Sorowako, Penalutim.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Waemami kolaborasi Pemerintah daerah gelar media gathering bersama Insan Pers di Cafe Munads, Kecamatan Nuha, Sabtu (29/11/25).
Selain menjadi wadah silaturahmi, media gathering dengan tema “Inovasi dan Strategi Pengembangan Bisnis Perumdam Waemami Kabupaten Luwu Timur untuk Pelayanan Air Minum yang Berkelanjutan”. juga menjadi salahsatu bentuk keterbukaan Informasi Publik (Perumdam) Waemami Luwu Timur.
Media Gathering berlasung dikemas menjadi ruang dialog antara Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam yang juga sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) Perumdam, Direktur Perumdam Waemami, Andi Maryam dan Insan Pers yang hadir dalam kegiatan tersebiut.
Sebelumnya, Bupati Irwan menyampaikan apresiasinya kepada Perumdam Waemami, karena mengalami peningkatan yang signifikan.
“Dari evaluasi saya dan tim pengawas saat ini, Perumdam kita ini memiliki peningkatan yang cukup baik dari segala sisi,” ungkapnya.
Selain itu, Irwan juga tidak memungkiri bahwa masih ada masyarakat Luwu Timur yang belum secara utuh menikmati air yang layak. Ia berharap kepada Perumdam Waemami agar dari segi pendapatan mampu mencapai surplus dan memberikan kontribusi lebih besar bagi daerah
“Masih banyak masyarakat kita di Luwu Timur belum secara utuh menikmati air yang layak, seperti yang banyak digunakan masyarakat melalui PDAM,” ujar Bupati Irwan.
“Kami berharap kepada teman-teman media bahwa kolaborasi antara media, perumdam, termasuk dengan pemerintah daerah, agar menjadi penyambung lidah kepada masyarakat masyarakat,” tutur Bupati Irwan.
Sementara itu, Direktur Perumdam Waemami, Andi Maryam, memaparkan perjalanan perusahaan yang kini telah berusia 20 tahun.
Andi Maryam juga menjelaskan berbagai tantangan yang masih dihadapi di lapangan, seperti air macet, air keruh, serta beberapa kendala teknis lainnya yang sering dikeluhkan masyarakat.
Masuk ke sesi tanya jawab, puluhan jurnalis yang turut hadir dalam kegiatan tersebut diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan kepada Bupati dan direktur Direktur Perumdam Waemami.
Pimpinan Redaksi media Penalutim, Risal Mujur mengambil kesempatan pertama mengajukan pertanyaan.
“Pertama-tama, saya juga memberikan apresiasi kepada pihak penyelenggara kegiatan ini. Karena hal ini adalah bentuk keterbukaan informasi publik. Dialog yang terjadi di kegiatan ini adalah wadah kami mencari dan mendapatkan serta menyebarluaskan informasi yang perlu diketahui publik” Ujar Mujur.
Mujur mengatakan beberapa tahun lalu, Luwu Timur mengalami krisis air bersih. Padahal, kalau kita melihat di sepenjang jalan di Luwu Timur ini adalah air semua. Adanya 3 PLTA milik PT Vale di Luwu Timur, itu juga menegaskan bahwa Luwu Timur memiliki air yang melimpah. Namun, faktanya Luwu Timur mengalami krisis air bersih.
“Krisis air bersih yang dialami Luwu Timur yang saya sampaikan, ini senada juga yang disampaiakan oleh Bupati Luwu Timur. Namun demikian, di kesempatan ini Bupati kita juga telah menyampaikan telah melakukan evaluasi dan akan membenahi semua yang menjadi kendala terkait air bersih ini,” Tutur Mujur.
Menurut Mujur, masalah air bersih ini sangat perlu diatensi. Karena air bersih adalah kebutuhan pokok kita semua. Setelah menguraikan hal tersebut, mujur mengajukan pertanyaan yang penting untuk dijawab karena penting untuk informasi publik dan mengedukasi publik.
