Menu

Dark Mode
Sinergi Pusat-Daerah: Luwu Timur Siap Sukseskan Program Strategis Kelautan 34 Personel Polres Luwu Timur Naik Pangkat, Kapolres AKBP Ario Beri Pesan Penting PT CLM Salurkan Program PPM, Pembangunan Masjid Annisa Kembali Berlanjut Dukung ‘Lutim Juara’, Irwan Bachri Syam Perkuat Strategi Sanitasi LuwuTimur Genjot PAD, Pemkab Luwu Timur Perluas Digitalisasi dan Penerapan QRIS Buka Kapolres Cup 2026, Bupati Irwan: Wadah Silaturahmi dan Berburu Atlet Basket Berbakat

Pena Hukum

Dialog RDP Pipa Bocor PT Vale, LSM Katakan Dampaknya Kesehatan Masyarakat, Prof Fatma : Tidak Ada Pencemaran yang Dapat Membahayakan Masyarakat

badge-check


					Dialog RDP Pipa Bocor PT Vale, LSM Katakan Dampaknya Kesehatan Masyarakat, Prof Fatma : Tidak Ada Pencemaran yang Dapat Membahayakan Masyarakat Perbesar

Malili, Penalutim.com – DPRD Luwu Timur gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas terkait penanganan Pipa Bocor PT Vale Indonesia di Kantor DPRD Luwu Timur, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Jumat (26/9/2025).

RDP tersebut dipimpin langsung oleh ketua DPRD Luwu Timur, Ober Datte. Turut hadir perwakilan pemerinath daerah Luwu Timur, sejumlah OPD terkait, 6 Kepala Desa wilayah terdampak pipa bocor PT Vale, sejumlah anggota DPRD Luwu Timur, TNI, Polri, LSM lingkar tambang, dan sejumlah tokoh pemuda wilayah terdampak.

Ketua DPRD, Ober Datte membuka RDP dan mempersilakan pihak PT Vale menyampaikan proses penanganan dan pemulihan pipa bocor PT Vale.

PT Vale menegaskan pentingnya proses pemulihan yang transparan dan berbasis partisipasi. Endra Kusuma, Head of External Relations PT Vale, menegaskan bahwa keresahan warga adalah sesuatu yang sah dan harus ditangani dengan hati-hati.

“Kami hadir untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat dan memastikan setiap langkah diambil dengan mempertimbangkan aspek sosial, lingkungan, dan keberlanjutan. Pendekatan ini bukan hanya soal menyelesaikan dampak, tapi juga membangun kembali kepercayaan bersama,” Kata Endra usai RDP di DPRD Luwu Timur, Jumat (26/9/2025)

Endra bilang, Bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, PT Vale menyusun klasifikasi dampak yang mencakup sawah, kebun, empang, ternak unggas, ternak besar, nelayan, hingga sumur air. Klasifikasi ini terbagi berdasarkan tingkat keparahan rendah, sedang, hingga tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan setiap warga terdampak menerima penanganan yang proporsional dengan kondisi riil di lapangan. Proses saat ini telah memasuki tahap verifikasi menuju penandatanganan perjanjian pembayaran dan penyaluran.

“Seluruh tim bekerja maksimal yang didukung penuh oleh PT Vale di dampingi dengan, pemerintah Luwu Timur dan pelibatan tim ahli independen, termasuk Disaster Risk Reduction Centre (DRRC) Universitas Indonesia di bawah pimpinan Prof. Fatma Lestari. Selama tiga minggu terakhir, pengambilan sampel air, udara, dan tanah dilakukan secara terbuka, dicatat waktu dan koordinatnya, disegel sesuai standar, dan diuji di laboratorium resmi,” Tutur Endra.

Menanggapi hal tersebut, Sejumlah aspirasi disampaikan oleh LSM baik dalam bentuk kritikan dan masukan. Pun demikian juga disampaikan sejumlah Anggota DPRD. Dialog berlangsung secara konstruktif dan transparan.

Menurut Jois, PT Vale semestinya menyampaikan dampak apa saja yang dialami masyarakat dengan rembesan minyak yang bersumber dari pipa minya PT Vale yang bocor. Bahwa rembesan minyak tersebut potensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat misalkan kangker dan juga berdampak terhadap lingkungan misalkan tanaman tidak bisa tumbuh dan mematikan hewan-hewan.

