Sorowako, Penalutim.com – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan generasi tenaga kesehatan terhadap potensi bencana terus dilakukan. Program Studi Profesi Ners STIKES Batara Guru Soroako menggelar kegiatan pelatihan penanggulangan bencana.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa profesi ners sebagai bagian dari pembekalan menghadapi situasi darurat di tengah masyarakat. Pelatihan ini juga menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan.
Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan langsung oleh dr. April, selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan peran strategis tenaga kesehatan dalam setiap tahapan penanggulangan bencana.
Menurutnya, penanggulangan bencana tidak hanya berfokus pada penanganan saat kejadian, tetapi juga mencakup kesiapsiagaan sebelum bencana dan pemulihan setelah bencana. Oleh karena itu, tenaga kesehatan dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menghadapi kondisi darurat.
“Mahasiswa keperawatan diharapkan mampu menjadi bagian dari garda terdepan dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat, baik pada saat tanggap darurat maupun dalam proses pemulihan pascabencana,” tegasnya.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana, mengingat penanganan bencana melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa profesi ners STIKES Batara Guru Soroaka tidak hanya memiliki kemampuan klinis, tetapi juga kesiapan mental, keterampilan, dan kepekaan sosial dalam menghadapi berbagai situasi darurat, “tutup dr. April, saat dikonfirmasi media Penalutim.






