Menu

Dark Mode
Tinjau Fasilitas Olahraga di Wasuponda, Bupati Irwan Instruksikan Pembenahan Kunjungi Korban Kebakaran di Angkona, Wabup Puspawati Berikan Bantuan dan Semangat Lomba Perahu Naga Sukses Digelar, Para Juara Dapat Hadiah Tambahan dari Bupati Luwu Timur Raih Opini WTP Ke-14, Bukti Tata Kelola Keuangan yang Sehat Sukses Terselenggara, Masyarakat Bahagia, Kadis Parmudora: Lomba Perahu Naga Akan Menjadi Event Tahunan Luwu Timur Tutup Road Race Bupati Cup II, Irwan Beri Apresiasi Tambahan dan Hadiah Khusus

Pena Ekonomi

Kemenkop dan UKM Dukung Koperasi Investasi di Infrastruktur

badge-check


					Kemenkop dan UKM Dukung Koperasi Investasi di Infrastruktur Perbesar

Jakarta, Penalutim.co.id – Kementerian Koperasi dan UKM mendukung koperasi ikut sebagai investor dalam pembangunan infrastruktur. Banyak proyek infrastruktur yang potensial dibiayai oleh koperasi.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram pada Rapat Anggota Program (RAP) Induk Koperasi Unit Desa (INKUD) Tahun 2018, Rabu (24/1/2017) di Jakarta.

Turut hadir Ketua Induk KUD Herman Yosef Loli Wutun, Wakil Ketua Umum Dekopin Mohamad Sukri, Dewan Penasehat The Nature Conservancy Indonesia H.S Dillon, dan para investor dari Jepang, Malaysia, Thailand, Taiwan.

“Proyek jalan tol, misalnya, jika koperasi berinvestasi di sana berarti pemilik adalah pengguna. Pengguna jalan tol sangat besar dan mereka adalah yang punya uang captive market-nya ada, belum lagi proyek listrik dan gas. Bayangkan jika koperasi ikut menguasai,” kata Agus.

Dia menegaskan investasi di sektor infrastruktur sangat menguntungkan. Agus meyakini koperasi mampu terlibat dalam mendanai proyek infrastruktur terlebih aktif menjalin kerja sama dengan berbagai investor.

“Ini merupakan salah satu wujud yang diharapkan dari pengembangan koperasi dalam Reformasi Total Koperasi,” kata Agus.

Baru-baru ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyerukan agar koperasi berinvestasi dalam proyek infrastruktur yang sedang digencarkan oleh pemerintah.

Berdasarkan data, kebutuhan pembiayaan infrastruktur mencapai Rp4.769 triliun selama lima tahun (2015 – 2019). Sumber investasi APBN dan APBD hanya mampu 41,3% dan sisanya diharapkan dari swasta, BUMN dan juga peran koperasi.

Dalam sambutannya, Agus juga menyampaikan perlunya revitalisasi KUD sebab KUD yang aktif tercatat 8.757 tapi yang aktif 5.800. Kemenkop dan UKM selalu mendorong KUD berperan aktif dalam distribusi barang dan jasa.

Agar laju kinerja koperasi bergerak cepat, Agus juga menilai perlu penguatan kewenangan Kemenkop dan UKM. Dia mengharapkan ke depan, semua hal–hal yang terkait koperasi fokus dikerjakan Kemenkop dan UKM. Contohnya, izin pendistribusian pupuk dating ke Kemenkop dan UKM bukan Kementerian Pertanian. Menurutnya penguatan ini dapat dilakukan dengan revisi UU Kementerian Negara No. 39 Tahun 2008.

“Jadi Kementerian Koperasi ini bukan hanya Kementerian yang memberikan izin untuk simpan pinjam saja. Tetapi sektor ril dan sektor keuangan juga harus dipegang oleh Kementerian Koperasi,” kata Agus.

Ketua INKUD Herman Yosef Loli Wutun di era reformasi, kondisi koperasi penuh dengan persaingan yang ketat . Namun dia tetap mengimbau para pelaku koperasi untuk berbangga hati, bahwa di era global yang sarat kompetisi, INKUD dan jaringannya masih terus bertahan. Dia menargetkan untuk melakukan revitalisasi KUD, menghidupkan kembali KUD-KUD.

“Apalagi ada ribuan KUD yang terancam pembubaran karena mati tidak, hidup juga tidak. Sementara di bidang manejemen, INKUD akan melakukan restrukturisasi dengan merekrut tenaga-tenaga professional,” kata Herman.

 

Penulis : Risal

Editor : Redaksi

Foto : Risal

Facebook Comments Box

Read More

Hadiri Peresmian KDKMP Wabup Puspawati Tegaskan Pengelolaan Secara Profesional, Transparan, dan Akuntabel

16 May 2026 - 23:29 WITA

Resmikan Kantor Baru Kejari Lutim, Kajati Sulsel Apresiasi Kolaborasi Pemkab dan Kejaksaan Dorong Kemajuan Daerah

12 May 2026 - 14:42 WITA

Melalui Pelatihan Vokasional Ketua Dekranasda Lutim Dorong Inovasi Anyaman Serat Alam

12 May 2026 - 05:26 WITA

Trending on Daerah