Malili, Penalutim.com — Sebuah pohon rindang di Kota Malili kini bukan lagi sekadar tempat berteduh dari terik matahari. Di bawah naungannya, riuh tawa khas anak muda bersanding erat dengan diskusi berbobot tentang masa depan.
Tempat yang akrab disebut “Literasi di Bawah Pohon Pinus” ini telah menjelma menjadi ruang kreatif, tempat para pemuda lokal saling berbagi pengalaman, berdiskusi, dan mengedukasi satu sama lain melalui gerakan literasi. Aktivitas positif ini mendapat apresiasi langsung dari aparat penegak hukum.
Kapolsek Malili, Iptu Awaluddin, S.H., M.M., menyempatkan diri hadir di tengah-tengah tongkrongan tersebut untuk memberikan dukungan moral sekaligus berdialog langsung dengan para pemuda.
Menurutnya, gerakan literasi berbasis komunitas seperti ini memiliki dampak domino yang sangat besar, tidak hanya bagi pengembangan diri pemuda, tetapi juga bagi keamanan wilayah.
“Saya lihat aktivitas pemuda di tongkrongan bawah pohon ini sangat bermanfaat. Ada diskusi, sharing pengalaman, dan upaya saling mengedukasi. Ini adalah aktivitas yang positif,” ujar Iptu Awaluddin hangat di hadapan para pemuda.
Lebih lanjut, Iptu Awaluddin menekankan bahwa ruang kreatif seperti ini secara tidak langsung menjadi pilar penting dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kecamatan Malili.
Ketika energi terbarukan para pemuda disalurkan ke arah literasi dan diskusi produktif, potensi tindakan negatif atau gesekan sosial di tengah masyarakat dapat diredam sejak dini.
Namun, Kapolsek tidak hanya datang untuk memuji.
Memanfaatkan momentum hangat tersebut, ia juga memberikan motivasi kuat terkait tantangan riil yang dihadapi generasi muda Malili saat ini: dunia kerja.
Melihat potensi ekonomi Malili yang strategis dengan kehadiran berbagai perusahaan besar, Iptu Awaluddin menantang para pemuda yang belum bekerja untuk tidak menjadi penonton di rumah sendiri. Ia meminta mereka memanfaatkan ruang literasi ini untuk menempa keahlian dan mempersiapkan diri.
“Bagi pemuda yang belum punya pekerjaan, mari persiapkan diri dengan baik. Di Malili ini banyak perusahaan. Bagi yang belum dapat kerja, ya dicari, persiapkan kompetensinya. Jangan sia-siakan peluang kerja yang ada di depan mata,” tegasnya mengingatkan.
Di akhir dialog yang berlangsung interaktif tersebut, Kapolsek mengajak seluruh elemen pemuda untuk terus bersinergi dengan kepolisian.
Literasi, kreativitas, dan kemandirian ekonomi diharapkan menjadi fondasi utama bagi pemuda Malili untuk menjadi agen perubahan.
“Mari kita bersama-sama menjaga Malili ini agar selalu aman, nyaman, dan kondusif,” pungkas Iptu Awaluddin.
Melalui kolaborasi antara hangatnya literasi di bawah pohon dan komitmen kepolisian, Malili sedang merajut cerita tentang bagaimana sebuah kota Malili merawat masa depannya lewat tangan-tangan pemudanya. (*)











Komentar ditutup.