Menu

Mode Gelap
Bukan Penggusuran! Ini Alasan Pemkab Luwu Timur Lakukan Pengosongan Lahan di Laoli Picu Kebakaran 3 Rumah di Wewangriu, Kenali Cara Cegah Korsleting Listrik di Rumah Perkuat Keterbukaan Informasi, PT Vale Ajak Jurnalis Upskilling dan Tinjau ESG di Sorowako Harmoni dan Toleransi Nyata Warnai Penyambutan UAS di Luwu Timur Hadiri Pelantikan KKLR Kepri, Wabup Luwu Timur Beri Pesan Moral ke Diaspora ‎Anti Mager! Gaya Kompak Gubernur Andi Sudirman dan Bupati Ibas di HUT Torut

Pena Politik

Anggota DPRD ini Paparkan Solusi Hadapi Rendahnya Serapan Gabah di Luwu Timur

badge-check


					Anggota DPRD ini Paparkan Solusi Hadapi Rendahnya Serapan Gabah di Luwu Timur Perbesar

Jakarta, Penalutim.com – Rendahnya serapan gabah di Luwu Timur menjadi sorotan Anggota DPRD Luwu Timur. Pasalnya, hal ini berdampak langsung pada ketidakstabilan harga dan lemahnya posisi tawar petani.

Hal itu terungkap ketika Anggota DPRD Luwu Timur, Sarkawi Hamid, memaparkan luas persawahan di Kabupaten Luwu Timur mencapai sekitar 24.000 hektare dengan produksi gabah rata-rata 160.000 ton per musim.

Menurutnya, Jika dihitung dengan perkiraan rendemen sekitar 50 persen, maka hasil produksi beras mencapai 80.000 ton per musim.

Akan tetapi, lanjut Sarkawi, angka tersebut belum sebanding dengan kapasitas industri pengolahan yang tersedia saat ini.

“Jumlah penggilingan di Luwu Timur masih sangat terbatas dan hanya mampu menyerap sekitar 30 persen atau 48.000 ton gabah per musim. Artinya ada 70 persen atau sekitar 112.000 ton gabah yang keluar dan dikelola pengusaha di luar daerah,” Ungkap Sarkawi di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Tidak hanya itu, Sarkawi juga mengungkap keterbatasan kapasitas penyimpanan Bulog menjadi persoalan yang turut memperburuk kondisi petani. Gudang Bulog di Luwu Timur saat ini hanya mampu menyerap sekitar 7.000 ton beras, sehingga membuka ruang bagi para tengkulak memainkan harga di bawah ketetapan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram.

Usai memaparkan persoalannya.  Sarkawi menyampaikan sejumlah solusi yang yang perlu segera dilakukan

“Penambahan Gudang Bulog berkapasitas 10.000–20.000 ton, dan Pengadaan minimal 5 unit penggilingan padi modern dengan sistem dryer berkapasitas 120 ton/jam,”Sebut Sarkawi.

Langkah ini diharapkan bukan hanya meningkatkan serapan gabah petani, tetapi juga menjaga stabilitas harga di tingkat produsen, terutama mengingat intensitas hujan yang tinggi di wilayah Luwu Timur yang sering menyebabkan gabah tidak dapat dikeringkan secara maksimal.

“Ini penting sebagai solusi jangka panjang agar petani kita tidak lagi dipermainkan oleh pasar atau tengkulak,” tegasnya.

Selain itu, Sarkawi mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, melalui surat resmi yang ditandatangani langsung oleh Bupati Irwan Bachri Syam, telah menyampaikan usulan ini dalam audiensi Komisi II DPRD Lutim bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

“Kami berharap perjuangan ini dapat membuahkan hasil nyata bagi petani di Luwu Timur. Mereka butuh perlindungan, bukan sekadar janji,” tambah Sarkawi.

Sarkawi berharap Luwu Timur bisa menjadi salah satu daerah yang mampu menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami akan terus mengawal usulan ini hingga terealisasi,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Parlemen Desak Kemenhub Prioritaskan Keselamatan Transportasi Darat di Tengah Keterbatasan Fiskal

13 Juli 2026 - 11:00 WITA

Gerindra Minta Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis Tidak Dipolitisasi

26 Mei 2026 - 16:27 WITA

Siapkan Generasi Pemilih Pemula Cerdas, Pemkab Lutim Gelar Sosialisasi Pendidikan Politik

4 Mei 2026 - 10:57 WITA

Trending di Daerah