Menu

Dark Mode
Resmi Dilantik, JMSI Luwu Timur Komitmen Lawan Hoaks dan Kawal Pembangunan Sinergi Pusat-Daerah: Luwu Timur Siap Sukseskan Program Strategis Kelautan 34 Personel Polres Luwu Timur Naik Pangkat, Kapolres AKBP Ario Beri Pesan Penting PT CLM Salurkan Program PPM, Pembangunan Masjid Annisa Kembali Berlanjut Dukung ‘Lutim Juara’, Irwan Bachri Syam Perkuat Strategi Sanitasi LuwuTimur Genjot PAD, Pemkab Luwu Timur Perluas Digitalisasi dan Penerapan QRIS

Pena Politik

DPRD Lutim Tolak Copot Kapolri

badge-check


					DPRD Lutim Tolak Copot Kapolri Perbesar

Malili, Penalutim.com – Semua anggota DPRD kabupaten Luwu Timur, menolak menadatangani, pada berita acara tuntutan masa aksi Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat Luwu Timu copot Kapolri, saat demo di DPRD Lutim, Senin ( 01/09/2025).

Fraksi PDIP Luwu Timur yang pertama kali, menolak membubuhkan tanda tangan pada berita acara dalam poin tuntutan dari Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat Luwu Timu, untuk mencopot Kapolri Jenderal polisi Listyo Sigit Prabowo.

Ketua Fraksi PDIP, Muh. Nur, mengatakan sebelum menandatangani berita acara tersebut, dirinya sepakat bahwa gerakan tersebut tidak ditunggangi oleh oknum yang memiliki kepentingan tersendiri.

“Kita tidak tahu di tubuh Polri ada yang bermain atau tidak, jadi saya berharap dalam poin itu tidak ada kata Copot Kapolri, tapi setuju dengan kata reformasi total di tubuh Polri,”ujarnya.

Lebih lanjut Muh.Nur menuturkan, Jika tidak ada kata copot, dirinya setuju tandatangani berita acaranya, Alasannya jika ada kata Copot Kapolri berarti mengarah pada personal, untuk itu Fraksi PDIP kabupaten Luwu Timur tidak mau terseret dalam person, tetapi jika menyoroti atau melakukan reformasi di tubuh lembaga polri kita dukung, makanya seharusnya bunyi tuntutannya bukan copot Kapolri tetapi Reformasi total di tubuh Polri.

Menyusul fraksi golkar, fraksi PAN, Fraksi Nasdem dan Fraksi GPR juga ikut menolak kata Copot Kapolri, serta bersedia bertandatangan jika kata Copot Kapolri di hapus.

Setelah berdiskusi dengan massa aksi akhirnya muncul kesepakatan dengan massa aksi demo sepakat, menghapus kata Copot Kapolri, alasannya yang berhak mencopot Kapolri hanya Presiden.

Massa aliansi mahasiswa yang menggelar demo di kantor DPRD Lutim hanya berjumlah puluhan orang, namun dihadiri Bupati Irwan Bachri Syam, Forkopimda, Ketua DPRD, dan Wakil Ketua I DPRD dan Wakil Ketua II DPRD serta para ketua Fraksi. (Udin).

Facebook Comments Box

Read More

Gerindra Minta Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis Tidak Dipolitisasi

26 May 2026 - 16:27 WITA

Siapkan Generasi Pemilih Pemula Cerdas, Pemkab Lutim Gelar Sosialisasi Pendidikan Politik

4 May 2026 - 10:57 WITA

Pernyataan Mendalam Pimpinan DPRD di 23 Tahun Luwu Timur

4 May 2026 - 02:00 WITA

Trending on Pena Politik