Menu

Mode Gelap
Ditinggal ke Kantor, Satu Rumah di Desa Puncak Indah Hangus Terbakar Peringati HAN 2026, Sekda Luwu Timur Dorong Gerakan Lindungi Anak Jadi Rujukan Hilirisasi Berkelanjutan, Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Morowali Tangis Haru di Tomoni: Kartu Lansia Jadi Penyelamat Biaya Berobat dan Kebutuhan Hidup Gunakan DBH Sawit untuk Lindungi Pekerja, Bupati Irwan Bawa Inovasi di Jamsostek Award Sulsel Jemput Bola! Petugas Antar Bantuan Lansia ke Rumah Nenek 84 Tahun di Angkona

Daerah

Tangis Haru di Tomoni: Kartu Lansia Jadi Penyelamat Biaya Berobat dan Kebutuhan Hidup

badge-check


					Tangis Haru di Tomoni: Kartu Lansia Jadi Penyelamat Biaya Berobat dan Kebutuhan Hidup Perbesar

Luwu Timur, Penalutum.com – ‎Wajah-wajah senja para lanjut usia (lansia) di Kecamatan Tomoni dan Tomoni Timur tampak haru bahagia. Memasuki hari kelima penyaluran Kartu Lansia periode Januari–Maret 2026, Rabu (22/7/2026), senyum lega memancar dari mereka yang akhirnya menerima bantuan.

‎Bagi para lansia, kartu ATM bantuan dari pemerintah daerah ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan penyambung harapan di tengah keterbatasan fisik dan ekonomi.

Carum (67), warga Desa Beringin Jaya, Kecamatan Tomoni, tak mampu menyembunyikan rasa harunya usai menandatangani berkas penerimaan. Dengan mata berbinar, ia mengungkapkan kelegaannya setelah sekian lama menanti.

‎”Dalam keadaan sakit begini, saya bingung harus cari biaya berobat ke mana. Bantuan ini sangat berarti, akan saya gunakan untuk beli obat dan kebutuhan makan sehari-hari,” tutur Carum.


‎Kisah serupa juga datang dari Iskandar (69), warga Desa Bangun Karya. Sudah empat bulan ia jatuh sakit dan sulit berjalan. Kini, ia menggantungkan hidup bersama istri dan cucunya.

‎”Saya sangat berterima kasih kepada Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati atas bantuannya. Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan kelancaran menjalankan tugas,” ungkap Iskandar penuh syukur.

‎Kebahagiaan senada dirasakan Ni Wayan Cangkir (76), lansia asal Desa Alam Buana, Tomoni Timur. Lansia yang mengidap sakit pinggang bertahun-tahun ini mengaku harus rutin mengontrol kesehatannya ke rumah sakit seminggu sekali. Bantuan ini menjadi penopang hidupnya yang sudah lama tidak bekerja.

‎Penyaluran hari kelima ini berlangsung di dua lokasi terpisah. Sebanyak 87 penerima manfaat dari 12 desa dan 1 kelurahan berkumpul di Aula Kantor Camat Tomoni, sementara 70 penerima dari 8 desa dipusatkan di Kecamatan Tomoni Timur.

‎Sekretaris Camat Tomoni, Wahyudin, menegaskan bahwa seluruh penerima bantuan Kartu Lansia tahun 2026 telah melalui proses verifikasi ketat agar tepat sasaran.


‎‎”Para orang tua lansia yang hadir ini sudah kami pastikan adalah warga yang betul-betul layak dan sangat membutuhkan bantuan,” ujar Wahyudin.

‎Niat pemerintah untuk menyisir warga yang benar-benar membutuhkan ini disetujui oleh Camat Tomoni Timur, Yulius. Ia mengimbau agar para penerima dapat memanfaatkan bantuan tersebut sebaik mungkin untuk kebutuhan pokok dan kesehatan. (fir/ikp-humas/kominfo-sp)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ditinggal ke Kantor, Satu Rumah di Desa Puncak Indah Hangus Terbakar

23 Juli 2026 - 13:14 WITA

Peringati HAN 2026, Sekda Luwu Timur Dorong Gerakan Lindungi Anak

23 Juli 2026 - 07:24 WITA

Jadi Rujukan Hilirisasi Berkelanjutan, Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Morowali

23 Juli 2026 - 07:14 WITA

Trending di Daerah