)

Menurutnya, Total daya tampung sekitar 7.000 ton, jauh dari kebutuhan riil.

“Dengan kapasitas sebesar ini, petani tidak punya banyak pilihan. Harga gabah mudah dimainkan tengkulak, padahal pemerintah sudah menetapkan harga Rp 6.500 per kilogram,” jelas Firman.

Olehnya itu, Lanjut Firman, DPRD bersama Pemerintah Daerah Luwu Timur merekomendasikan agar Bulog menambah kapasitas gudang menjadi 10.000 hingga 20.000 ton sebagai solusi jangka panjang untuk stabilisasi harga dan penyerapan produksi petani.

Tidak hanya itu, kebutuhan minimal lima unit penggilingan dengan sistem pengeringan (dryer) berkapasitas 120 ton per jam juga diusulkan.

“Ini penting karena Luwu Timur memiliki curah hujan yang tinggi sehingga petani sangat bergantung pada fasilitas pengeringan modern,” Tegasnya

Ia bilang, dengan area panen 24.000 hektare dan produksi rata-rata 160.000 ton gabah per musim, Luwu Timur menghasilkan sekitar 80.000 ton beras berdasarkan rendemen 50%.

“Angka ini menunjukkan betapa vitalnya Luwu Timur dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional,”Jelasnya.

Berdasarkan hal tersebut Komisi II berharap audiensi ini dapat membuahkan keputusan strategis dari Perum Bulog. Penambahan fasilitas penyimpanan dan pengolahan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.

“Petani memegang peran kunci dalam ketahanan pangan. Memperhatikan mereka berarti memastikan masyarakat luas mendapatkan akses pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau. Petani sejahtera, Luwu Timur juara,” tutup Firman.

Diketahui hadir dalam audiensi tersebut dari Dinas Pertanian Lutim hadir Kabid Ketahanan Pangan Darfan dan Kabid Tanaman Pangan Rahmatullah.

Sementara dari Komisi II hadir tujuh anggota, yakni Firman Udding, Sarkawi Hamid, Sukasman, Wahidin Wahid, Ambrosius, Andi Surono, dan Wayan Suparta. (***)

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Parlemen Desak Kemenhub Prioritaskan Keselamatan Transportasi Darat di Tengah Keterbatasan Fiskal

13 Juli 2026 - 11:00 WITA

Gerindra Minta Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis Tidak Dipolitisasi

26 Mei 2026 - 16:27 WITA

Siapkan Generasi Pemilih Pemula Cerdas, Pemkab Lutim Gelar Sosialisasi Pendidikan Politik

4 Mei 2026 - 10:57 WITA

Trending di Daerah