Towuti, Penalutim.com – Permasalahan sampah yang selama ini menjadi tantangan utama di Desa Libukan Mandiri, kini mulai menemukan solusi nyata. Berawal dari inisiatif masyarakat setempat, program penanganan sampah ini kemudian diperkuat melalui dukungan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dari PT Vale Indonesia Tbk.
Program ini dinilai sangat mendesak, mengingat persoalan sampah menjadi isu krusial di wilayah desa, khususnya di Libukan Mandiri. Melalui implementasinya, sistem pengelolaan sampah kini difokuskan pada layanan pengangkutan langsung dari rumah ke rumah serta penanganan sampah pasar.
Pada tahun ini, program telah menjangkau empat desa, yaitu Libukan Mandiri, Bantilang, Matano, dan Laskap. Cakupan ini menunjukkan perluasan dampak yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, di mana program serupa telah lebih dulu hadir di Desa Wawondula, Langkea Raya, dan Pekaloa.
Kepala Desa Libukan Mandiri juga menunjukkan komitmen kuat dengan melakukan koordinasi langsung bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) guna memperkuat upaya penanganan sampah secara berkelanjutan. Ke depan, pemerintah desa bersama pemangku kepentingan berencana menggelar musyawarah untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait operasional mobil sampah dan sistem pengelolaannya.
Langkah kolaboratif antara masyarakat, pemerintah desa, dan sektor swasta ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi dapat menghadirkan solusi konkret bagi permasalahan lingkungan di tingkat desa.
“Dengan adanya mobil sampah dari PT Vale ini, kami merasa sangat senang. Karena satu-satunya masalah besar di desa kami itu adalah sampah, terutama sampah yang ada di pasar. Dulu kami harus menyewa mobil warga bisa dipakai untuk mengangkut sampah. Tapi sekarang kami sudah tidak perlu lagi menyewa,” Tutur Sharil, Kepala desa Libukan Mandiri.
“Rencana kami akan menggelar rapat untuk membahas prosedur operasional mobil sampah ini, termasuk menentukan siapa driver mobil ini nantinya,” Tambahnya.(*).






