Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pena Ekonomi

Melawan Arus Tambang : Cerita Arfa Menolak Jadi Buruh, Merajut Cuan dari Secangkir Kopi

badge-check

Melawan Arus Tambang : Cerita Arfa Menolak Jadi Buruh, Merajut Cuan dari Secangkir Kopi Perbesar

Malili, Penalutim.com — Deru mesin alat berat dan hilir mudik kendaraan operasional kini menjadi pemandangan karib di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Wilayah yang dulunya didominasi oleh riwayat panjang PT Inco Tbk (kini PT Vale Indonesia Tbk), sekarang bertransformasi menjadi magnet investasi nikel yang kian sesak.

Nama-nama besar seperti PT Citra Lampia Mandiri (CLM), PT Prima Utama Lestari (PUL), hingga rencana raksasa PT Indonesia Huayou Industrial Park (IHIP) yang bersiap membangun smelter baru, menjadi bukti nyata magnet tersebut.

Bagi mayoritas pemuda di lingkar tambang, kehadiran korporasi-korporasi ini adalah tiket emas. Mereka berbondong-bondong menyusun resume, mengikuti pelatihan kerja, dan mengantre di loket rekrutmen demi satu tujuan: menjadi karyawan tambang dengan seragam kebanggaan dan gaji tetap.

Namun, di tengah gegap gempita mimpi menjadi pekerja kerah biru, seorang pemuda lokal bernama Arfa memilih jalan yang sunyi namun menjanjikan. Ia menolak ikut mengantre lamaran kerja dan memilih menjadi nakhoda bagi nasibnya sendiri sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ramiza Coffee: Membaca Peluang di Bawah Pohon Pinus

Dengan bendera Ramiza Coffee, Arfa merintis bisnis minuman kekinian. Alih-alih ruang ber-AC yang mewah, lapak usahanya berdiri bersahaja di bawah rindangnya pohon pinus, tak jauh dari Lapangan Pendidikan, Desa Puncak Indah, Malili.

Pilihan Arfa terbukti tidak salah. Perputaran ekonomi yang masif di Malili akibat aktivitas tambang nyatanya ikut mendongkrak daya beli masyarakat lokal, termasuk untuk urusan gaya hidup dan segelas kopi. Dari lapak sederhananya itu, Arfa mampu mengantongi pendapatan yang konsisten setiap hari.

“Omzet kotornya itu berada di kisaran Rp800 ribuan per hari. Setelah dipotong modal dan biaya operasional, bersihnya paling Rp300 ribuan lebih yang bisa saya bawa pulang,” ujar Arfa saat ditemui di lapaknya.

Jika dikalkulasikan, dalam sebulan Arfa bisa mengantongi pendapatan bersih sekitar Rp9 juta hingga Rp10 juta. Angka yang bahkan mampu bersaing, atau bahkan melampaui, gaji pokok sebagian pekerja tambang tingkat pemula (entry-level) di wilayah tersebut.

Berkah Event Daerah: Meraup Rp2 Juta Sehari

Keuletan Arfa diuji sekaligus membuahkan hasil manis saat momentum keramaian melanda ibu kota kabupaten. Ketika Bundaran Batara Guru (BBG) di Desa Puncak Indah dipadati masyarakat dalam rangka pelantikan serentak pengurus Indonesia Off-Road Federation (IOF), Palang Merah Indonesia (PMI), dan gerakan Pramuka, Arfa sigap memindahkan “dapur” Ramiza Coffee ke pusat keramaian.
Hasilnya pun fantastis. Lonjakan pengunjung membuat jemari Arfa tak berhenti meracik minuman sejak pagi hingga acara usai.

Dalam waktu singkat, omzetnya meroket tajam dibanding hari-hari biasa.

“Kurang lebih Rp2 jutaan omzet kotor yang berhasil dihitung dalam satu hari itu saja,” ungkapnya dengan binar mata bahagia.

Simbol Kemandirian Pemuda Lingkar Tambang

Kisah Arfa adalah antitesis dari ketergantungan akut masyarakat daerah terhadap industri ekstraktif. Di saat daerah tambang kerap membayangi pemudanya dengan kecemasan akan “masa depan pascatambang” atau habisnya masa kontrak kerja, Arfa membangun asetnya sendiri yang mandiri.

Fenomena Ramiza Coffee menunjukkan bahwa kue ekonomi investasi tambang tidak melulu harus dinikmati dengan menjadi buruh di dalam konsesi. Sektor penunjang seperti kuliner, jasa, dan UMKM justru menyimpan potensi tak terbatas bagi mereka yang jeli melihat peluang dan berani mengambil risiko.

Di bawah rindang pohon pinus Malili, Arfa telah membuktikan: modal keberanian dan kreativitas terkadang jauh lebih bernilai daripada selembar ijazah yang mengantre di meja HRD perusahaan tambang.(*)

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dukung Ekonomi Kerakyatan, Kapolres Luwu Timur Kawal Kunjungan Menteri Koperasi di Sorowako

10 Okt 2026 - 14:17 WITA

Dukung Ekonomi Kerakyatan, Kapolres Luwu Timur Kawal Kunjungan Menteri Koperasi di Sorowako

Pekan Expo K-UMKM Sulsel Ditutup, Luwu Timur Sabet Penghargaan KDKMP Terbaik

10 Okt 2026 - 11:11 WITA

Pekan Expo K-UMKM Sulsel Ditutup, Luwu Timur Sabet Penghargaan KDKMP Terbaik

Borong Produk di Expo Sorowako,Wagub Sulsel Kepincut Cantiknya Kain Taipa Luwu Timur

10 Okt 2026 - 10:55 WITA

Borong Produk di Expo Sorowako,Wagub Sulsel Kepincut Cantiknya Kain Taipa Luwu Timur
Trending di Daerah