Malili, Penalutim.com – Buka penerimaan puluhan tenaga kerja operator alat berat, PT. Tenaga Mandiri Utama (PT TMU) lakukan sosialisasi di Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) PT. Luwu Timur Skill Center.
Baso Akbar pimpinan PT.TMU mengatakan kepada Penalutim, sosialisasi yang dilakukan pihaknya beberapa waktu lalu di Lutim Skill Center merupakan langkah edukasi kepada peserta pelatihan agar lebih serius dan bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan operator alat berat.
“Kami melakukan edukasi kepada peserta agar mereka bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan. Karena, kami menerima lamaran kerja tapi banyak yang tidak memiliki SIO, SIM BII. Ada juga memiliki SIO tapi banyak yang palsu,” Kata Baso.
Menurut Baso, mereka yang ikut pelatihan di LPKS sperti ini adalah langkah yang tepat bagi para pemuda dan pemudi Luwu Timur mempersiapkan dirinya agar siap kerja dengan kompetensi yang berlisensi resmi. Memiliki SIO dan SIM BII.
“Luwu Timur kini telah menjadi kawasan Industri, akan dibangun smelter baru. Hal ini tentu membutuhkan tenaga kerja operator alat berat sperti Operator Excavator dan Dum Truk dan lain sebagainya. Ya seperti PT TMU saat ini menerima lebih dari 50 operator Excavator. Ini baru PT TMU, belum lagi perusahaan lainnya. Termasuk PT IHIP yang telah menyampaikan kebutuhan alat berat Excavator sebanyak enam ratusan,” Jelas Baso.
Menanggapi hal tersebut, Pimpinan PT Luwu Timur Skill Center, Syahidin Halun menyambut baik kehadiran PT TMU dan mengucapkan terimakasih kepada pihak manajemen PT TMU.
“Kami menyambut baik sosialisasi PT TMU dan tentu kami m mengucapkan terimakasih. Karena LPKS menjadi salahsatu tempat TMU sosialisasi kebutuhan tenaga kerja khususnya Operator Excavator. Dengan kehadiran PT TMU di Lutim Skill Center peserta pelatihan kami menjadi lebih semangat dan bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan,” Tutur Syahidin.
Syahidin berharap agar lulusan Lutim Skill Center memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh pihak perusahaan khususnya PT TMU. Sehingga, ketika mereka melamar bisa lulus dan langsung bekerja. (*)













