Menu

Mode Gelap
Pasca Konflik Laoli, Pemkab Lutim Siapkan Hunian dan Kebutuhan Dasar Warga Wujudkan Program PPM, PT CLM Gelar Pelatihan PKD Sembilan Desa Binaan Di Balik Konflik Lahan Laoli, Petani Pilih Kesepakatan Demi Masa Depan Anak Cucu Bukan Penggusuran! Ini Alasan Pemkab Luwu Timur Lakukan Pengosongan Lahan di Laoli Picu Kebakaran 3 Rumah di Wewangriu, Kenali Cara Cegah Korsleting Listrik di Rumah Perkuat Keterbukaan Informasi, PT Vale Ajak Jurnalis Upskilling dan Tinjau ESG di Sorowako

Daerah

Musrenbang, Anggota DPRD ini Aspirasikan Pembuangan Air Malakea Dipriotaskan

badge-check


					Musrenbang, Anggota DPRD ini Aspirasikan Pembuangan Air Malakea Dipriotaskan Perbesar

Penalutim.com, Luwu Timur – Meski nampak kaya dengan melimpahnya Air. Namun demikian tidak semua wilayah di Kabupaten Luwu Timur masyarakatnya menikmati air sesuai dengan kebutuhannya. Selain air, masyarakat juga menginginkan pengaspalan.

Salahsatu Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Timur mengungkapkan kebutuhan air petani di Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

 “Ada beberapa proyek pembangunan yang sifatnya prioritas, yang diminta oleh warga. Antara lain, pembuangan air Malakae yang menghubungkan persawahan ditiga desa, yaitu Desa Wanasari, Lamaeto dan Desa Solo,” kata Anggota DPRD Luwu Timur, Wayan Suparta, Senin (19/02/2024).

Menurut Wayan, Warga Petani sangat membuthkan pembuangan air  di desa tersebut. Olehnya itu, karena hal ini suda mendesak, ia berharap agar segera direalisasikan.

”Ini sangat mendesak karena pembuangan air ini sangat dibutuhkan warga Petani, dan saya berharap 2025 nanti ini sudah direalisasikan pemerintah,” Kata Wayan Suparta usai mengikuti Musrembang.

Selain itu, Wayan juga menyebutkan kebutuhan Pengaspalan jalan di beberapa titik di wilayah Kecamatan Angkona. Ini juga sangat penting karena jalan bagi warga merupakan sarana vital untuk meningkatkan aktivitas warga.

“Dan yang tak kalah penting lagi adalah segera merealisasikan keinginan warga Desa Mantadulu dan Desa Taripa yang ingin pindah ke Kecamatan Kalaena dari Kecamatan Angkona. Berpindah kecamatan ini semata – mata warga ingin mendapatkan pelayanan yang cepat dan dekat,”jelas Wayan

Ia juga mengatakan, Secara geografis, Desa Mantadulu dan Desa Taripa ini lebih dekat dengan Kecamatan Kalaena. Namun sacara administrasi, masuk di Kecamatan Angkona.

“Mereka sudah berkali – kali menyampaikan aspirasinya agar Desa Mantadulu dan Desa Taripa dikeluarkan dari Kecamatan Angkona dan masuk kedalam wilayah Kecamatan Kalaena. Ini harus ditindaklanjuti pemerintah daerah agar pelayanan kepada warga bisa efektif lagi,” Tutup Wayan Suparta. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pasca Konflik Laoli, Pemkab Lutim Siapkan Hunian dan Kebutuhan Dasar Warga

1 Agustus 2026 - 10:14 WITA

Wujudkan Program PPM, PT CLM Gelar Pelatihan PKD Sembilan Desa Binaan

30 Juli 2026 - 05:44 WITA

Di Balik Konflik Lahan Laoli, Petani Pilih Kesepakatan Demi Masa Depan Anak Cucu

30 Juli 2026 - 00:51 WITA

Trending di Daerah