Towuti, Penalutim.com – Masyarakat terdampak insiden kebocoran pipa minyak PT Vale Indonesia terima kompensasi dari PT Vale Indonesia. Hal tersebut sebagai wujud nyata komitmen dan tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat terdampak.
Ali Bastian Wualah Bantoto, petani dari Desa Lioka salah satu yang menerima Kompensasi, menyampaikan apresiasi atas tanggapan cepat PT Vale. “Saat melaporkan sawah saya yang terdampak, perusahaan langsung merespons dengan diskusi terbuka dan saat ini, saya menerima Kompensasi, itu bukti nyata tanggung jawab mereka,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan, Aroyos, peternak sapi dari Desa Lioka yang juga menerima Kompensasi tersebut, menyampaikan kepuasannya.
“Seekor sapi saya mati akibat air sungai yang terkena tumpahan minyak. Laporan saya segera ditindaklanjuti hingga akhirnya diselesaikan melalui kompensasi yang saya terima saat ini. Saya menghargai komitmen PT Vale yang responsif dan serius, Mantap PT Vale,” tuturnya.
Wakil Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Abu Ashar mengatakan bahwa kompensasi hanyalah salah satu bagian dari upaya pemulihan menyeluruh.
“Penyerahan Kompensasi ini bukan akhir, melainkan awal dari komitmen panjang PT Vale dalam bertanggung jawab atas insiden ini. Kami berkomitmen menjalankan pemulihan secara adil, berkelanjutan, dan berbasis solusi nyata,” Ucap Abu Ashar di acara penyerahan secara simbolis Kompensasi Biaya Penanggulangan Dampak’ kepada masyarakat terdampak di Aula Kantor Camat Towuti, Kamis (2/10/2025).
Abu Ashar menjelaskan langkah pemulihan yang dilakukan PT Vale mencakup pembersihan sungai, drainase, dan lahan pertanian terdampak, pemantauan kualitas air dan tanah bersama tim ahli profesional, kolaborasi erat dengan Pemda Luwu Timur, Satgas Bupati, DLH, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, TNI/Polri, DPRD Lutim, Camat Towuti, kepala desa, dan tokoh masyarakat. Kerja sama lintas pihak ini mempercepat pemulihan ekosistem Towuti sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.
Penyerahan Kompensasi kepada masyarakat secara simbolis dilakukan oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam didampingi oleh Wakil Presiden Direktur PT Vale, Abu Ashar dan disaksikan langsung oleh Ketua DPRD Luwu Timur Ober Datte, Kapolres Luwu Timur AKBP Ario Putranto Tuhu Mangabdi, Perwira Penghubung Mayor Ar Sarifuddin, serta Camat Towuti Amri Mustari.
Dalam sambutannya, Bupati Irwan menegaskan bahwa pemberian kompensasi dilakukan setelah melalui proses identifikasi, verifikasi lapangan, dan klasifikasi dampak yang melibatkan Pemda, dinas teknis, serta tim ahli independen.
“Penerima kompensasi hari ini adalah mereka yang datanya sudah final dari hasil verifikasi. Targetnya seluruh kompensasi dapat diselesaikan bulan ini agar tidak terjadi bias informasi. Kami ingin memastikan setiap warga terdampak menerima haknya sesuai klasifikasi yang disepakati bersama,”Jelas Bupati Luwu Timur.
Skema kompensasi dirancang dengan pendekatan ilmiah untuk mengukur tingkat dampak rendah, sedang, dan tinggi terhadap sawah, kebun, ternak, empang, dan sumber air. Hal ini memastikan proses yang adil, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
PT Vale bersama Pemda Luwu Timur tegaskan bahwa kompensasi akan dilanjutkan secara bertahap sesuai verifikasi lapangan hingga seluruh warga terdampak menerima haknya secara penuh.
Sekedar informasi, selain Ali Bastian Wualah Bantoto dari Desa Lioka dan Aroyos Peternak Sapi dari Desa Lioka, masyarakat yang telah menerima kompensasi juga diterima Alpius Samuda Petani dari Desa Lioka, Tasdino Nelayan Bubu dari Desa Timampu dan Harmin Nelayan Bubu dari Desa Timampu. (Rm)






