Menu

Mode Gelap
Hadiri Pelantikan KKLR Kepri, Wabup Luwu Timur Beri Pesan Moral ke Diaspora ‎Anti Mager! Gaya Kompak Gubernur Andi Sudirman dan Bupati Ibas di HUT Torut Pastikan Lansia Hidup Layak, 4.000 Kartu Lansia Tuntas Disalurkan Bukan Izin Baru, PT Tizar Tirzia Trizardi Tegaskan IUP 2025 Kelanjutan dari Izin 2011 PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi, Bina 50 Pelajar Luwu Timur Jadi Duta Lingkungan Ikuti Bimtek Aswakada, Wabup Puspawati Siap Terapkan Inovasi Baru untuk Luwu Timur

Nasional

Dengan Promosi Dan Pemasaran, Produk Halal Indonesia akan Tumbuh Besar

badge-check


					Dengan Promosi Dan Pemasaran, Produk Halal Indonesia akan Tumbuh Besar Perbesar

Dengan Promosi Dan Pemasaran, Produk Halal Indonesia akan Tumbuh BesarJakarta, Penalutim.com – Potensi pasar Produk Halal dunia diperkirakan akan berkembang pesat seiring dengan meningkatnya populasi muslim dunia pada tahun 2030, dengan estimasi nilai perdagangan sebesar 3,7 triliun pada tahun 2019 (data Global State of Islamic Economic).

Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia berpotensi untuk mengekspor produk halalnya ke pasar internasional. Sektor produk halal menjadi potensi yang yang sangat besar bagi produk-produk UKM Indonesia.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta mengatakan dengan promosi dan pemasaran yang baik serta dikembangkan secara baik pula, produk halal Indonesia bisa mencatatkan pertumbuhan yang cukup besar.

“Peningkatan populasi muslim di Indonesia dan daerah lain ASEAN merupakan sebuah peluang yang cukup besar bagi produsen produk halal,” kata I Wayan Dipta melalui siaran pers, Rabu (12/4/2017).

Lembaga survei dari Pew Research Center’s Forum on Religion & Public Life memproyeksikan total penduduk muslim dunia meningkat dari 1,6 milyar jiwa di tahun 2010 akan meningkat drastis menjadi 2,2 milyar jiwa di tahun 2030.

Wilayah konsumen utama untuk produk halal tetap berada di Indonesia, karena Indonesia merupakan negara mayoritas Muslim terbesar di dunia dengan populasi lebih dari 250 juta dimana 90 persen adalah Muslim.

Di sisi lain, Kemenkop UKM berupaya meningkatkan perluasan pasar dan ekspor produk halal unggulan UKM Indonesia. Tahun ini program promosi dan perluasan pasar produk potensial ekspor UKM Indonesia dimulai dari partisipasi di pameran Malaysia Halal International Showcase (MIHAS).

Pameran yang berlangsung pada tanggal 5-8 April 2017 di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC) itu diikuti 580 exhibitor dari 33 negara (ASEAN, Palestina, UEA, Filipina, Turki, Australia, Jepang) dan mencatat lebih dari 25 ribu pengunjung.

Pameran MIHAS 2017 merupakan salah satu pameran terbesar di dunia untuk kategori produk Halal (makanan, minuman, kosmetik, wellness, dan jasa keuangan) yang sudah berlangsung selama 14 tahun.

“Partisipasi Kementerian Koperasi dan UKM pada pameran MIHAS telah berlangsung sejak tahun 2012 dan menunjukkan trend peningkatan positif untuk transaksi baik ritel maupun order potensial,” kata Wayan.

Dalam pameran ini Kemenkop memberikan fasilitasi kepada 28 UKM Indonesia dari kategori produk makanan, minuman, herbal, dan wellness yang berasal dari propinsi Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan NTB.

Adapun pameran MIHAS 2017 ini bersifat B to B, dengan mencatat nilai transaksi ritel Rp 138.107.200, sedangkan order potensial ekspor sebesar Rp 34.511.93.900 atau meningkat hampir 3 kali lipat dari tahun 2016, belum termasuk order lainnya yang masih perlu dilakukan follow-up.

“Mayoritas pengunjung adalah buyers internasional serta sebagian UKM hanya membawa sampel produk,” kata dia (RM)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ikuti Bimtek Aswakada, Wabup Puspawati Siap Terapkan Inovasi Baru untuk Luwu Timur

24 Juli 2026 - 04:18 WITA

Tingkatkan Efektivitas GPM, Bupati Irwan Minta Jangkauan Diperluas ke Tingkat Desa

21 Juli 2026 - 11:26 WITA

Modern dan Ramah Lingkungan, Pelabuhan Balantang PT Vale Sabet Penghargaan ASRI 2026

17 Juli 2026 - 12:32 WITA

Trending di Business