Menu

Dark Mode
Terbukti Lulusan LPKS PT Luwu Timur Skill Center Diincar Perusahaan, ini 10 Posisi Kerjanya PT IHIP Akan Segera Operasi, Pemdes Tampinna Biayai Warganya Kursus Alat Berat di LPKS PT Luwu Timur Skill Center Pemilik Tanaman di Kawasan PSN Lampia : Tidak Ada yang Menolak PT IHIP, Bupati Beri Waktu 3 Hari Kawasan Industri Harus Dikosongkan RKAB 2026 Disetujui, PT Vale Indonesia Tegaskan Kepastian Operasional dan Keberlanjutan Investasi Bapenda Lutim Terima Kunjungan Studi Tiru Pemkab Kolaka Terkait Pajak MBLB Bupati Irwan Kukuhkan Pengurus LPTQ Luwu Timur Periode 2025–2030

Lutim

Lima Daya Tarik Luwu Timur Ada Danau Terdalam Hingga Hewan Endemik

badge-check


					Lima Daya Tarik Luwu Timur Ada Danau Terdalam Hingga Hewan Endemik Perbesar

Penalutim.com – Terletak di ujung utara Teluk Bone, Luwu Timur (Lutim) merupakan salah satu Kabupaten yang cukup berkembang. Lahir dari pemekaran Kabupaten Luwu Utara yang disahkan dengan UU Nomor 7 Tahun 2003 pada tanggal 25 februari 2003, Luwu Timur memiliki luas wilayah 6.944,98 km persegi, dengan Malili sebagai Ibu kotanya.

Kabupaten ini terdiri atas 11 kecamatan, yakni Kecamatan Malili, Angkona, Tomoni, Tomoni Timur, Kalena, Towuti, Nuha, Wasponda, Wotu, Burau, dan Mangkutana. Kabupaten berjuluk Bumi Batara Guru ini, juga sering di sebut sebagai  Miniatur Nusantara karena keragaman suku dan budayanya.

Luwu Timur juga terkenal memiliki kandungan nikel yang melimpah. Tidak hanya itu masih ada beberapa hal menarik yang dimiliki Kabupaten berjuluk Bumi Batara Guru ini yang telah dirangkum Penalutim.com dari berbagai sumber. Berikut Lima Daya Tarik Luwu timur:

1. Memiliki tiga danau besar, yakni Danau Matano, Mahalona, dan Towoti. Ketiga danau ini sering disebut sebagai “Danau Tiga Serangkai” karena lokasinya yang saling terhubung dan berada di wilayah pedalaman Luwu Timur. Danau Matano merupakan danau terdalam di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara dengan kedalaman sekitar 600 meter.

2. Memiliki hewan endemik yang dilindungi, yakni Anoa. Hewan yang satu ini juga sering disebut kerbau kerdil. Anoa hanya hidup di daratan Pulau Sulawesi dan Pulau Buton, dan terancam punah. Dahulu Anoa menjadi logo PT Inco  ( sekarang menjadi PT. Vale Indonesia). Beberapa sumber menyebutkan bahwa lambang PT Inco pada masanya mencakup tanduk anoa.

3. Buah dengen,merupakan buah lokal endemik dari Sulawesi Selatan yang tumbuh subur di Luwu Timur. Buah ini memiliki rasa yang asam dengan tekstur buah yang lembut, namun keras pada bagian kulitnya. Selain bisa dimakan langsung, buah dengen juga bisa dibuat jus yang kaya akan manfaat.

4. Sungai Balambano. Berada di tepi jalan poros Sorowako Malili, sungai ini memiliki dua fungsi utama yakni sebagai sumber energi dan tujuan wisata. Sungai ini merupakan bagian dari sistem Sungai Larona, yang airnya berasal dari tiga danau besar di Luwu Timur. Salah satu PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) terbesar di Indonesia, PLTA Balambano, dibangun di sini, memanfaatkan aliran sungai untuk menghasilkan listrik bagi area penambangan PT Vale Indonesia dan sekitarnya.