Selain itu, perwakilan dari LSM yang hadir di RDP tersebut juga mengkritik hasil uji air yang dirilis oleh Disaster Risk Reduction Centre (DRRC) Universitas Indonesia beberapa waktu yang lalu. Menurut Jois, hasil uji air yang dirilis saat itu menyampaikan bahwa baku mutu air tersebut adalah kelas dua. Dengan artian, bahwa air tersebut layak digunakan untuk pengairan, budidaya ikan tidak bisa dikonsumsi oleh manusia. Karena harus baku mutu kelas satu. Itu yang kami katakan pembohongan publik.

Hal tersebut ditanggapi langsung oleh Prof. Fatma Lestari Kepala Disaster Risk Reduction Center (DRRC) Universitas Indonesia. Prof Fatma menjelaskan, “Ketika mengambil sampel, menentukan titik yang harus diambil, itu saya posisikan hati saya dan pikiran saya ada diposisi saudara-saudara semua.

Saya memposisikan bagaimana ketika keluarga saya berada di posisi bapak-ibu sekalian. Saya mengambil sampel dan saya cek di laboratorium, alhamdulillah Hasil uji hingga 24 September 2025 menunjukkan kadar Merkuri (Hg) 0.0008 mg/L dan Chromium (Cr6+) 0.01 mg/L—jauh di bawah baku mutu I. Hal ini menegaskan bahwa kualitas air dan tanah di wilayah terdampak berada dalam batas aman. Prof. Fatma menyampaikan, Kami memahami kekhawatiran masyarakat.

Karena itu, seluruh pengambilan sampel dilakukan terbuka, terdokumentasi, dan hasilnya berbasis sains. Jika masih ada keraguan, kami siap mendampingi agar masyarakat benar-benar merasa yakin bahwa pemulihan dilakukan secara bertanggung jawab,”Ungkap Prof.Fatma.

Terkait dugaan bahaya potensi penyakit kangker. Prof Fatma juga menyampikan hasil analisisnya. “Apa yang dikawatirkan bapak Jois terkait penyakit kangker. Itu juga kami lakukan analisisnya. Dan hasilnya, alhamdulillah analisis kami juga sampai kelas satu. Alhamdulillah, Kromium Heksavalen adalah 0,05 dan hasil dari baku mutu yang suda kami lakukan di laboratorium kami, itu hasilnya 0,001. Jadi, jauh di bawah baku mutu kelas satu. Bapak ibu, saya tidak ingin dan sama sekali tidak ada naiatan ingin membohongi publik. Saya memposisikan, pikiran saya, hati saya dan kaki saya, berada di posisi bapak ibu sekalian,” papar Prof. Fatma Lestari.

Prof Fatma menegaskan, hasil analisisnya lebih detail, pihaknya siap memberikan langsung kepada pemda Luwu Timur untuk memastikannya.

“Kami memastikan tidak ada pencemaran yang dapat membahayakan masyarakat. Saya dari fakultas kesehatan masyarakat. Posisi saya berada di posisi masyarakat bapak ibu sekalian. Saya tidak ingin ada dampak kesehatan yang membahayakn masyarakat di situ. Hati saya berada di bapak ibu sekalian,” Tegas Prof. Fatma Lestari.

Hal ini ditanggapi Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Harisa Soharjo. Menurut harisa, hasil uji laboratorium yang dipaparkan oleh Prof. Fatma Lestari yang mengungkapkan bahwa baku mutu air berada di kelas satu dan itu layak dikonsumsi oleh masyarakat, agar segera dirilis dan disampaikan kepada publik bahwa air bersih dan layak diminum.

“Saya dengar data-data yang disampaikan ibu Prof.Fatma itu datanya akurat air bersih berada di level satu, layak minum. Nah itu segera diumumkan,” Ucap Harisa.

Sekedar informasi, RDP terkait penanganan Pipa Bocor PT Vale Indonesia ini belum selesai, diskorsing dan akan dilanjutkan pada kesempatan berikutnya. (Rm).

Facebook Comments Box

Read More

Kejaksaan Musnakan Ribuan Butir Obat Terlarang di Lutim, Sekda Beri Apresiasi!

22 May 2026 - 03:52 WITA

Ciptakan Pandu Juara Tertib dan Transparan, Dinas PMD Ajak Kajari Berikan Pendampingan Hukum

20 May 2026 - 02:03 WITA

Disparmudora dan Polres Lutim Berkolaborasi dalam Program Binlat Calon Anggota Polri 2026

13 May 2026 - 01:18 WITA

Trending on Daerah