Raihan 10 medali yang dibawa pulang kontingen Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Luwu Timur dari ajang International Open Karate Championship Esa Unggul Cup VI menjadi dorongan bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk terus memperkuat pembinaan atlet berprestasi.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Luwu Timur, Muhammad Safaat, mengatakan prestasi tersebut menjadi indikator bahwa potensi atlet daerah sangat besar apabila didukung dengan pembinaan yang berkelanjutan.
“Prestasi ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat pembinaan olahraga. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan agar atlet-atlet kita memiliki kesempatan berkembang dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” kata Muhammad Safaat.
Pada kejuaraan yang berlangsung di GOR Ciracas, Jakarta, 17–19 Juli 2026 itu, FORKI Luwu Timur berhasil finis di posisi kesembilan dari 103 kontingen yang berasal dari Indonesia maupun mancanegara, termasuk Malaysia dan Swedia.
Kontingen Luwu Timur mengoleksi dua medali emas, empat medali perak, dan empat medali perunggu.
Dua medali emas dipersembahkan Mourisson Matasik pada nomor Kadet Kumite -52 kilogram Putra dan Willy Aris Sigele pada nomor Senior Kumite -75 kilogram Putra.
Empat medali perak diraih Pun Altamis Daghfal Usman, Aisyah Inara Ardi, Kesya Karunia Az-Zahra, dan Nayla Rahma.
Sedangkan empat medali perunggu disumbangkan Khafid Ar-Rizqan, Andi Humairah Putri Dinanti, Nadhifa Qonitah Azzuhroh, serta Marchelia Rusman.
Muhammad Safaat menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim, mulai dari atlet, pelatih hingga pengurus cabang olahraga.
“Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Luwu Timur untuk terus berlatih dan berprestasi. Pemerintah daerah tentu akan terus mendorong lahirnya atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan,” tutupnya.










Komentar ditutup.