“Apa perbedaan air yang dikelolah oleh PDAM dan air yang diambil langsung masyarakat dari mata air, sumur maupun sungai? Pertanyaan ini didasari dari adanya peristiwa beberapa tahun lalu di Wasuponda yang menginginkan air bersih gratis. Karena saat itu, air PDAM di Wasuponda memicu gejolak publik. Saat itu,PDAM di Wasuponda di demo oleh masyarakat Wasuponda termasuk kelompok emmak-emmak,” Ungakap Mujur.
Mujur mengaku, bahwa dirinya juga merupakan salahsatu masyarakat yang pernah mengaspirasikan air bersih di Wasuponda.
“Kenapa sih kita harus menggunakan air PDAM, suda puluhan tahun masayarakat di Wasuponda tidak membayar air bersih. Apa nilai plesnya Air PDAM dibandingkan dengan air yang diambil langsung masyarakat dari mata air ataupun dari sungai dan sumur. Apa alat ukurunya bahwa air yang dikonsusmsi masyarakat itu layak dikonsumsi?. Kemudian apa perbedaan air dari Depot atau yang istilah sering digunakan masyarakat galon isi ulang. Karena saat ini, masyarakat suda jarang memasak air, namun menggunakan air isi ulang untuk dikonsumsi,” Tanya Mujur.
Saat itu, lanjut Mujur, dijawab PDAM sebenarnya ingin memasang teknologi filter air di Inteknya. Namun terhambat karena daya listrik di Wasuponda untuk menggunaka teknologi tersebut tidak memadai.
“PDAM ingin memasang teknologi tapi terhambat karena listrik di Wasuponda tidak mampu. Lah ini yang membuat saya menjadi tambah bingung, karena di Wasuponda ini 2 PLTA nya, sumber listrik,” Jelas Mujur.
Bupati Luwu Timur menjawab pertanyaan Risal Mujur.
“Kalau di PDAM Wasuponda itu belum dikelolah secara maksimal. Pengelolaannya, masih manual. Jadi, kualitras air PDAM dan kualitas air yang digunakan masyarakat yang langsung diambil dari mata air atau, sungai dan sumur itu kualitas airnya masi sama. Nah ini yang menjadi PR kami untuk kedepan pengelolaan air PDAM di Wasuponda lebih maksimal lagi,” Jawab Bupati
Kita, lanjut Bupati, akan gunakan teknologi yang sama digunakan di PDAM Malili saat ini. Begitupula dengan yang ada di Towuti dan IKK di wilayah kecamatan lainnya .
Pertanyaan Risal Mujur dijawab oleh Direktur Perumdam Waemami
“Perbedaannya air PDAM itu harus mengikuti permenkes, ada standar dan indikator-indikatornya yang harus kami penuhi dan itu, kami diaudit kinerja terkait hal itu oleh BPK. Kemudian hasil Lab kami itu juga diperiksa dalam setiap tahun. Ada indikator yang harus kami periksa dalam setiap bulan. Ada juga indikator yang kami harus periksa persemester,” Jawab Andi Maryam
Kemudian, lanjutnya, PDAM itu, ada pemberian mematikan bakteri ekoil. Biasanya kita melihat air itu bersih tapi coba kita periksa pasti ada kita temukan ekoli-ekolinya. itu biasaya yang menyebaban diare. Untuk di Wasuponda, airnya berkapur. Nah, dulu kami suda pernah mau pasang teknologi tapi di sana itu listrik belum mampu. Insya Allah, kalau kami suda pasang filter dan juga pasang teknologi yang digunakan di PDAM Malili, kami bisa atasi air berkapur di wasuponda.
Terkait listrik yang dikatakan tidak mampu di Wasuponda, Mujur menanggapinya.
“Lalu bagaimana itu bu direktur, terkait listrik yang tidak mampu? Andi Maryam bilang “kami suda usulkan ke PLN, tapi PLN belum tambah daya pak,” Ucap Andi Maryam.
Mendengar hal tersebut, Bupati Luwu Timur langsung merespon “Kami akan tindaki,” Tegas Irwan (Rm)