5. Memiliki kuliner yang menggugah selera. Belum lengkap rasanya, jika datang ke Lutim tanpa mencicipi aneka makanan khasnya, yakni pocco, dange, kapurung, ikan parede, sinole, lanya-lanya dan lawa.

Itulah lima daya tarik Luwu Timur. Bagi kalian yang ingin berkunjung ke Luwu Timur ada baiknya mencoba kuliner khasnya, berkunjung ke tiga danau di Sorowako, serta sungai Balambano, tidak lupa mencicipi buah dengen yang asam segar. (***)

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Read More

Pemilik Tanaman di Kawasan PSN Lampia : Tidak Ada yang Menolak PT IHIP, Bupati Beri Waktu 3 Hari Kawasan Industri Harus Dikosongkan

15 January 2026 - 16:06 WITA

Pemilik Tanaman di Kawasan PSN Lampia : Tidak Ada yang Menolak PT IHIP, Bupati Beri Waktu 3 Hari Kawasan Industri Harus Dikosongkan

Bapenda Lutim Terima Kunjungan Studi Tiru Pemkab Kolaka Terkait Pajak MBLB

15 January 2026 - 06:03 WITA

Dalam rangka Benchmarking Optimalisasi pendapatan daerah, maka Pemerintah Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan kunjungan studi tiru di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Luwu Timur, Kamis (16/1/2026). Rombongan diterima di Aula Bapenda Luwu Timur oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Aini Endis Anrika didampingi Plt. Kepala Bapenda Lutim, Muhammad Yusri bersama Sekban Hasbianto Baharuddin, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan Daerah, Chaeruddin Arfah, dan Kepala Bidang lainnya. Sementara rombongan Kabupaten Kolaka dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Agus Salim, didampingi Kepala Bapenda Kabupaten Kolaka, Muhammad Ridha Tahrir. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari sistem, mekanisme, serta strategi pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), termasuk potensi pajak lainnya yang bersumber dari PT. Vale Indonesia, Tbk, yang selama ini dikelola oleh Bapenda Kabupaten Luwu Timur. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Luwu Timur, Aini Endis Anrika, menyambut baik kunjungan studi tiru dari Pemerintah Kabupaten Kolaka. “Selamat datang Bapak dan Ibu di Lutim, semoga melalui kegiatan benchmarking ini dapat terjalin sinergi dan pertukaran informasi yang konstruktif dalam upaya optimalisasi pendapatan daerah,” sambut Endis. Kabid Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan Daerah Bapenda Lutim, Chaeruddin Arfah menjelaskan bahwa, kontribusi Pajak MBLB terhadap pendapatan daerah Kabupaten Luwu Timur dalam lima tahun terakhir menunjukkan angka yang cukup signifikan. “Rata-rata kontribusi Pajak MBLB terhadap pendapatan daerah Kabupaten Luwu Timur dalam lima tahun terakhir mencapai 7,63 persen,” jelas Chaeruddin. Chaeruddin juga menambahkan, sistem pembayaran Pajak MBLB di Kabupaten Luwu Timur kini telah sepenuhnya non-tunai. “Pemungutan pajak tidak lagi menggunakan pembayaran secara tunai (cash), melainkan telah menerapkan sistem pembayaran digital melalui QRIS MBLB. Adapun tarif Pajak MBLB yang diterapkan sebesar 20 persen,” ungkap Chaeruddin. Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Kolaka, Agus Salim, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam berbagi pengalaman dan praktik baik pengelolaan pendapatan daerah. “Kami datang ke Kabupaten Luwu Timur untuk belajar dan melihat langsung sistem pengelolaan Pajak MBLB yang dinilai berhasil. Harapannya, hasil studi tiru ini dapat kami adaptasi dan terapkan di Kabupaten Kolaka guna meningkatkan pendapatan daerah,” jelas Agus Salim. (bkr/ikp-humas/kominfo-sp)

Bupati Irwan Kukuhkan Pengurus LPTQ Luwu Timur Periode 2025–2030

15 January 2026 - 06:02 WITA

Bupati Irwan Kukuhkan Pengurus LPTQ Luwu Timur Periode 2025–2030
Trending on Lutim