Menu

Dark Mode
Sinergi Pusat-Daerah: Luwu Timur Siap Sukseskan Program Strategis Kelautan 34 Personel Polres Luwu Timur Naik Pangkat, Kapolres AKBP Ario Beri Pesan Penting PT CLM Salurkan Program PPM, Pembangunan Masjid Annisa Kembali Berlanjut Dukung ‘Lutim Juara’, Irwan Bachri Syam Perkuat Strategi Sanitasi LuwuTimur Genjot PAD, Pemkab Luwu Timur Perluas Digitalisasi dan Penerapan QRIS Buka Kapolres Cup 2026, Bupati Irwan: Wadah Silaturahmi dan Berburu Atlet Basket Berbakat

Pena Ekonomi

Capai Kinerja Positif, PT Vale Fokus Pengembangan Project Hirilisasi

badge-check


					Capai Kinerja Positif, PT Vale Fokus Pengembangan Project Hirilisasi Perbesar

Sorowako, Penalutim.com – PT Vale Indonesia Tbk mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025. Produksi nikel dalam matte mencapai 72.027 metrik ton, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar 71.311 ton.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan yang dirilis pada Senin (16/3/2026), perusahaan berkode saham INCO ini juga membukukan pertumbuhan laba bersih yang signifikan. Laba bersih tercatat sebesar 76,1 juta dolar AS, naik sekitar 32 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 57,8 juta dolar AS.

Kinerja positif tersebut turut didukung oleh peningkatan pengiriman nikel matte. Sepanjang 2025, total pengiriman mencapai 73.093 ton, naik dari 72.625 ton pada 2024. Capaian ini berkontribusi terhadap perolehan EBITDA perusahaan yang mencapai 228,2 juta dolar AS.

Namun demikian, perusahaan menghadapi tekanan dari sisi harga komoditas. Harga realisasi rata-rata nikel matte pada 2025 tercatat sebesar 12.157 dolar AS per ton, turun sekitar 7 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 13.086 dolar AS per ton.

Meski harga melemah, pendapatan perusahaan tetap mengalami peningkatan. Sepanjang 2025, pendapatan tercatat sebesar 990,2 juta dolar AS atau naik sekitar 4 persen dibandingkan 950,4 juta dolar AS pada 2024.

Kenaikan ini didorong oleh volume pengiriman yang lebih tinggi serta peningkatan tingkat payability nikel matte yang mulai berlaku sejak Juli 2025.

Di sisi lain, PT Vale juga memperluas portofolio bisnis melalui penjualan bijih nikel saprolit dari blok Bahodopi dan Pomalaa. Sepanjang tahun, total penjualan bijih saprolit mencapai 2,31 juta wet metric ton (wmt), dengan kontribusi terbesar berasal dari blok Bahodopi yang mencatatkan volume lebih dari 2 juta wmt. Sementara itu, penjualan dari blok Pomalaa masih terbatas karena masih dalam tahap bulk sampling test.

Untuk mendukung ekspansi bisnis, perusahaan mengalokasikan belanja modal sebesar 485,9 juta dolar AS sepanjang 2025, meningkat sekitar 46 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 332,1 juta dolar AS. Hingga 31 Desember 2025, posisi kas perusahaan tercatat sebesar 376,3 juta dolar AS.

Sepanjang tahun, perusahaan juga menghadapi sejumlah tantangan operasional, termasuk insiden kebocoran pipa minyak pada Agustus 2025. Selain itu, perusahaan mulai membangun kembali Furnace 3 pada November 2025 yang ditargetkan rampung pada Mei 2026, guna menjaga kapasitas produksi sekaligus meningkatkan aspek keselamatan operasional.

Memasuki 2026, PT Vale akan memfokuskan pengembangan pada proyek pertambangan dan hilirisasi. Salah satu proyek utama berada di Pomalaa yang kini telah mencapai sekitar 60 persen tahap pengembangan tambang. Sementara proyek pengolahan berbasis teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) telah mencapai sekitar 50 persen konstruksi dan ditargetkan mencapai penyelesaian mekanis pertama pada kuartal III 2026.

Perusahaan menilai berbagai langkah strategis tersebut akan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang sekaligus meningkatkan nilai bagi para pemangku kepentingan.(***)

Facebook Comments Box

Read More

Sinergi Pusat-Daerah: Luwu Timur Siap Sukseskan Program Strategis Kelautan

2 July 2026 - 13:25 WITA

Dukung ‘Lutim Juara’, Irwan Bachri Syam Perkuat Strategi Sanitasi LuwuTimur

1 July 2026 - 08:08 WITA

Genjot PAD, Pemkab Luwu Timur Perluas Digitalisasi dan Penerapan QRIS

1 July 2026 - 07:51 WITA

Trending on Daerah